Kisah Pak Ustad: Persaingan Usaha

Kisah Pak Ustad adalah cerita yang aku ceritakan kembali dari teman atau dari saudara yang telah menceritakan pengalamannya sebagai seorang yang bisa melakukan pengobatan terhadap orang yang mengalami gangguan dari hal-hal yang berbau mistis. Cerita ini tidak cuma bersumber dari satu orang saja tetapi dari beberapa orang yang aku ceritakan satu persatu berdasarkan kisah yang langsung dituturkan oleh narasumbernya.

Nama mereka aku tulis sebagai “Pak Ustad” atau tidak aku sebutkan, begitu juga nama-nama yang lain aku samarkan termasuk lokasi kejadiannya tidak disebutkan secara mendetail semata-mata untuk menjaga privasi dan kenyamanan orang yang ada dalam cerita ini.

Kisah ini bermula disaat saudaraku yang selanjutnya aku sebut pak ustad kedatangan seorang tamu yang tak lain adalah salah seorang keponakannya. Keponakannya ini mengeluh tentang usaha salon kecantikan yang sudah lama dia rintis tetapi dalam dua bulan terakhir, salon kecantikan yang semula ramai dengan aktivitas menyewakan baju pengantin dan perawatan ini tiba-tiba sepi pengunjung.

Segala usaha sudah dia lakukan dari program promosi bahkan perawatan gratis bagi penyewa pakaian ditempatnya, tetapi tetap saja orang tidak ada yang tertarik dan usaha dari keponakan pak ustad ini lambat laun mulai redup dan hampir bangkrut, bahkan sekarang salon kecantikannya lebih mirip gudang yang sudah tidak dihuni. Di kediaman pak ustad dia kemudian menceritakan masalahnya dan pak ustad mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan keponakannya.

Kemudian pak ustad bertanya kepada keponakannya apakah selama ini punya musuh dilingkungan sekitar atau ada pelanggan yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang dia berikan. Semua pertanyaan itu dia jawab dengan mengatakan tidak, bahwa dia tidak pernah merasa memiliki musuh ataupun tidak pernah merasa ada pelanggan yang komplain dengan pelayanan yang dilakukannnya.

Pak ustad kemudian bertanya adakah saingannya disekitar sana yang mempunyai usaha yang sama dengannya. Keponakan pak ustad ini juga menjawab kalau disekitar tempatnya tidak ada usaha yang sejenis, kalaupun ada tempatnya cukup jauh dari lokasi usaha salon kecantikannya. Mendengar penjelasan keponakannya pak ustad kemudian terdiam sejenak dan akhirnya mengajarkan sebuah doa yang harus dibaca oleh keponakannya tersebut selama tujuh hari berturut-turut diiringi oleh sebuah pesan bahwa seandainya nanti ada orang datang berkunjung ke salonnya untuk pertama kali.

Entah itu untuk bertamu atau meminjam barang dan atau menyewa barang, keponakannya ini harus menerimanya dengan baik dan tidak boleh menolak permintaan dari tamu tersebut. Keponakan pak ustad menyanggupi hal tersebut. Dua minggu kemudian pak ustad dikunjungi kembali oleh keponakannya tersebut dan bercerita kalau usaha salon kecantikannya sudah berjalan normal seperti biasa bahkan sekarang pelanggannya juga dari usaha salon kecantikan yang lain untuk menyewa pakaian-pakaian pengantin yang ada ditempatnya.

loading...

Dia juga bercerita kalau empat hari setelah membaca doa tersebut dia kedatangan seorang tamu yang sebenarnya jarang berkunjung kerumahnya karena dia memiliki usaha yang sama yaitu usaha salon kecantikan, walaupun usahanya ada di desa lain. Tamunya itu sebenarnya membuat keponakan pak ustad ini cukup shock karena ternyata tamu yang pertama datang ini adalah adik iparnya sendiri.

Tentunya dia curiga dan merasa tidak enak hati kenapa adik iparnya sendiri tega membuat uasahanya menjadi sepi seperti ini, tetapi karena sudah berjanji mengikuti persyaratan yang pak ustad berikan, dia menyambut kedatangan adik iparnya dengan sangat baik bahkan menjamunya lebih dari biasanya orang yang berkunjung. Si adik ipar kemudian meminta melihat-lihat usaha salon kecantikan itu dan keponakan pak ustad bercerita bahwasanya usahanya sudah hampir bangkrut karena sepi dari pelanggan.

Di dalam salon itu si adik ipar seperti mencari sesuatu dengan melihat-lihat secara detail setiap sisi bangunan salon itu, tetapi sepertinya tidak menemukan sesuatu yang dicarinya. Pada akhirnya si adik ipar kemudian mengatakan kalau dia mau meminjam salah satu pakaian pengantin dari tempat usahanya. Keponakan pak ustad segera mengambilkan pakaian yang dimaksud dan memberikannya untuk dipinjam adik iparnya.

Setelah kejadian itu keesokan harinya usaha salon kecantikannya kembali dikunjungi pelanggan dan semakin lama pelanggannya semakin ramai. Mendengar penuturan keponakannya pak ustad cuma tersenyum dan mengatakan kalau sebagai manusia harus berbuat baik kepada sesama. Jangan suka iri hati, dengki ataupun dendam dan jaga tali silaturahmi. Sekian.

Yandi Lalu

Yandi Lalu

You Shouldn't Read Alone (english) » Ndak Bae Mece Mesak-Mesak (sasak) »Suka Segala Sesuatu Tentang Pesawat Khususnya Pesawat Tempur.» Menulis itu tidak mudah, jadi bagi yang ingin membagikan ceritaku sertakan nama penulisnya, karena menulis tidak semudah copy paste.» Ceritaku Orisinil kecuali yang bersumber dari link yang ditautkan diakhir cerita.»Facebook - Yandi Lalu »Instagram - @yandilalu

All post by:

Yandi Lalu has write 87 posts