Kisah Kesya

Perkenalkan nama saya putri. Ini cerita pertama saya. Maaf apabila ada salah ketik. Langsung saja ya ceritanya. Hari ini libur sekolah di karenakan ujian nasional anak kelas IX. Hari libur adalah hari yang sangat tidak di senangi oleh Kesya. Di karenakan dia berada di rumah sendirian, sebenarnya di rumah Kesya ada bik imah pembantu di rumah Kesya tapi sekarang bik imah sedang ke pasar.

Kesya tergolong anak yang penakut dan pendiam. Kesya hanya merenung di halaman belakang rumahnya, dia berharap bisa berkumpul bersama kedua orang tuanya di saat hari libur seperti hari ini, tetapi kedua orang tua Kesya tergolong orang yang sibuk dan tidak bisa menyempatkan waktu bermain dengan Kesya. Kesya tergolong anak orang yang beradaberada keinginannya selalu di turuti oleh kedua orang tuanya tetapi Kesya juga kurang di kasih perhatian oleh kedua orang tuanya.

Tiba-tiba dari arah pohon sawo yang tak jauh dari tempat Kesya duduk ada sosok anak perempuan yang sebaya dengan Kesya memakai baju terusan berwarna putih sedang bergelantung dengan leher yang diikat dengan tali. Awalnya Kesya hanya diam dan memperhatikan anak perempuan tersebut yang sedang membelakanginya. Tak lama kemudian sosok anak tersebut berputar, dan kini sedang berhadapan dengan Kesya. “*Aa, argh” Kesya menjerit sejadi-jadinya dan menangis ketika melihat wajah anak perempuan itu.

loading...

Kesya sangat ketakutan dan badannya kaku tak bisa di gerakkan. Wajah anak perempuan itu sangat seram karena wajahnya hancur dan sudah tak berbentuk lagi, matanya melotot seperti mau keluar, mulutnya menyatu dengan bibir dan wajahnya berlumuran darah dan mengeluar kan bau anyir. Kesya sangat syok dan pingsan.

Ketika Kesya terbangun, papa dan mamanya serta bik imah berada di samping kesya. Mama Kesya sedang menangis melihat anak kesayangannya pingsan. Kesya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ketika Kesya di tanya papanya mengapa dia bisa begini, kesya hanya menggelengkan kepala. “*Aa, argh” kesya kembali berteriak kencang sekali dan langsung memeluk mamanya.

Ternyata anak perempuan yang berwajah hancur muncul lagi di hadapan Kesya. Tapi hanya kesya yang melihatnya. Kesya kemudian membuka matanya dan melepaskan pelukanya pada mamanya dan melihat ketempat di mana anak itu barada . “*Aa, argh.” kesya kembali berteriak dan pingsan, karena anak perempuan itu berada tepat di samping tempat tidur Kesya.

Keesokan harinya Kesya baru tersadar dari pingsannya. Papa dan mama Kesya izin tidak masuk kerja. Papa dan mama kesya menjaga Kesya. Saat Kesya sadar, kesya seperti orang yang ketakutan. Kesya kadang tertawa sendiri, kadang menangis dan kadang teriak-teriak. Papa dan mama Kesya sangat khawatir dan membawa Kesya ke dokter untuk di periksa.

Kata dokter Kesya terkena gangguan jiwa, Kesya pun di teruh di rumah sakit jiwa atas izin papanya Kesya. Mama Kesya sangat syok dan tidak menyangka bahwa putri semata wayangnya terkena gangguan jiwa. Bertahun-tahun Kesya belum pulih. Sampai saat ini papa dan mama kesya tidak mengetahui penyebab kesya terkena gangguan jiwa. Maaf kalau ceritanya kurang seram.

Facebook: Putry
Instagram: @putri_lecz12

Putry lecz

All post by:

Putry lecz has write 1 posts

Please vote Kisah Kesya
Kisah Kesya
Rate this post