Kisah Pak Ustad: Menangkap Si Pengincar Bayi

Kisah Pak Ustad adalah cerita yang aku ceritakan kembali dari teman atau dari saudara yang telah menceritakan pengalamannya sebagai seorang yang bisa melakukan pengobatan terhadap orang yang mengalami gangguan dari hal-hal yang berbau mistis. Cerita ini tidak cuma bersumber dari satu orang saja tetapi dari beberapa orang yang aku ceritakan satu persatu berdasarkan kisah yang langsung di tuturkan oleh narasumbernya.

Nama mereka aku tulis sebagai “Pak Ustad” atau tidak aku sebutkan, begitu juga nama-nama yang lain aku samarkan termasuk lokasi kejadiannya tidak di sebutkan secara mendetail semata-mata untuk menjaga privasi dan kenyamanan orang yang ada dalam cerita ini.

Kejadian ini sudah berlangsung lama sekitar sepuluh tahun yang lalu. Kejadiannya tepat disamping rumahku yang merupakan rumah pamanku. Kejadian ini juga ada hubungannya dengan makhluk supranatural yang disebut tu*e*ak. Sebagaimana diketahui umum ditempatku, orang atau aku lebih senang menyebutnya makhluk ini paling gemar memakan bayi tidak secara harfiah memakan seperti makan nasi tetapi menghisap darahnya sampai si bayi mati, mirip vampire ya.

loading...

Malam itu saat sedang menonton film disalah satu stasiun televisi aku mendengar suara keponakanku yang baru sebulan dilahirkan terus menerus menangis, padahal waktu itu jam sudah menunjukan jam satu malam, aku pikir dia cuma lapar saja tetapi nangisnya kok gak berhenti-berhenti sampai film yang aku tonton sudah habis. Aku berinisiatif bertandang dan menayakan kenapa kok nangis terus si bayi.

Sepupuku yang aku tanyapun tidak tahu apa alasan si bayi menangis terus sampai kemudian salah satu adiknya (sepupuku yang lain) yang memang punya kemampuan “lebih” keluar dari kamarnya (kita sebut saja namanya “pak Ustad”) dan menyuruh si bayi dan bapaknya masuk kembali kedalam kamar kemudian pak ustad menyuruhku pulang saja dan jangan keluar rumah.

Aku menurutinya karena saat itu rasanya ngeri juga kalau ada hal-hal aneh terjadi dan aku melihatnya langsung. Sesampai dirumah aku masih mendengar si bayi menangis walau sesekali terdiam. Berselang satu jam kemudian aku mendengar suara seperti orang yang terjatuh cukup keras tepat dari depan rumah disebelah pohon kelapa. Aku mendengar suara pak ustad keluar membuka pintu gerbang rumahnya, saat itu aku sempat bertanya dari jendela ada kejadian apa disana tetapi dia menyahut kalau tidak ada apa-apa dan sebaiknya aku pergi tidur saja.

Merinding juga waktu itu sebenarnya, tetapi karena saat itu takut juga akhirnya aku masuk kamar dan pergi tidur. Pagi harinya aku menanyakan kepada pak ustad apa yang terjadi semalam, dia pun tidak keberatan menceritakannya. Katanya begini, saat itu sewaktu dia menyuruhku masuk kedalam rumah sebenarnya dia sudah merasakan ada kehadiran si tu*e*ak disekitar rumah, dia kemudian menunggu mahluk tersebut untuk lebih dekat kerumahnya supaya bisa dia segel dengan sebuah ilmu yang namanya “sempoter” (ilmu atau ajian yang membuat makhluk yang terkena badannya akan membeku tidak bisa bergerak sampai si perapal ajian ini membebaskannya dan seandainya makhluk itu berubah wujud menjadi binatang saat terkena ajian itu maka dia tidak akan bisa berubah menjadi manusia sampai si perapal ajian itu membukanya).

Berselang satu jam kemudian setelah aku masuk rumah, makhluk itu terkena ajian itu, jadi itulah suara jatuh dari depan rumah dibawah pohon kelapa. Setelah itu pak ustad mendekatinya dan menyuruh makhluk itu berdiri. Makhluk itupun mengikuti perkataan pak ustad, kemudian dia kembali masuk kerumah dan memanggil bapaknya (pamanku) yang kemudian sama-sama menginterogasi makhluk itu.

Makhluk itu mengaku kalau sebenarnya dia mengincar si bayi keponakanku karena saat lewat dia mencium bau darah bayi yang segar dari rumah pamanku. Itulah kemudian yang membuat si bayi menjadi rewel karena namanya bayi sangat sensitif oleh hal-hal gaib. Tetapi belum sempat dia mendekati kamar si bayi dia terjatuh saat terbang karena terkena ajian sempoter.

Setelah itu pak ustad menasehatinya agar sebaiknya dia meninggalkan ilmu hitam ini dan jangan pernah lagi kembali lagi mengganggu keluarga kami. Makhluk itupun berjanji tidak akan pernah berani datang lagi. Tetapi sebagai hukuman pak ustad tidak segera melepaskannya dan membiarkan makhluk itu tetap berdiri mematung disana tanpa bisa bergerak atau berbicara karena masih tersegel.

Baru kemudian setelah adzan subuh pak ustad kemudian melepaskan segelnya dan menyuruh makhluk itu segera pulang sebelum orang-orang melihatnya. Dia pun pulang setelah wujudnya berubah kembali menjadi manusia biasa. Saat aku menanyakan siapa sebenarnya makhluk itu pak ustad tidak mau menceritakannya karena sebenarnya kami sekeluarga mengenalnya dan tidak mau orang itu menanggung malu. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts

Please vote Kisah Pak Ustad: Menangkap Si Pengincar Bayi
Kisah Pak Ustad: Menangkap Si Pengincar Bayi
Rate this post