Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta

Kisah Pak Ustad adalah cerita yang aku ceritakan kembali dari teman atau dari saudara yang telah menceritakan pengalamannya sebagai seorang yang bisa melakukan pengobatan terhadap orang yang mengalami gangguan dari hal-hal yang berbau mistis. Cerita ini tidak cuma bersumber dari satu orang saja tetapi dari beberapa orang yang aku ceritakan satu persatu berdasarkan kisah yang langsung dituturkan oleh narasumbernya.

loading...

Nama mereka aku tulis sebagai “Pak Ustad” atau tidak aku sebutkan, begitu juga nama-nama yang lain aku samarkan termasuk lokasi kejadiannya tidak disebutkan secara mendetail semata-mata untuk menjaga privasi dan kenyamanan orang yang ada dalam cerita ini.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, kejadian ini menimpa budi (nama samaran). Waktu itu budi memiliki seorang pacar namanya Winda (nama samaran). Mereka berkenalan sewaktu KKN (kuliah kerja nyata) yang kebetulan lokasinya bersamaan. Di lokasi KKN inilah mereka mulai berkenalan dan kemudian saling suka (Cinlok yang namanya *hehe).

Di saat yang sama dilokasi KKN ini winda ternyata disukai oleh salah seorang polisi yang kebetulan bertugas dilokasi KKN tersebut. Sang polisi sangat gencar mendekati winda dan terjadilah persaingan yang cukup ketat untuk mendapatkan atau meluluhkan hatinya winda. Di saat yang sama winda merasa bimbang karena dia menyukai perhatian dan kebaikannya budi, tetapi juga dia adalah seorang yang menyukai orang yang berprofesi sebagai aparat keamanan, alasannya mereka terlihat gagah dan berwibawa disamping itu dia merasa sosok seperti itulah yang bisa melindunginya.

Hal inilah yang membuat kompetisi merebut hati winda semakin memanas disaat winda tidak dapat atau sulit menentukan sikap mengenai pilihannya. Di saat yang sama ternyata winda sudah memiliki pacar seorang lelaki yang sudah beristri. Bertambah ketat pula persaingan mereka. Mereka saling bergantian mencoba menarik perhatian winda, kecuali si budi akhirnya mencoba mundur teratur karena dia merasa jelas kalah bersaing dengan mereka semua yang sudah bekerja.

Waktu berlalu akhirnya masa KKN berakhir dan mereka akhirnya harus kembali lagi ke kampus. Kisah persaingan mereka ini berlanjut dan tersisa budi yang sudah ingin berniat mundur dengan si polisi yang terus berusaha mendekati winda, disisi lain winda sudah putus dengan pacarnya yang merupakan suami orang. Lambat laun winda dan budi kembali semakin dekat karena mereka sering bertemu di kampus sedangkan si polisi jarang bertemu lagi dengan winda karena alasan jarak yang jauh.

Lambat laun hubungan budi dan winda semakin dekat dan akhirnya mereka “jadian”. Mendengar hal itu si polisi menjadi tertantang dan disaat yang sama semakin intensif mendekati winda walaupun sudah mengetahui winda dan budi sudah berpacaran. Di sisi lain winda ternyata tidak memberitahukan budi mengenai hubungan komunikasi yang masih dijalin antara dia dan si polisi.

Beberapa waktu hubungan budi dan winda berjalan tanpa ada kecurigaan budi. Sampai pada suatu hari budi merasa kesehatanya mulai menurun, dia sering mengeluhkan sakit kepala yang tidak dia ketahui penyebabnya, dia sering bermimpi buruk, nafsu makannya juga mulai berkurang dan setiap berkunjung kerumah winda dia merasa tidak nyaman berada disana.

Budi akhirnya berobat ke dokter tetapi hasil pemeriksaannya semua normal dan tidak ada masalah bahkan dilakukan juga pemerikasaan radiologi yang kembali mengindikasikan bahwa dia sehat-sehat saja. Hari itu setelah pulang berobat dari dokter budi mampir kerumah pamannya. (Pamannya budi selanjutnya aku sebut pak ustad). Sesampai disana dia cuma tiduran saja, badannya terasa tidak karuan dan merasa sangat gelisah.

Sore hari saat pamannya pulang bekerja, pak ustad merasa ada aura negatif dari arah budi yang sedang tertidur diruang tamu. Pak ustad kemudian membangunkan budi dan menanyakan apakah dia sedang sakit. Budi yang mengetahui pak ustad sudah datang segera terbangun dan mengatakan beberapa hari ini kepalanya terasa tidak karuan dan dia datang kerumah pak ustad untuk minta dipijitkan kepalanya dan didoakan mungkin saja bisa sembuh dan dia juga menceritakan pemeriksaan yang dia lakukan di dokter kepada pak ustad.

Selanjutnya pak ustad yang sudah mengetahui ada hal aneh pada diri budi kemudian meminta budi untuk membersihkan diri dahulu dan melaksanakan shalat maghrib. Setelah shalat maghrib, budi kemudian dipanggil pak ustad, diruang tengah mereka mengobrol, pak ustad menanyakan apakah sejak kapan budi menderita sakit kepala, apakah budi punya musuh saat ini, apakah ada masalah dengan seseorang dan apakah budi dan apakah ada sesuatu yang dia makan dan terasa ada yang aneh.

Budi kemudian bercerita awal mulanya dia sakit kepala dan selanjutnya dia merasa tidak punya musuh saat itu dan merasa tidak ada hal aneh sebelum dia merasakan sakitnya ini. Budi juga bercerita kalau dia selalu bermimpi buruk dan merasakan ada yang mengawasinya. Bersambung di kisah pak ustad: gara-gara kompetisi cinta (bagian 2).

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts

Please vote Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta
Kisah Pak Ustad: Gara-gara Kompetisi Cinta
Rate this post