Ketemu Kuntilanak Saat Mencari Jangkrik di Sawah

Hay teman-teman kali ini aku mau bagi-bagi cerita nih, mengenai pengalamanku saat bertemu dengan sosok hantu (kemungkinan itu yang dinamakan kuntilanak). Ok deh kita mulai saja ya, nah pada waktu itu kira-kira aku masih berusia 12 tahun. Pada waktu itu dikampungku lagi musim pelihara jangkrik. Maklum waktu itu tidak banyak media atau sarana bermain untuk kalangan anak pedesaan.

Nah pada waktu sore menjelang isya’ aku dan kedua temanku berinisiatif untk mencari jangkrik buat dipelihara. Langsung saja aku menghampiri agus (temanku) “gus, ayo golek jangkrik (bahasa jawa yang artinya: gus! Ayo kita cari jangkrik)”. Tidak panjang berpikir, agus langsung mengiyakan ajakanku itu tapi dengan syarat menambah 1 teman lagi biar lebih seru.

Saat itu si andik yang kebetulan juga hobby pelihara jangkrik langsung saja kami ajak. Kami langsung saja berangkat menggunakan 2 sepeda BMX. Agus berboncengan sama andik sedangkan aku sendirian! Nah pada waktu itu rencananya memang nyari jangkrik cuman dibawah lampu-lampu mercury yang ada dijalan. Kan kebetulan waktu itu musim hujan jadi setiap habis hujan dibawah lampu kan banyak serangga yang datang tidak terkecuali jangkrik.

Tapi dibawah lampu tersebut memang banyak sekali jangkrik tapi bukan jangkrik yang kami cari (jangkrik yang kami cari adalah jangkrik jantan yang bisa berbunyi lantang dan bagus). Setelah lama berburu dan berpindah-pindah tempat tidak membuahkan hasil karena kebanyakan yang ada jangkrik betina! Akhirnya kami memutuskan buat mencari jangkrik di sawah, pada waktu itu sekitar pukul 21.30 malam.

loading...

Kami pulang sebentar kerumah agus buat mengambil senter, kebetulan baterai senter tersebut sudah hampir habis dayanya! Tapi terpaksa deh dibawa karena adanya juga cuman itu. Langsung deh kami bergegas berangkat ke sawah yang jaraknya kurang lebih 2 KM-an dari rumah. Sesampai kami dijalan tepi sawah yang sisi utara kami melihat ada pancaran lampu petromak yang sangat terang.

Kami berpikir itu pasti orang yang juga sedang mencari jangkrik dan kami berinisiatif buat bergabung. Di lihat dari posisinya pembawa lampu tersebut berada disisi barat sawah yang luas itu dan kami pun mengambil alih jalur (mutar buat kebarat mencari posisi terdekat buat parkir sepeda) tapi sesampai di barat lampu tersebut kok ada di ujung timur. Nah dari sini keanehan mulai timbul.

Kami bertanya-tanya satu sama lain, “loh lampune kok nek etan yo? Padahal mau nek kulon” (artinya, loh lampunya kok berada di timur? padahal kan tadi di barat). Tapi kami tidak berpikir sejauh itu. Kami langsung bergegas ketimur dengan mengambil posisi dari arah timur sawah. (Sawah tersebut sangat luas sekitar panjang 1 KM. Lebar 500-an meter. Di sisi timur berbatasan dengan perkampungan. Di sisi utara jalan dan perkampungan. Barat juga perkampungan, selatan kuburan umum).

Setelah kami sampai disisi timur kami mulai masuk dari pintu sawah yang ada disitu. Posisinya lepas dari rumah penduduk yang paling tepi sekitar 150 meter ada jembatan kecil yang diatasnya ada dumpal “tembok beton ukuran tinggi 1 meter panjang 2 meteran” tapi 15 meter sebelum sampai di jembtan itu kami berhenti karena melihat lampu petromak tadi kok berada jauh di barat, padahal tadi seperti di timur.

Karena kami geram akhirnya kami putuskan saja mencari di tempat itu. Sekitar pukul 22.15 malam kami mulai menyusuri sawah tepi jalan. Berhubung aku yang pegang senter jadi aku berada paling depan, belum sempat dapat jangkrik tiba-tiba senterku yang redup aku arahkan kearah jembatan kecil itu tadi. Dengan samar-samar diatas jembatan terlihat ada sesosok wanita duduk diatas dumpal beton berambut sangat panjang dengan memakai baju warna putih kusam agak kecoklatan gitu.

Tapi dia cuman terlihat dari belakang, sontak aku kaget (aku pikir ada orang gila yang sedang nongkrong disitu). Aku arahkan skali lagi dan agak mendekat sekitar 7-8 meter lah. Tiba-tiba bulu kudukku merinding semua dan muncul pikiran yang tidak enak. Jangan-jangan itu hantu, sontak aku balik kepada teman-teman dan berbisik “heh, nak bok enek demit ayo mulehtae” (artinya, heh teman-teman diatas jembatan ada hantu ayo kita pulang saja).

Tapi belum selesai ngejelasin, kedua temanku lari terbirit-birit sampai sepedanya ketinggalan. Aku pun juga ikut lari sambil memegang sepedaku sendiri. Nah gara-gara sepeda temanku ketinggalan kami memberanikan diri buat minta tolong sama penduduk terdekat buat temanin ambil sepeda, dan sampai akhirnya kami mengetuk pintu rumah yang ada seorang bapak sedang nonton televisi.

Langsung saja kami minta tolong dan menceritakan semuanya, dan bapak itu bersedia membantu kami dengan membawa senter yang lebih terang. Sesampainya dijembatan tadi, bapak itu mencari-cari sosok janggal tadi dan tidak menemukan apa-apa, tidak ada siapapun disitu, jadi tidak mungkin jika yang kulihat tadi adalah orang dan bersembunyi. Dan kami dapat pesan dari bapak tersebut kalau bilamana malam jangan keluyuran di sawah banyak ularnya, belum lagi kalau ada kejadian seperti tadi. Dan kami langsung berpamitan dan berterima kasih. Sekian.

David Barista

David Barista

suka cerita hantu , pin BB.ku D8611486

All post by:

David Barista has write 1 posts

Please vote Ketemu Kuntilanak Saat Mencari Jangkrik di Sawah
Ketemu Kuntilanak Saat Mencari Jangkrik di Sawah
Rate this post