Ketindihan Saat Tidur

Pengalaman ketindihan disaat tidur memang sering terjadi kepadaku, namun hal itu yang membuat aku jadi takut ketika akan tidur. Aku sangat takut jika harus mengalami ketindihan lagi setiap mataku sudah tertutup, namun aku tau jika ada sesuatu yang salah dengan semua ini. Selamat membaca kisahku dan semoga kamu yang baca ceritaku ini tidak mengalami ketindihan ketika tidur.

loading...

Pertama kali aku ketindihan terjadi ketika aku kelas 3 SMP seingatku. Ini terjadi ketika liburan sekolah, gara-gara aku belum menunaikan sholat dzuhur. Itu memang kesalahanku, karena sebenarnya sebelum tidur aku sudah diperingatkan oleh ibuku. “Dek, kalau mau tidur sholat Dzuhur dulu, ini sudah jam 12” kata ibuku. “Iya bu, bentar aja, cuma sebentar, cuma ngilangin rasa ngantuk” ujar ku.

Ibuku tak berkata apapun, mungkin ibu mengiyakan keinginanku tadi. Aku mulai tidur, tak terasa keanehan apapun. Tapi keanehan itu terjadi ketika aku bangun, dengan kagetnya aku terbangun dan aku “ketindihan” tak bisa menggerakan tubuhku sama sekali. Aku melihat jam di dinding kamarku menunjukan pukul 13.30. namun aku sama sekali tidak bisa bergerak. Aku teriak memanggil ibu, namun suara yang bisa keluar hanya desisan di mulutku. Dalam keadaan aku sedang ketindihan, ibu ku memanggil lagi.

“Dek, sholat dulu, katanya tadi mau tidur sebentar” suara ibuku memanggil dengan nada keras di samping kamarku. Aku tidak bisa menjawabnya, kembali hanya suara “sshh.. sshhh” yang muncul dari mulutku. Tiba-tiba di depan kamarku aku melihat abangku yang sedang berdiri dengan membawa tas. Abangku ketika itu masih kuliah di Jogja. Lalu, dia menaruh tasnya di depan TV. Lalu abangku itu bertanya “Dek, sudah sholat belum? waktunya Dzuhur nih” katanya. “Sshhh.. sshhh” hanya suara itu yang keluar dari mulutku.

Abangku mendekatiku, dia duduk di lantai di sisi bagian atas dan belakang kepalaku, sehingga aku tidak bisa melihat dia. Abangku mengelus-elus rambutku, aku amat sangat merasakannya, apalagi ketika tangannya menyentuh kening / jidatku, sambil mengusap rambut depanku. Tidak lama, aku tersadar, dan aku melihat ke arah abangku duduk, ternyata gak ada. Aku langsung lari ke tempat ibuku, dan bertanya “Bu, abang dimana? Abang pulang ya?”, tanyaku pada ibu. “Pulang kemana? Abang kan masih ada di Jogja” jelasnya. Lah terus tadi yang aku lihat itu siapa.

Share This: