Kisah Nyata Dari Pedagang

Hay pembaca KCH. Dwi akan bercerita kisah nyata yang di alami para pedagang pasar. Mungkin kisah ini sedikit tabu di era zaman sekarang, tapi memang beginilah adanya. Sebut saja bude tus, ia bercerita kepadaku dan lainnya ketika kami sedang berkumpul. Biasa dari pada bikin cerpen tak jelas kenyataannya dan ngomongin orang lain mending ngobrol tentang kisah yang di alami diri sendiri *hehe.

loading...

Lanjut cerita, waktu itu bude tus hendak berangkat ke pasar seperti biasa. Jam 4 atau 5 pagi selalu sudah naik angkot langganan beserta barang dagangan dan teman-teman lainnya. Di perjalanan ketika melewati gudang pupuk kosong, dia mendengar suara merdu ciri khas kuntilanak. Kemudian dia bertanya pada yang lain, tapi tidak ada seorangpun yang mendengar suara ketawa itu.

Karena penasaran ia pun menoleh ke arah jendela angkot, dan melihat ke arah sumber suara. Namun apa yang ia lihat? Ternyata ada miss kunti sedang asyik nongkrong di atas bangunan kosong itu, kakinya sambil di ayun-ayunkan seperti sedang bersantai. Karena hanya bude yang melihat, akhirnya dia ketakutan lalu diam sambil memeluk dagangannya.

Tapi anehnya ketika sudah di pasar dagangannya laris dan cepat habis. Sehingga bude pulang lebih awal. Lain waktu bude pernah berangkat pasar jam 2 atau 10 malam. dan ketika pulang jam 5 pagi dengan berjalan kaki, tapi dia tidak sendirian. Hanya ber 2, dengan teman perjuangannya yang masih sekampung. Nah pas mau arah pulang, masih di area Simbarwaringin, ada rumah paling mewah berlantai 2.

Di depan gerbang rumah itu ada sebuah tempat duduk kanan kiri semacam buk atau bis (sebutan di daerah kami). Nah pas mau melewati rumah itu kira-kira masih 2 meter lagi. Mereka berdua melihat 2 anak kecil botak sedang asyik duduk sambil bermain di buk, 2 anak itu tidak pakai baju, hanya pakai celana dalam warna putih saja. Bude tus bertanya pada temannya “itu anak siapa jam segini sudah keluyuran, apa emaknya mau mandiin tapi ini bocah pada kabur ya?” kata bude pada temannya.

Tiba-tiba ada motor lewat, dan kedua anak kecil itu hilang setelah tersorot lampu motor. Belum sempat hilang rasa heran dan pertanyaan dalam hati belum terjawab, tiba-tiba bulu kuduk mereka merinding. Dan langkah kaki pun di percepat. Banyak cerita horor yang di alami para pedagang di pasar.

Tapi lain waktu saja saya akan bercerita, tapi dari kisah narasumber lain tentunya. Sekian dan terima kasih. Mau tambah teman denganku? Bagi yang ramah dan ikhlas saja ya, *hehe.
Fb: dwy dwi dandwi

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts