Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta (Bagian 2)

Sebelumnya kisah pak ustad: gara-gara kompetisi cinta. Pak ustad yang sebenarnya sudah merasakan ada aura negatif kemudian meminta budi untuk duduk di dekatnya. Pak ustad kemudian berkata akan mencoba mengusir penyakit dalam diri budi. Budi kemudian diminta memejamkan matanya dan tidak boleh membukanya sebelum pak ustad menyuruhnya.

Pak ustad kemudian memijat kaki budi yang sebelah kiri. Saat dipijat budi merasakan kakinya terasa panas dan makin lama makin panas, sebenarnya budi sudah merasa tidak tahan dan ingin membuka matanya tetapi dia tidak berani karena pak ustad melarangnya. Akhirnya setelah setengah jam dipijat dan rasa panasnya mereda pak ustad kemudian meminta budi membuka matanya dan berpesan agar budi segera pulang dan tidur.

Apapun mimpinya budi diminta segera menceritakannya kepada pak ustad. Budi akhirnya pulang dan langsung tidur dirumahnya. Malam harinya dia bermimpi seolah melakukan kilas balik, dia merasakan badannya dibawa ke beberapa hari yang lalu. Tiba-tiba dia sudah berada didepan rumah winda. Saat itu gerimis dan sudah maghrib. Dia melihat winda sedang menelepon, entah bagaimana caranya dia masuk berjalan dengan menembus pintu rumah winda, budi terkejut tapi dia serasa dituntun mendekati winda yang sedang menelepon.

Terdengar winda menelepon sambil tertawa lepas dan terlihat sangat bahagia. Budi merasa sangat penasaran tetapi dia tidak bisa mendengar suara dari seberang telepon winda. Budi mencoba menyentuh winda dan kembali terjadi tangannya melewati winda dan winda tidak menyadari keberadaannya. Selang beberapa menit kemudian setelah winda mematikan teleponnya dari arah depan rumah terdengar suara pintu diketuk.

Budi mengikuti winda yang berjalan kearah pintu. Setelah pintu dibuka budi melihat winda sangat senang dengan kedatangan orang itu dan budi terkejut karena yang datang saat itu adalah si polisi dan lebih terkejut lagi budi melihat ada ratusan makhluk berwarna hitam dan bermata merah ikut datang bersama si polisi. Budi kemudian melihat winda mempersilahkan si polisi masuk kedalam rumahnya, dan mereka mengobrol dengan akrabnya.

Tetapi anehnya makhluk hitam itu masih tetap berdiri didepan pintu. Beberapa waktu berlalu winda dan si polisi makin terlihat akrab dan winda kemudian mengajak si polisi ikut makan malam bersama keluarganya. Merekapun akhirnya makan malam bersama dengan keluarga winda. Terlihat sekali penerimaan dan keakraban yang membuat hati budi sakit sekali melihatnya karena dia ternyata diperlakukan tidak se-spesial si polisi oleh winda, tetapi saat itu dia cuma bisa melihat saja karena dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Makan malam berakhir dan budi melihat mereka berdua kembali keruang tamu dan melanjutkan obrolannya. Budi terus memperhatikan winda dan si polisi dan mencoba untuk merekam pembicaraan yang mereka lakukan dengan saksama dan sampai pada saat si polisi kemudian menyatakan rasa cintanya kepada winda. Winda yang saat itu terlihat sedang sangat merasa nyaman mengatakan kalau dia sekarang sudah menjalin hubungan dengan budi dan dia merasa kasihan kalau seandainya dalam waktu dekat ini harus memutuskan hubungannnya dengan budi yang winda bilang adalah orang yang sangat baik.

Kemudian winda melanjutkan kalau sebenarnya dia tidak merasakan cinta pada budi walaupun dia tahu kalau budi sangat mencintainya. Winda kemudian meminta waktu selama dua minggu untuk memikirkan tawaran si polisi karena dia mengakui kepada si polisi kalau dia merasa nyaman sekali bersamanya. Si polisi tersenyum dan akan menunggu waktu dua minggu untuk keputusan winda dan dia berkata berharap winda bisa menerimanya dan memutuskan hubungan dengan budi.

Si polisi kemudian berjalan kearah motornya dan mengambil sebuah kado yang kelihatannya sudah dia persiapkan. Kado itu kemudian diberikan kepada winda. Winda sangat senang sekali melihatnya. Winda kemudian meminta ijin si polisi untuk melihat isinya dan saat kado itu dibuka yang ternyata berisi 5 buah jilbab yang membuat winda merasa senang sekali, tetapi hal menyeramkan dilihat budi saat itu, ratusan makhluk hitam bermata merah yang mengikuti si polisi tiba-tiba bergerak masuk kedalam rumah winda dan secara cepat sekali entah bagaimana caranya tiba-tiba seperti masuk kedalam jilbab tersebut.

loading...

Satu persatu makhluk itu masuk dan tersisa 3 mahluk hitam itu yang tidak masuk tetapi berdiri menunggu diluar. Jilbab pemberian si polisi kemudian langsung dicoba oleh winda dan dia merasa sangat senang karena merasa sangat cocok memakainya. Si polisi kemudian berpamitan kepada winda dan winda mengantarnya sampai gerbang rumahnya. Budi melihat si polisi pergi dan diikuti oleh 3 makhluk yang tidak ikut masuk kedalam jilbab winda. Bersambung kisah pak ustad: gara-gara kompetisi cinta (bagian 3).

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts

Please vote Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta (Bagian 2)
Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta (Bagian 2)
Rate this post