Khodam Jahat

Terima kasih bang John yang sudah post ceritaku dan ini aku kirimkan ceritaku lagi, yang aku alami sendiri. Pembaca KCH kalian pasti pernah dengar dengan namanya khodam, yang ingin aku ceritakan ini adalah tentang khodamku. Awalnya aku belum sadar kalau aku punya khodam yang sangat berbahaya. Kenapa aku bilang berbahaya? Karena kalau aku dibuat kecewa marah dan sakit hati oleh seseorang dan aku mengumpat atau mendoakan yang buruk ke orang tersebut, khodamku akan mencelakai orang tersebut.

Intinya khodamku ini selain melindungi aku dia juga mencelakai orang lain. Pernah suatu ketika, waktu itu ada perayaan 17 Agustusan. Aku dan teman teman se-RT, ingin mengikuti lomba gerak jalan tapi kurang dana untuk beli seragamnya. Akhirnya aku berinisiatif meminta sumbangan warga seikhlasnya. Singkat cerita, proposal untuk minta sumbangan sudah siap dan disetujui ketua RT dan kepala desa.

Aku dan temanku sebut saja Yono, berkeliling minta sumbangan, kita naik motornya Yono. Dua hari sebelum hari H, tiba-tiba ibunya Yono marah marah ke aku ditempat umum. Aku dibilang tidak tahu malu, keliling pakai motor tiap hari tak pernah isi bensin. Harta siapa yang kau pakai punya orang tuamu? Itu yang beli anakku yang kerja di Taiwan. Orang tak punya tidak usah sok-sokan keliling cari sumbangan pakai motor.

loading...

Uangnya paling juga kau korupsi. Masih banyak hinaan yang dia lontarkan ke aku. Tanpa memberi kesempatan bicara. Padahal tiap aku ajak keliling si Yono selalu kuberi uang untuk beli bensin dan uang capek. Kenapa ibu Yono sampai bilang begitu. Pembaca KCH! seandainya dalam posisi seperti aku apa yang kalian rasakan? sampai orang tuamu dibawa-bawa. Waktu itu aku hanya menangis tapi dalam hati berkata “semoga saja kamu dapat balasan dari sakit hatiku ini, dan mulutmu itu rusak”.

Malam harinya Yono bilang sudah tak bisa bantu lagi ibunya tak mengijinkan. Di hari H tanggal 17 Agustus, kami mendapat kabar kalau Yono dan ibunya kecelakaan. Yono mengalami patah tulang lengan kiri, sedang ibunya koma, gigi depan rontok 6, menerima 5 jahitan dimulut, dan mengalami gegar otak. Kira-kira 2 minggu baru sadar dan mengalami amnesia selama 1 minggu. Waktu amnesia sering teriak seperti orang gila. Ada orang yang mau bunuh dia.

Berikutnya, saat itu ada kawan-kawan datang kerumahku mengajak nongkrong. Kebetulan sudah ada Yono dan Yudi lebih dulu. Kuajak mereka juga tapi mereka menolak bilang mau tetap dirumahku saja malas keluar. Jadi aku bilang ke kawan-kawan kalau aku tak bisa ikut karena Yono dan Yudi tak ikut. Masa ada orang main kerumah kutinggal keluar. Kawanku pun ngerti alasanku lalu mereka pergi tanpa aku. Setelah kawanku pergi, Yono juga pulang kerumahnya ambil motornya, dan mengajak Yudi.

Tanpa berkata apa-apa tinggalkan aku begitu saja dirumah sendirian. Padahal tadi bilangnya tidak mau keluar. Waktu itu aku kecewa banget, aku belain tidak ikut kawan nongkrong karena temanin dia. Aku malah ditinggal pergi nongkrong tanpa ngajak aku. Dalam hati aku berkata “semoga saja jatuh ditengah jalan tanpa dapat pertolongan”. Sahabat KCH, ternyata benaran terjadi, ban motornya tiba-tiba meledak semua ditengah jalan yang kanan kirinya hutan. Mereka berdua jatuh, Yono kakinya terkilir, Yudi cuma lecet saja. Sampai 5 km dia dorong tak ada bantuan sama sekali.

Sahabat KCH, masih banyak keusilan khodamku ini. Aku menyadari ini bukan suatu kebetulan pasti ada sesuatu. Aku punya 3 kawan yang indigo, 2 orang indigo karena alami. 1 orang karena membuka mata batinnya. Sebut saja Bayu, Rony, dan Dedy. Bayu kalau bicara sama aku tak berani menatapku. Katanya dibelakangku ada makhluk tinggi besar berbulu saking besarnya kepalanya tak tampak. Karena itulah dia tak berani menatapku.

Pernah dia membohongiku, dia kemudian diserang khodamku sampai kecelakaan dari motor dan hampir terlindas truk. Rony dan Dedy bilang khodamku ada 3. Belakang makhluk tinggi besar kayak king-kong. Sebelah kanan kakek jubah putih dan bersorban bawa tongkat dialah yang paling kuat. Dari jauh ada cewek cantik kadang ada, kadang pergi. Tak berani mendekat karena kalah sama yang dua.

Awalnya ketiga kawanku ini mengira aku dapat khodam yang berbahaya ini karena aku menganut ilmu hitam. Akhirnya aku suruh menerawang kehidupanku dimasa lalu baru mereka percaya kalau aku tak pernah belajar apa-apa. Mereka ikut aku ketika umurku 14 tahun. Rony dan Dedy tak berani menyentuhku karena kalau kami bersentuhan khodamku dan khodam mereka bertarung dan mereka kalah.

Makin lama khodamku makin kuat, aku jadi punya semacam kelebihan yang bisa mencelakai orang. Kawan-kawanku indigo berpesan kalau aku mudah emosi kekuatan mereka tambah besar, dan aku lama kelamaan akan dikendalikan. Aku pun merasakan yang sama apa yang dibilang kawanku. Aku merasa bukan diriku, aku merasa jauh lebih jahat.

Aku mulai cari cara bagaimana caranya bisa menghilangkannya. Aku tidak mau dikontrol setan. Bukan tidak mungkin suatu saat nanti khodamku ini mencelakaiku atau keluargaku. Aku mendekatkan diri kepada Allah. Rajin shalat dan aku puasa senin kamis sampai 2 tahun lebih. Aku berdoa setelah niat puasa senin kamis agar dihilangkan khodam jahat ini. Alhamdulillah sekarang sudah hilang. Karena kata kawanku yang indigo, tubuhku sudah ada pagar gaib alami karena puasa senin kamis tanpa bolong dan rajin shalat.

loading...