Kita Nggak Takut Hantu Part 6

Sebelumnya kita nggak takut hantu part 5. Hari itu hari sabtu malam minggu besoknya karena minggu libur, Ady, Bayu, Yain dan Dwi ada rencana pergi liburan bersama, saat di pos ronda.

“Hey yu cewek-cewek mana ya, katanya malam ini mereka mau ikut pos ronda?”.
“Iya nih dy aku juga nggak tahu padahal ini sudah jam 10 lho kita harus segera keliling untuk memastikan kampung kita aman”.

“Kebiasaan memang para cewek, masa mau pos ronda dandan dulu *hehe”.
“Hah sudah yuk Dy kita keliling saja siapa tahu ketemu dijalan” Bayu mengambil kentongan.
“Ayo lah, kalau tungguin cewek-cewek bisa-bisa ketiduran disini”.

Bayu dan Ady mulai keliling kampung, diperjalanan mereka berdialog.

“Eh dy besok kan kita wisata bareng?”.
“Iya kenapa memang?”.
“Kok kita malah begadang”.
“Kita besok bisa kesiangan bangunnya gitu?” Bayu mengangguk.

“Ya biarkan saja yu, kita kesiangan kita berangkat siang pulang sore kan bisa”.
“Oh iya ya, (menggaruk kepala), eh, eh Dy berhenti sebentar”.
“Ada apa sih kamu?”.

“Tuh lihat cewek-cewek mau berangkat ke pos ronda tuh kayaknya”.
“Wih benar, kita kerjain yuk”.
“*Haha ide kamu sama kayak aku dy, ayo, sini aku pinjam sarungmu biar aku pakai kayak pocong, nah kamu kan bisa ketawa kayak kunt, nanti dibelakangku saja”.

“Wih enak saja aku dibilang kayak kunti, tapi nggak apa-apa dah, nih sarungku pakai cepat”.
“Iya, iya” mereka berlari kearah semak-semak.
“Ikut aba-abaku dy, entar kalau sudah hitungan 3 kamu ketawa ya”.
“Iya siap”.
“1, 2, 2 lagi, 2 lagi”.

“Eh kapan 3 nya yu?”.
“Nanti kan masih jauh tuh bocahnya”.
“Oh iya, iya”.
“Sudah diam, 2, 3”.
“*Hihihi, huu”.

Yain dan Dwi yang tadinya ngobrol jadi pandang-pandangan.

“Apaan tuh Yain?”.
“Mana aku tahu wi, kayaknya dari itu semak deh”.

Yain dan Dwi menghampiri semak.

“Yu siap, mereka mendekat”.

Sambil berbisik bayu menjawab.

“Iya, iya bentar ah”.
“Yain hati-hati”.
“Iya tenang Wi”.

Bayu keluar dari semak “*whoa” dan cewek-cewek pun menjerit ketakutan sambil berlari “*argh” seketika bayu dan ady ketawa cekikikan ditempat.

“Wah, wah parah banget nih kita yu, *haha, pasti takut banget mereka”.
“*Haha iya dy kita berhasil”.

Mereka berhenti ketawa saat mendengar suara mendehem, dan mereka saling pandang.

“Eh sapa tuh dy?”.
“Mana aku tahu, suaranya dari belakang kita yu”.

Suasana menjadi hening sejenak, sehingga mereka menengok kebelakang.

“Po-cong” mereka berlari kembali ke pos ronda dan di situ sudah ada Yain dan Dwi.
“Kalian kenapa Yu?”.
“Tadi kita lihat pocong wi disemak-semak dekat lampu jalan yang mati itu”.

Yain dan Dwi berdiri.

“Tadi kita juga lihat disitu”.

Seketika bayu dan ady berhenti ketakutan dan kembali tertawa.

“*Huahaha” (bayu menepuk pundak ady).
“Kenapa kalian kok ketawa?”.
“Enggak, enggak kok, iya kan dy *haha” (sambil mengusap air mata karena tertawa terlalu lama).
“*Huft aku tahu kalian ngerjain kita ya?”.
“Oh pantesan kalian langsung dihantui pocong ditempat itu juga, eh Yain kita beri pelajaran saja nih bocah”.

(Yain mengangguk). Bayu dan ady dijewer kupingnya.

loading...

“Aduh, aduh”.
“Ha! Rasain nih”.
“*Apes kita dy sudah diganggu pocong, eh malah dijewer juga sama para hantu pos ini”.
“Eh apa kalian bilang, kita hantu!” dwi dan yain semakin erat jewernya.
“Aduh maaf, maaf deh”.

Bersambung di kita nggak takut hantu part 7. By the way maaf kalau nggak seram.

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita jangan lupa di add Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 93 posts