kesurupan Saat Ekstrakurikuler Part 11

Cerita sebelumnya kesurupan saat ekstrakurikuler part 10. Kepalanya ani di jambak! Mukanya di tutupi pakai tangan! Kakak angkatanku kayak mau mengambil sesuatu dari mukanya ani! Sambil dia baca doa! Ani tetap saja ngelawan! Kepalanya ditengak-tengokin kanan kiri. Sampai akhirnya kakak angkatanku seperti berhasil mengambil sesuatu di tangannya, ani seketika langsung pingsan! Kakak angkatanku langsung lari keluar menjauh dari mushola.

Dia lemparkan jauh-jauh ke atas barang gaib yang ada di tangannya. Habis itu dia jalan ke mushola. Sampai mushola, sekarang giliran puspita yang mengerang-ngerang. Dia minta di lepasin, dia takut sama kakak angkatanku. Gak basa basi, kakak angkatanku langsung jambak rambutnya puspita, mukanya di tutupi sama kayak ani tadi. Langsung si puspitanya pingsan. Kakak angkatanku lari lagi ke depan, di lemparkan jauh-jauh barang gaib di tangannya.

Sekarang giliran si lisa, tapi lisa agak koperatif. Mungkin karena hantu yang di dalamnya itu juga gak kuat mau pengaruhin si lisa. Soalnya badannya gede banget tapi aku juga gak tahu kenapa, pokoknya si lisa diam saja. Gak melawan, sama seperti yang sebelumnya. Dia jambak si lisa, mukanya di tutupin kayak ngambil sesuatu. Seketika si lisa langsung pingsan. Kakak angkatanku langsung keluar, dia lemparkan jauh-jauh lagi itu makhluk gaib.

Dalam hati aku sempat takjub lihat kejadian itu gan, entah kakak angkatanku itu pakai ilmu apa. Dan seandainya dia datang sejak awal. Pasti kita semua gak bakalan serunyam ini keadaannya. Dan yang paling penting, aku gak di lempar aqua. Kakak angkatanku menyuruh kita semua keluar dari mushola. Biar ani, puspita, dan lisa sekarang tenang dulu. 1-2 jam lagi, mungkin mereka bakal sadar.

Akhirnya aku keluar mushola, duduk di teras sama teman-temanku. Aku pengen menyapa sama kakak angkatanku itu tapi agak sungkan. Soalnya dia langsung gabung sama alumni-alumni pramuka yang lain. Ya sudahlah. Aku sebenarnya masih ada sesuatu yang agak mengganjal dalam hati. Apa benar hantu itu tadi sudah benaran keluar dari tubuh mereka? Jangan-jangan nanti sama kayak kasusnya pak Zen.

Setelah satu jam kemudian. Ani akhirnya sadar, dia melek tapi masih tiduran. Sama temanku di samperin. Dia bilang ke temanku kalau dia sekarang haus. Aku ambilkan saja aqua yang buat melempar aku tadi. Terus dia minum, (asal tahu gan, habis ani lempar aqua itu ke mukaku! Aku langsung simpan itu aqua! Aku trauma di lempar lagi! Aku simpan di pojokan mushola dekat tempat aku duduk). Lalu aku berani-beranikan tanya ke ani.

A: Aku
An: Ani

loading...

A: an, tadi waktu kesurupan kamu ingat sesuatu gak?
An: apa fin?
A: ya pokoknya seperti kayak ada penglihatan gitu.
An: enggak, aku gak ingat apa-apa.
A: tadi waktu kesurupan kamu punya dendam apa sih sama aku?

An: hah? Dendam? Dendam apa? Engga ah, biasa aja.
A: *wo yo wes.
An: memang kenapa e?
A: kamu benar-benar gak ingat sesuatu? Mh. Aqua yang di sampingmu itu deh.
An: hah? Memang aquanya kenapa?

Terus temankunyeletuk. Tadi itu kamu melempar mukanya si Arifin pake aqua itu An (temanku sambil ketawa ngakak).
A: si*lan *koe ki. Malah ketawa. *Kliyengan sampai sekarang ki!
An: *ho’oh po? haha.
A: lah, malah ketawa semua *zzz.
An: untung *wae bukan palu yo fin!
A: hm! (si*lan ini orang gak pas kesurupan, gak pas sadar, tetap saja aku di aniaya)

Gak berapa lama, si lisa dan si puspita juga sadar. Tapi masih agak linglung juga. Waktu di tanyain gimana rasanya kesurupan. Mereka cuma jawab “aku gak tahu apa-apa, gak ingat, tapi sekarang badanku sakit semua dan lemas”. Sehabis mereka sadar, aku langsung tidur sepuasnya gan, bangun jam 9 pagi. Terus langsung mengurusi anak-anak persami lagi dan semua berjalan normal lagi. Sekian dari saya (Arifin).

KCH

Arifin

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Arifin has write 2,660 posts