Ketindihan

Siapa yang menyangka semua hal yang berada di sekitar kita bisa menjadi hal yang tidak terduga dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya seperti ketindihan hantu yang aku alami ini. Namaku Rudi, aku seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi negri. Untuk mengejar ketertinggalanku atas skripsi membuatku sering menginap di kost teman yang dekat dengan kampus. Sudah hampir 3 bulan lebih aku tidak tidur dirumah. Kalo pulang pun aku hanya mampir saja membawa baju ganti dan buku.

Aku sudah sering di omelin oleh orangtuaku mengenai hal ini, sampai hari itu aku tidak enak badan. Sekitar jam 2 siang aku memutuskan pulang dan istirahat dirumah. Aku memaksakan badan yang sudah pegal dan linu ini untuk sampai di rumah. Dan sekitar jam 4 sore aku pun sampai di rumah. Aku mengetuk rumah namun sepertinya tidak ada siapa-siapa dirumahku. Tapi seperti biasa kunci rumah selalu disimpan di bawah pot kembang. Aku pun bisa masuk rumah, gelap sekali rumahku.

Entah sudah berapa lama aku tidak pulang ke rumah tapi semuanya tampak sama saja. Aku menutup pintu dan menuju kamarku yang berada di pojok ruangan, Aku segera rebahan di kasur. Ketika aku mencoba untuk tidur, Tiba-tiba terdengar suara berdencit di tangga kayu rumahku. Aku bangkit dan melihat keluar pintu.

Tepat didepan kamarku ada sebuah tangga kayu menuju lantai 2, tapi tidak ada siapa-siapa. Aku mulai khawatir, Aku keluar dari kamar dan mencoba mencari apakah ada seseorang disini. “Mah, Pah, halo ada orang dirumah?” Namun tetap tidak ada jawaban. Aku pun mencoba untuk menghiraukannya, agar nyaman dan segar aku pun memutuskan untuk mandi. Selesai mandi aku mendengar suara benda berjatuhan dari arah luar kamar mandi.

loading...

Aku segera berlari ke arah dapur, dilantai berceceran panci dan katel. Merasa tidak beres aku segera ke kamar untuk memakai pakaian dan menyalakan lampu tapi ternyata hari itu sepertinya mati lampu. Aku pun mencari lilin dan menyalakannya di sekelilingku, tak lama kemudian turun hujan. tidak banyak yang dapat aku lakukan tanpa listrik seperti ini. Aku pun merasakan kepala sudah mulai pusing karena tidak enak badan. Aku kembali ke kamar untuk tidur dan mulai memejamkan mata.

Namun, Aku membuka mataku lagi, sepertinya aku mendengar suara anak kecil. Seperti suara ketawa seorang anak kecil tapi saat aku membuka mataku, tidak ada suara apa-apa selain hujan saja. Aku mulai merasa tidak nyaman, karena takut aku mencoba untuk tidak melihat apa-apa. Aku coba memiringkan badanku ke samping dan ketika aku memiringkan badanku. Ada bayangan seorang anak kecil yang sedang berlari keluar dari kamarku.

Aku langsung bangkit dan mencoba mengatur nafas. kulihat keluar jendela, langit semakin gelap dan hujan semakin besar. Dan ada suara decitan tangga lagi, sepertinya ada yang turun dari tangga. Dan suara nya semakin mendekat ke bawah. Aku mencoba menahan teriakanku dengan menutup mulutku, tapi tidak ada yang lewat. tidak terlihat siapa-siapa yang melewati kayu tangga ini. Lalu tiba-tiba dua buah tangan langsung memeluk dari arah belakangku dengan sangat keras.

Samar samar terdengar suara anak kecil yang menyeramkan, Aku mencoba membaca doa namun lidahku seperti tertahan kedalam. Aku tidak bisa berkata apa-apa, aku terus meronta dan aku masih terbaring di tempat tidurku, dan hujan pun masih turun. Samar terdengar suara adzan maghrib, aku pun terbangun dengan kepalaku yang masih pusing. Aku pun segera ke kamar mandi, tadi itu aku rasa hanya mimpi buruk saja namun entah kenapa terasa sangat nyata sekali. Aku pun mengganti baju dan terlihat ada sebuah tapak legam berwarna merah kebiru-biruan disekitar mulutku.

Bentuknya seperti dua buah telapak tangan anak kecil. Berarti tadi itu bukannya mimpi. Setelah kejadian itu aku pun jatuh sakit sampai harus dibawa ke rumah sakit. Demamku pun tidak turun, namun yang aku tahu saat itu aku mengalami ketindihan atau orang-orang mengenal dengan istilah Erep-erep. Aku mengalaminya sendiri di kamarku.

Konon jika ada tempat tidur yang sudah tidak dipakai dalam waktu yang lama biasanya sering ada mahluk lain yang memakainya. Mungkin saat itu tempat tidurku sudah di isi oleh hantu anak kecil itu. Jangan sampai ini terjadi pada kamu, untuk mencegahnya lipatlah kasurmu jika kamu bepergian cukup lama atau kamu malah akan bertukar tempat tidur dengan mereka.

Share This: