Kisah Mistis di Asrama Telkom University

Sebenarnya cerita mistis, angker, dan juga seram yang ada di asrama putra maupun putri sudah beredar semenjak pertama kami menginjakan kaki di asrama Telkom University (Universitas Telkom) yang terbilang fasilitas lumayan lengkap dan juga biaya yang terjangkau. Beberapa kisah penampakan hantu wanita di lobby salah satu asrama putra, mahasiswi yang kerasukan dan yang paling sering di dengarkan oleh semua penghuni asrama ketika malam hari, termasuk saya adalah suara kursi yang di deret entah dari atas atau samping kiri atau pun kanan kamar, dan banyak suara aneh lainnya yang jelas tidak menyenangkan untuk di dengarkan di malam hari.

Tapi pada dasarnya saya orangnya cuek dan berusaha berpikir positif saja dan semester I berlalu begitu saja tanpa pengalaman mistis yang berarti. Setelah liburan semester akhirnya kami kembali masuk ke asrama Telkom University setelah meninggalkannya selama satu bulan kosong. Saya datang seminggu lebih setelah perkuliahan di mulai. Pertama menginjakan kaki di asrama hawanya memang terasa berbeda mungkin karena saya cukup lama meninggalkan asrama dan suasana asrama cukup sepi.

Karena ketika saya datang mungkin karena hari minggu jadi sebagian besar penghuninya sedang pulang ataupun liburan, kamar saya berada di lantai tiga. Ketika masuk kedalam kamar cukup aneh karena hawa terasa dingin, perlu di ketahui meskipun Telkom University berada di kota Bandung tetapi sama sekali tidak dingin jauh dari bayangan saya selama ini karena sekali lagi Telkom University berada di kabupaten Bandung bukan di kota Bandung yang sejuk, dan keadaan kamar saat itu sepi karena kedua teman saya sedang pulang ke rumah masing-masing.

Tetapi ada seorang teman yang menginap di kamar menemani teman saya, setelah acara kangen-kangenan berlalu akhirnya saya menanyakan perihal uang teman saya yang hilang. Sebelum saya datang dia sudah menceritakan kejadiannya lewat BBM tapi saya ingin tahu lebih jelas ceritanya dan menyimpulkan bahwa salah seorang teman mengambil uang dia. Sebulan berlalu sejak peristiwa hilangnya uang teman saya, kami mulai melupakan peristiwa itu sampai setelah pulang dari menemani teman saya menginap waktu itu, membeli hp di Bandung Electronic Centre (BEC) dan berjalan-jalan di BIP, kami pergi bertiga waktu itu.

Beberapa hari setelah itu saya terbangun di pagi hari ketika mendengar suara ngedumel dan barang yang di acak, ternyata teman saya sedang menggeledah lemarinya. Saya menanyakan ada apa dengan dia sehingga ribut-ribut di pagi hari dan ternyata uang dia kembali hilang. Saya kaget tentu saja karena ini sudah kedua kalinya dia kehilangan uang, akhirnya saat malam tiba disaat kami berempat berkumpul, saya memberitahu kedua roommate saya yang lain mengenai uang teman saya yang hilang lagi.

Waktu itu kita sempat mau minta tolong uwa (paman) teman yang katanya bisa melihat hal begituan tetapi karena suatu hal jadi tidak jadi, akhirnya teman saya menelepon mamanya dan mamanya pun berbicara kepada saya juga melalui telepon dan mengenai beberapa hal dan tentu saja di dengarkan oleh roommate saya yang lain karena saya meloudspeaker dan mereka tertawa tidak jelas karena cara saya berbicara yang aneh. Ketika kami mulai melupakan kejadian tersebut dan kembali lagi uang teman saya hilang.

Kali ini teman yang lemarinya berada selurus dengan lemari teman saya yang uangnya hilang dua kali, malam itu entah kenapa dia mengecek uangnya mungkin karena besoknya ingin ke Ciwalk. Saat itu saya baru selesai shalat dan kedua teman saya sedang sibuk dengan gadget masing-masing. Saat teman saya mengatakan dia kehilangan sejumlah uang kami langsung kaget, ini sungguh parah sudah tiga kali uang hilang semejak liburan semester II di Telkom University.

Saya merasa tidak enak sendiri karena di kamar ini hanya ada kita berempat meskipun terkadang ada teman yang menginap atau hanya main tapi tetap saja saya kasihan dengan kedua teman saya, mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa uang saya alhamdulillahnya tidak pernah hilang karena saya tidak menaruh uang dalam jumlah besar di lemari hanya uang receh tabungan saja dan di dompet pun hanya uang makan. Saya buru-buru mengeluarkan uang receh saya yang sudah di plester ke pecahan Rp 5000 dan Rp 1000 takut-takut uangnya juga hilang tetapi setelah saya hitung, saya sendiri lupa dengan jumlah awal uang saya *hehe.

Setelah berunding dan karena rasa penasaran yang overload akhinya kami memutuskan melapor ke helpdesk yang berada di lantai satu asrama Telkom University dan menceritakan peristiwa kehilang dari yang pertama sampai yang ketiga ini, teteh satpamnya juga bingung dan menanyakan beberapa pertanyaan dan akhirnya tetehnya pun bilang ingin melihat kondisi kamar kami, kami pun naik ke lantai tiga dan masuk ke kamar kami yang sangat berantakan dan bercerita dengan tetehnya dan ketika pembicaran mulai mengarah ke arah berbau mistis tetehnya pun permisi sebentar dan ketika masuk kembali kedalam, dia membawa seseorang bersamanya yang kami kenali sebagai salah satu SR (Senior Residance) yaitu kak L.

Awalnya kami bingung kenapa teteh membawa kak L ke dalam kamar asrama kami, sampai akhinya tetehnya berbicara kepada hani, “di kamar ini ada uang yang menurut kamu yang ngambil itu ya” tiba-tiba kami sadar kemana arah pembicaran ini guys ini tentang mistis. Kak L diam sesaat kemudian dia bilang kalau yang ngambil kayaknya bukan mereka, akhirnya kami malah cerita-cerita mengenai beberapa peristiwa kehilangan barang di asrama Telkom University B yang juga di bantu kak L katanya di kamar 310 di sebelah kamar kak L ada makhluk jahil yang suka sembunyikan barang yang untungnya setelah orangnya ngelapor ke kak L dan kak L ngobrol ke makhluk tersebut akhirnya barangnya di balikan.

Ada juga yang ngelapor kalau dia mendengar suara seperti kereta kuda di malam hari, selain itu anak-anak di lantai dua juga sering mengadu, karena kata kak L lantai dua itu penghuninya ramai sekali dan kami beserta tetehnya *deg-degan dan *parnoan sendiri jadinya. Akhirnya tetehnya pamit kebawah meninggalkan kami untuk melanjutkan cerita mistis, ternyata kak L memperoleh kemampuan melihat, mendengar dan berbicara dengan makhluk lain semenjak umur lima tahun setelah kakeknya meninggal dunia dan parahnya karena kemampuan indigonya dia sampai pindah sekolah berkali-kali dan sempat menjadi korban bullyan karena kemampuannya.

Pada suatu hari saat dia bermain dengan adiknya dia tidak sengaja membuka mata batin adiknya sehingga adiknya juga bisa melihat hal-hal begituan dan katanya sakit dua minggu, karena kaget dan kembali ke misteri asrama gedung B, kak L bilang kalau di setiap kamar itu ada penghuninya dan dengan konyolnya saya bertanya “kalau di sini ada nggak kak?” ya adalah katanya sambil matanya melirik ke seluruh kamar, kemudian dia bilang kalau berkaca jangan suka lama-lama, tiba *jderr kami berempat hobi banget yang namanya bekaca dan kalau di toilet jangan suka lama-lama, *jderr lagi saya kalau mandi bisa 1 jam.

Dan kamar harus bersih soalnya mereka suka tempat yang kotor, *jderrr lagi kamar kami meskipun di isi empat cewek tapi berantakan banget. Terus saya dengan sekuat tenaga bertanya “kalau di sini ada berapa kak?” Lalu kata kak L lebih dari dua, “kalau di kasur saya yang kebetulan berada di atas ada nggak?” Kak L ngelirik dulu ke arah kasur saya dan bilang ada, tib-tiba saya merasa merinding. Memang sejak memulai pembicaraan ini atmosfir kamar semakin dingin dan dingin, lalu mata kak L berkali-kali nampak gelisah.

“Mereka nggak suka di cerita dan sekarang pada ngumpul di sini dan mereka bilang bukan mereka kok yang ngambil”. Tiba-tiba bulu kuduk saya merinding, terus aku tanya mereka ada di sini? Dia lagi ngumpul soalnya biasa kalau mereka di omongin suka *kepo, terus saya tanya lagi “mereka di mana saja?” Kak L melirik ke arah seluruh penjuru kamar dan tiba-tiba dia bilang di belakang kamu juga ada. Tiba-tiba speechless saya saat itu, dan duduk di kasur okta yang berada di bawah kasur.

Saya mau pindah tempat tapi gengsi, kemudian okta bertanya kepada hani mengenai pengalamannya saat shalat malam beberapa hari yang lalu, saat itu dia mendengar ada suara wanita yang sangat lembut bernyanyi. Okta coba positif thinking, itu mungkin suara adisty tapi setelah di pikir-pikir lagi suara adis tidak sehalus itu.

“Kamu mendengar suaranya dari mana?” ucap kak L.
“Dari luar dari arah jendela” jawab okta.
“Suaranya terdengar jauh atau dekat?” tanya kak L lagi.
“Dekat kak”.

Oh berarti itu dari asrama Telkom University gedung A soalnya penguni gedung A rata-rata cewek dan banyak noni belanda jadi mungkin itu suara mereka dan mereka memang suka usil di jam shalat malam. Terus kami cerita mengenai beberapa keluarga yang juga punya kemampuan melihat dan kata kak L, indigo itu juga punya kemampuan yang berbeda-beda, ada yang bisa lihat dan interaksi ada juga yang bisa tahu kalau barang hilang dan lain-lain tergantung anugerah yang di berikan Allah katanya. “Kak L memang mereka wujudnya bagaimana saja?”

“Bermacam-macam yang jelas tidak ada yang bagus, ada yang setengah binatang setengah manusia, ada yang kerdil tetapi kepalanya kakek-kakek, ada yang badannya nggak lengkap, ada cewek dan ada cowok, ada yang tinggi besar tapi kalau hantu orang cina yang paling jahat juga seram dan saya masih nggak bisa ngebedain yang mana yang jin, setan, arwah yang belum di terima tapi mereka wujudnya nggak ada yang bagus”.

Terus adisty yang punya uwa juga bisa ngelihat bilang, saat pertama dia nganterin adisty ke asrama Telkom University, dia bilang hati-hati karena yang jaga di sini nenek-nenek terus kata kak L yang dulunya asrama di gedung C memang benar tapi nenek tua itu yang jalannya bungkuk, terus rambutnya di *cepol dan merupakan penjaga asrama gedung C. Katanya dulu temannya ada yang kena cakar karena katanya dia nantangin bareng teman-temannya, dia bilang begini “mana neneknya mau lihat *dong?” sambil tertawa-tawa, terus saat mereka nonton jam 10-an televisinya kayak kesemutan gitu.

loading...

Terus mereka nggak bisa tidur sampai jam tigaan terus besoknya mereka punya bekas cakar, kata kak L itu di cakar nenek tersebut, terus katanya yang berkuasa di asrama Telkom University gedung B itu cewek yang di bawah televisi. “Di bawah televisi mana kak? Lantai 1, 2, 3 atau 4?”. Lantai 3 katanya, demi apapun saya sering nonton sendirian jam 10 tapi kata kak L selama kalian tidak nantangin, dan ribut mereka nggak akan ngeganggu terus yang ngederet-deret kursi di malam hari itu memang mereka yang usil tapi itu cuman suara, terus di tangga juga sering ada anak kecil yang sering main jadi jangan suka lari-lari pokoknya jangan nantangin saja soalnya mereka nanti gangguin loh.

Saya akhirnya mengganti nada dering ponsel yang sebelumnya suara cewek menangis untuk ngejahilin teman, ke nada yang lebih normal terus katanya kalau kamar dingin itu berarti mereka ada di situ juga dan semenjak malam itu sampai sekarang atmosfir kamar kami semakin dingin. Ya saya tidak mau berspekulasi sendiri tapi selama tidak menggangu saya dan saya tidak melihat mereka mungkin saya akan berlaku cuek. Tetapi sekarang kami berempat tidurnya berduaan *haha. Sekian cerita mistis di asrama Telkom University, semoga cerita ini menyadarkan kalian semua kalau di mana pun kalian sebenarnya mereka selalu ada mengintai karena mereka suka dengan kehangatan tubuh kalian yang tidak pernah mereka miliki.

Friska Vhe

Friska Vhe

All post by:

Friska Vhe has write 9 posts

Please vote Kisah Mistis di Asrama Telkom University
Kisah Mistis di Asrama Telkom University
1 (20%) 1 vote