Kisah Mistis di Pantai Karang Bolong

Kisah ini berawal tahun 2012, ketika teman saya ada sebuah kegiatan selama 4 hari 5 malam dan akhirnya menginap di sebuah hotel bersama dengan temannya. Saya akan bercerita di posisi teman saya ini. Kamar tempat saya menginap di kamar lantai 5 nomor sekian. Pada malam jumat, saya di telepon teman yang berada di kampung minta menemani dia pergi ke pantai Karang Bolong. Saya keluar dari hotel menuju jalan raya dan dia sudah menjemput di situ membawa mobil pribadi, teman saya yang satunya tinggal di hotel.

Tidak banyak bicara kami berangkat menuju suatu tempat. Ternyata masuk ke areal pantai Karang Bolong, jika berdiri di pintu masuk Karang Bolong posisi jam 2 dari mulut Karang Bolong, kurang lebih 100 meteran dari situ. Mobil diparkir tepat di depan sebuah villa yang ternyata itu tempat tinggal karyawan penjaga/pelayan villa. Menuju tempat itulah kami masuk dan disambut baik oleh tuan rumah yang sudah berumur setengah tua. Tidak ada obrolan yang ditutup-tutupi dari pendengaran saya. Semua dapat saya dengar dengan jelas. Dari sinilah saya tahu persis apa maksud teman saya tadi.

Ternyata lubang gua kecil yang diceritakan di atas, tempat memanggil jin mungkin lokasi untuk bertapa, atau entah apalah namanya. Saya katakan saja jin, dan jin ini ada namanya. Jin ini bisa dipanggil dengan melalui wiridan. Pelaku masuk membawa berbagai persyaratan, antara lain membawa madat (sesajen). Waktu melakukan wiridan dimulai jam 12 malam sampai menjelang waktu adzan subuh.

Menurut cerita kuncen, yang sekaligus penjaga villa tadi, jin ini bisa dipanggil untuk di mintai apa saja yang kita minta dalam bentuk kekayaan seperti uang, emas, atau intan berlian. Jika wiridan di kabulkan, maka jin itu datang dengan penampilan seperti kyai, berjubah hitam atau serba putih. Ketika jin hadir menjumpai pemanggil, jin akan mengucapkan salam. Dan, di situlah antara pemanggil dan jin bisa berkomunikasi. Pemanggil disarankan hanya menyampaikan permintaan saja kepada jin.

Jika ingin diberi uang, tinggal katakan berapa milyar yang diminta, walaupun belum tentu diberinya uang bisa jadi minta uang diberi intan. Bagi yang berhasil di berikan uang, syarat selanjutnya adalah uang harus dibersihkan dulu dengan dibayarkan zakatnya sebelum di gunakan. Uang di utamakan untuk membayar hutang dan tidak boleh digunakan untuk hal yang haram konon uang akan hilang jika di gunakan selain itu.

Itulah yang dilakukan oleh teman saya tadi. Dari habis maghrib sampai subuh kami bertiga tidak tidur. Yang masuk gua hanya peminta, kami hanya menunggu di luar dalam kegelapan malam dan deburan ombak tanpa henti. Syarat bagi pemanggil selama wiridan tidak boleh mengantuk sedikitpun. Alhasil, gagal! Jin tidak datang sampai terdengar suara adzan. Kami pulang ke villa lagi. Ngopi dan makan-makanan sisa semalam.

Sepanjang waktu menunggu jam 12, saya terus ngobrol dengan Kuncen tadi. Saya termasuk orang yang suka penasaran dan ingin tahu lebih dalam kalau yang namanya cerita-cerita mistis seperti itu. Menurut Kuncen, yang berhasil belum pernah ada. Belum pernah ada yang berhasil diberi uang atau intan, kecuali batu cincin. Kegagalan sering terjadi karena pelaku mengantuk atau badannya tidak bersih atau nafsunya masih serakah. Menurutnya, banyak dari mereka yang melakukan, bertemu dengan jin itu.

Tetapi tidak ada yang diberi sesuai permintaan, bahkan ada juga yang lari ketakutan. Dia sendiri pernah melakukannya dan diberi sebongkah intan. Saya tidak percaya begitu saja, saya minta izin untuk melihatnya. Astaga, benar intan! Besarnya sebesar buah nangka lonjong yang ukuran beratnya 4 kiloan. Tapi tidak bisa dijual, karena begitu dites di toko emas, katanya masih intan mentah. Dia belum bisa menyempurnakannya dengan cara mistis pula.

loading...

Oh ya mengenai teman saya yang tinggal di kamar hotel. Ketika saya tinggalkan main ke pantai Karang Bolong, dia sendirian tinggal di kamar baca-baca buku. Dari luar ada yang mengetuk-ngetuk pintu sampai tiga kali, suruh masuk tidak mau masuk. Begitu di buka pintu, eh tidak ada siapa-siapa. Dia lari pontang-panting. Ketika hal ini saya ceritakan kepada Kuncen, dia hanya tersenyum.

Ternyata Kuncen tadi adalah mantan karyawan hotel yang saya tempati. Beliau tahu persis bahwa kamar tempat saya menginap tersebut berada di lantai 5 itu adalah bekas seorang karyawan yang melakukan bunuh diri dengan terjun dari lantai 5 hotel ketika menjadi buron karena melakukan kejahatan di tempat kerjanya. Sekian kisah mistis di pantai Karang Bolong ini.

Friska Vhe

Friska Vhe

All post by:

Friska Vhe has write 9 posts

Please vote Kisah Mistis di Pantai Karang Bolong
Kisah Mistis di Pantai Karang Bolong
Rate this post