Kisah Pak Ustad: Karena Iri Hati

Kisah Pak Ustad adalah cerita yang aku ceritakan kembali dari teman atau dari saudara yang telah menceritakan pengalamannya sebagai seorang yang bisa melakukan pengobatan terhadap orang yang mengalami gangguan dari hal-hal yang berbau mistis. Cerita ini tidak cuma bersumber dari satu orang saja tetapi dari beberapa orang yang aku ceritakan satu persatu berdasarkan kisah yang langsung di tuturkan oleh narasumbernya.

Nama mereka aku tulis sebagai “Pak Ustad” atau tidak aku sebutkan, begitu juga nama-nama yang lain aku samarkan termasuk lokasi kejadiannya tidak disebutkan secara mendetail semata-mata untuk menjaga privasi dan kenyamanan orang yang ada dalam cerita ini.

Suatu hari saudaraku yang sering dimintakan tolong membantu orang yang mengalami gangguan dari hal-hal gaib bercerita kepadaku tentang salah seorang keponakanku yang dia temukan sakit sudah seminggu lamanya dirumahnya saat berkunjung kesana. Selanjutnya saudaraku ini aku sebut “Pak Ustad”. Pak ustad bercerita bahwa sebulan yang lalu saat akan membeli sesuatu ke kota dia menyempatkan diri untuk mampir dirumah salah satu keponakan.

Di sana dia dikejutkan oleh kondisi keponakan yang katanya sudah seminggu lamanya merasakan sakit kepala yang teramat sangat yang menyebabkan kondisinya semakin lemah. Saat itu istrinya bercerita bahwa dia sudah membawa suaminya berobat ke dokter bahkan sudah di CT-Scan di rumah sakit tetapi kata dokter semua tidak ada masalah dan semua normal sehingga dokter cuma meresepkan obat menghambat rasa sakit dan diminta beristirahat saja.

Pak ustad kemudian bertanya sekitar seminggu yang lalu sebelum suaminya sakit siapa saja yang pernah berkunjung kerumahnya. Istri keponakanku bercerita kalau seminggu yang lalu ada pamannya yang datang, tetapi istri keponakanku tidak tahu kapan datangnya sampai dia menemukan pamannya sudah berada disekitar sumur dibelakang rumah.

Pada saat itu dia segera mempersilahkan pamannya masuk tetapi pamannya menolak dan berkata tidak akan pernah mau masuk kedalam rumah itu. Istri keponakanku heran kenapa pamannya tiba-tiba jadi ketus pada dirinya padahal selama ini hubungannya baik-baik saja. Tetapi saat itu dia tidak mengambil hati atas perkataan pamannya itu dan tepat keesokan harinya suaminya mulai sakit mengeluhkan sakit kepalanya yang tak kunjung sembuh sampai saat ini.

Pak ustad yang mendengar itu terdiam beberapa saat kemudian berkata bahwa sakit keponakan ini bukan penyakit medis tetapi karena ada kiriman seseorang sehingga pemeriksaan medisnya tidak menemukan keganjilan. Untuk membuktikannya pak ustad kemudian mengajarkan sepenggal doa pendek kepada istri keponakanku dan diminta membacanya selama satu minggu sehabis shalat maghrib.

Pak ustad juga mengatakan agar siapapun tamu yang datang kerumah dengan alasan apapun harus di jamu dengan baik selayaknya tamu biasanya yang berkunjung. Pak ustad juga berpesan kalau seminggu lagi datanglah berkunjung kerumah pak ustad dan menceritakan pengalamannya selama mengamalkan doa itu. Istri keponakanku menyanggupinya dan berjanji seminggu lagi akan datang kerumah pak ustad.

Seminggu kemudian datanglah keponakanku bersama istrinya kerumah pak ustad dan dia mengabarkan bahwa kondisinya sudah pulih seratus persen. Dia juga bercerita tepat tiga hari setelah istrinya mengamalkan doa yang diajarkan pak ustad kondisi kesehatannya berangsur membaik dan dihari itu juga mereka kedatangan tamu yaitu paman dari istrinya yang dahulu pernah datang kerumahnya berkunjung.

Pak ustad kemudian bertanya apakah dia menjamu pamannya yang datang dengan baik. Keponakanku mengatakan bahwa mereka menjamunya dengan baik selayaknya menjamu tamu apalagi anggota keluarga. Kemudian sehari setelah kunjungan kerumah, pamannya itu menderita sakit sampai sekarang belum sembuh. Keponakanku kemudian kembali berkata mungkin pamannya itu iri karena dia selama ini selalu sukses dalam berusaha khususnya dalam bercocok tanam sedangkan pamannya sering gagal dalam berusaha.

loading...

Pak ustad kemudian berkata janganlah berprasangka buruk pada orang lain, sebaiknya menjaga tali silaturahmi. Pak ustad kemudian mengatakan kalau setelah kembali kerumah, keponakanku disuruh untuk menjenguk pamannya. Pak ustad menyuruh keponakanku membaca doa itu sampai pak ustad menyuruhnya berhenti untuk mengamalkannya. Keponakanku kemudian mengikuti petunjuk pak ustad, sepulangnya dari sana dia menjenguk pamannya yang ternyata sakitnya sama dengan sakit yang pernah dia derita.

Sepulang kerumahnya dia mengikuti saran pak ustad untuk terus mengamalkan doa yang diajarkan itu dan selama itu pula paman dari istri keponakanku itu sakit, baru setelah sepuluh hari kemudian pak ustad menyuruh mereka berhenti membaca doa itu dan baru kemudian pamannya yang sakit itu sembuh. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

You Shouldn't Read Alone (english)Ndak Bae Mece Mesak-Mesak (sasak)Suka Segala Sesuatu Tentang Pesawat Khususnya Pesawat Tempur, Alutsista, Militer, Film, Cerita Hantu, IT, Astronomi, History ect.Fb. Yandi LaluInstagram. @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 71 posts