Kertas Bertuah

Siapa yang tau aku akan menemukan sebuah kertas bertuah yang akhirnya membawaku kepada sebuah kejadian menyeramkan yang aku alami. Namaku Feysha, kejadian ini aku alami ketika aku pindah ke rumah tante yang berada di daerah jatinangor. Aku baru saja menjadi salah satu siswa di perguruan tinggi negri disana, aslinya aku tinggal di daerah cigadung. Karena jaraknya yang jauh dari kampus akhirnya aku menetap di rumah tante ku itu.

Tante tinggal dengan seorang suami dan anaknya yang masih balita, sebenarnya rumah tersebut bukanlah rumah mereka. Mereka tinggal disana untuk sementara, sambil menabung untuk membangun rumah. Rumah tersebut merupakan peninggalan dari kakek yang berasal dari orang tua suaminya. Jadi aku tidak kaget ketika melihat beberapa perabotan tua saat aku baru pindah kesana, kamarku berada di lantai 2.

Hari pertama disana saat itu sudah sore, dan aku langsung naik ke lantai 2 untuk merapihkan barang-barang yang aku bawa. Di kamarku sudah lengkap dengan kursi, dan meja belajar. Setelah meminta ijin tante untuk membersihkan kamar, aku pun langsung membersihkannya. Ketika aku sedang menata ulang perabotan kamar tiba-tiba aku menemukan sesuatu yang ganjil, jadi saat aku sedang membersihkan bagian belakang lemari, ada dinding dibalik lemari pakaian itu dan aku melihat secarik kertas usang.

Kertas itu berwarna abu-abu kekuningan dan berada setinggi dengan kepala manusia. Kertas usang itu ditempel dengan selotip di sisinya. Sepertinya kertas itu sudah ada sejak lama, karena penuh debu. Aku coba memeriksa kertas itu dengan mendekatkan kepalaku dan dikertas itu terlihat tulisan dengan huruf arab. Melihat tulisan arab yang ada pertama kali dibenak adalah bahwa kertas itu adalah potongan dari kitab Al-Qur’an.

Jadi aku memutuskan untuk mengacuhkannya dan melaporkan apa yang aku temukan kepada tante. Saat itu aku hanya fokus membersihkan kamarku, tidak terasa aku membersihkan kamar sampai malam hari. Aku dipanggil tante untuk turun kebawah karena makan malam sudah siap. Aku teralihkan oleh pertanyaan tante mengenai mahasiswa baru di kampusku, sehingga aku lupa bertanya mengenai kertas yang aku temukan tadi. Setelah makan malam, aku pun langsung pergi tidur karena aku harus ikut ospek besok di kampus.

Tak lama setelah menyentuh kasur, aku langsung tertidur. Aku bangun saat subuh dan langsung bersiap untuk pergi ke kampus. Kegiatan ospek berlangsung sampai sore hari, aku pulang jam 6 sore dan langsung naik ke kamarku. Karena kegiatan ospek, badanku sangat lemas sehingga aku langsung terbaring tanpa berganti pakaian dan mandi terlebih dahulu.

loading...

Dan aku pun langsung tertidur, namun tiba-tiba aku terbangun. Kepalaku sangat pusing, seluruh ruangan kamar terasa berputar. Aku tidak bisa menggerakan anggota tubuhku, aku berpikir bahwa aku terkena demam karena kelelahan. Aku memutuskan untuk tidur lagi, yang aneh aku terus menatap ke dinding di samping kasurku.

Seperti ada magnet yang menarik pandanganku kesana, padahal tidak ada apa apa didepanku. Karena sangat lelah aku kembali tidur, tapi selang beberapa saat rasa pusing dikepalaku semakin terasa. Dan tiba-tiba saja di samping kasurku sudah berdiri seorang wanita. Wanita itu memakai kebaya berwarna coklat tua, rambutnya berkonde dan dia menatap hampa kepadaku. Tiba-tiba dia mengangkat tangan kanannya dan menunjuk ke arah lemari.

Kemudian dia menghilang perlahan-lahan seperti ditelan udara. Aku membuka mata, dan seluruh badanku penuh dengan keringat. Rasa pusing masih terasa dikepalaku. Aku sempat bingung dengan apa yang aku alami tadi, sampai akhirnya aku menyimpulkan apa yang kulihat tadi adalah mimpi. Aku bangun dan berjalan dengan lunglai mendatangi tante didapur, aku memberitahu nya bahwa aku demam. Tante langsung menyiapkan makan untukku dan memberiku obat demam. Setelah minum obat aku langsung kembali tertidur.

Namun, sosok wanita itu muncul lagi. Dia masih memakai kebaya yang sama dan kembali mengangkat tangan kanannya lalu menunjuk ke arah lemari. Kali ini, tubuhku seperti tersihir untuk menuruti perkataannya. Aku merasakan badanku terbangun dari kasur dan berjalan menuju lemari. Aku merasakan tanganku masuk ke bagian belakang lemari dan mencabut kertas itu.

Tiba-tiba aku berteriak dan terbangun, badanku kembali penuh dengan keringat. Aku langsung bangun dan berjalan ke arah lemari. Aku menggeser lemari itu kedepan dengan susah payah dan menemukan kertas itu masih menempel disana. Aku langsung mendatangi tante dikamar, tante muncul dengan muka kaget karena aku mengetuk pintunya tengah malam. Aku mengajaknya duduk diruang tamu dan menceritakan kejadian yang aku alami.

Hal pertama yang tante lakukan adalah meminta maaf kepadaku. Dia bilang, dia memang sengaja tidak memberitahuku tentang kertas dibalik lemari itu. Tante mengatakan bahwa kata orang-orang rumah ini ada penunggunya. Sebenarnya dia tidak percaya dengan hal itu makanya dia tidak memberitahuku. Kemudian giliran pamanku yang bercerita, Katanya sepanjang ingatan dia mendiang kakek nya selalu melarang untuk mencabut kertas itu.

Pamanku tidak tau kenapa kertas tersebut bisa ada disitu. Dia juga tidak tau apa yang akan terjadi jika kertas itu dicabut yang jelas sampai sekarang dia tidak berani melakukannya. Aku merasa bersyukur tidak mencabut kertas itu namun rasa takutku saat itu bercampur dengan rasa penasaran. Tante dan paman kembali masuk kamar untuk tidur, begitu juga denganku.

Aku kembali berbaring dikasur tapi aku tidak langsung tertidur. Aku sangat penasaran dengan kertas dibelakang lemari itu dan saat itulah aku mendengar suara tangisan. Suara itu sangat kecil dan pelan namun terdengar sangat memperihatinkan. Awalnya kukira itu adalah suara tangis sepupuku yang masih balita. Namun setelah aku teliti, suara tangisan itu adalah suara tangisan wanita. Aku bangun dari kasur dan mencari-cari asal suara tangisan itu.

Ternyata, suara itu terdengar semakin jelas ketika aku berjalan mendekat ke arah lemari. Aku terdiam ditempat, aku bingung sekaligus takut. Menurut pengalamanku ketika aku sering mendengar cerita horor jika ada suara tangisan dari dalam lemari maka yang ada didalamnya pasti. Aku benar-benar mematung, tapi pada akhirnya rasa takut kalah dengan rasa penasaranku.

Aku berjalan mendekati pintu lemari. Aku menaruh kedua tanganku di gagang pintu lemari itu. Aku membuka kedua pintu lemari sambil sedikit memalingkan wajahku dan hanya ada baju-bajuku. Aku bernafas lega, dan aku kembali menutup pintu lemari dan dari pantulan cermin di pintu lemari. Barulah aku melihat sosok wanita berkebaya coklat. Itu wanita yang tadi kulihat didalam mimpi, jadi tadi itu bukan mimpi.

Wanita itu berada persis dibelakangku, matanya merah dan rambutnya tergerai sudah tidak berkonde lagi dan ada lubang hitam diperutnya. Aku melihat kebelakang dan wanita itu masih berada disana, aku langsung lari terbirit-birit keluar kamar. Aku mengetuk pintu kamar tante sambil menangis minta tolong. Tante dan paman keluar dengan panik, mereka langsung periksa kamarku namun tidak menemukan apa apa.

Aku enggan untuk kembali tidur dikamarku, jadi aku tidur dengan sepupu balita dikamarnya. Esoknya aku tidak datang di hari ospek kedua. Kepalaku masih terasa pusing, akhirnya aku tidak memakai kamar itu dan berbagi kamar sepupuku. Kalo menurut aku kertas itu adalah sebuah segel mungkin kalo aku mencabutnya bisa jadi sesuatu yang buruk akan terjadi. Tapi itu hanya menurut pandanganku saja, jika aku sudah menemukan jawaban dari kertas itu akan aku share kembali cerita tentang Kertas Bertuah itu di http://cerita-hantu.com ini.

Share This: