(Ketindihan) di Cekik Saat Tidur

Hai ketemu lagi sama Mawar. Aku mau cerita pengalamanku gara-gara baca KCH sendirian. Biasanya aku baca KCH selalu sama adikku yang juga tertarik sama hal-hal mistis gitu. Tapi waktu kemarin sore, karena di kios percetakan tempatku kerja lagi kosong job dan gak tau harus ngapain, aku baca KCH deh, sendirian. (Jangan pernah baca ini sendirian).

loading...

Kemarin sore mendung, langit gelap banget di tambah anginnya juga kencang. Jam setengah empat sore, hujan turun deras banget sama angin. Karena dingin pintu kios aku tutup, lalu aku duduk membelakangi pintu. Saat itu aku lagi baca cerita yang judulnya meraga sukma. Ampun deh langsung merinding, gak tenang kayak ada yang duduk di belakangku.

Karena sudah jam 4 sore dan hujan gak berhenti-berhenti akhirnya aku putuskan untuk pulang. Walaupun sebenarnya harus tutup jam setengah 5. Sampai di rumah aku langsung mandi lalu shalat di kamar, tapi heran deh aku masih merasa merinding walaupun sudah di rumah sendiri. Padahal rumahku tuh sudah di pagari (pagar gaib) oleh papaku sekitar 6 bulan yang lalu, jadi “mereka” gak akan bisa masuk ke rumah.

Kembali ke cerita. Setelah shalat aku rebahan di kasur, ketiduran sampai maghrib. Kepalaku pening banget, setelah shalat mahgrib aku tak mengaji dan langsung rebahan lagi, lalu adiku menceritakan novel yang sedang di bacanya sampai aku ketiduran lagi. Jam setengah 10 malam aku bangun karena mimpi buruk, entah apa aku gak bisa ingat. Lalu aku lihat adikku juga tidur di sampingku.

Lalu aku tidur lagi dengan posisi miring ke kanan menghadap ke adikku. Aku pun terlelap lagi. Dalam tidur aku bermimpi entah dimana aku melihat pocong. Bukan hanya 1. Tapi ada 11 kalau gak salah. Aku gak bisa jelasin gimana rupanya, yang jelas wajahnya hitam legam. Lalu tiba-tiba aku merasa seperti *terlepar, lalu aku melihat adikku tidur di sampingku dengan badan ditutupi selimut sampai kepala dan hanya terlihat matanya saja, dan aku sudah berada di posisi tidurku yang semula.

Tiba-tiba dari belakang ada yang mencekikku, aku tak tau itu siapa. Badanku tak bisa di gerakan sedikitpun. Kaku dan berat. aku tak bisa bernafas, lalu aku berusaha berteriak ‘Allahu Akbar’ keras-keras, tapi adikku tak kunjung bangun. Lalu aku mencoba membaca Ayat Qursi, tapi sampai ayat ke 3 bacaan ku bolak balik terus ke ayat pertama. Aku semakin tak bisa bernafas, ditambah lagi kepala bagian belakangku seperti ditekan oleh jempol, sakit banget.

Gak bisa konsentrasi baca doa. Semakin tak tahan karena tak bisa bernafas, Lalu aku mencoba lagi memfokuskan diriku membaca Ayat Qursi, berhasil sampai 3 kali bacaan. Tapi tak kunjung hilang. Aku teruskan ke surat-surat pendek Al Qur’an, lalu perlahan cekikannya mengendor lalu hilang. Leher dan badanku masih terasa berat. Tapi aku paksa bangun.

Aku bangun dengan nafas yang ngos-ngosan dan berkeringat. Lalu aku melihat jam, masih jam 11 malam. Rasanya malam itu berlalu dengan sangat lambat. Aku tak berani tidur lagi sampai jam setengah 4 dini hari. Sungguh aku tak akan lagi baca KCH sendirian. Sudah dulu ya. Kapan-kapan sambung lagi.

KCH

mawar

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

mawar has write 2,694 posts