Kolam Pemandian Air Panas

Berendam di kolam pemandian air panas merupakan salah satu kesukaan bersama temanku tapi hobi ini juga yang akhirnya jarang kami lakukan karena sebuah kejadian yang terjadi setahun yang lalu. Namaku riko, mimpi buruk ini terjadi sewaktu liburan sekolah. Saat itu aku dan teman-temanku berencana berendam air panas di daerah subang.

Kami berangkat dari bandung sekitar jam 09.00 malam, menggunakan mobil punya temanku diki. Setelah semua berkumpul akhirnya kami pergi menuju subang. Selama perjalanan, saya terus bercanda dengan temanku bahkan terkadang kami mengeluarkan kata-kata yang bahkan bisa disebut sompral (berlebihan), selepas sampai di pasar lembang, mobil diki mulai tersendat.

Kami berlima sebenarnya sudah mulai panik saat itu, takut kalau mobil ini tiba-tiba mogok. Jalanan yang terlihat sepi karena ini bukan hari libur membuat kami takut kalau mobil ini mendadak mogok, karena akan sulit mencari bantuan. Benar saja, ketakutan kami akhirnya terjadi juga. Sekitar lima belas menit dari pasar lembang, di jalan yang kiri dan kanan hanya ada pepohonan dan hutan.

Mobil kami mendadak mogok, mesin mobil langsung mati begitu saja. Kami berempat langsung segera turun dan mendorong mobil langsung ke sisi jalan. Dalam kebingungan dan gelap nya malam diki langsung berkata kalau ini mungkin gara-gara kita sompral selama perjalanan tadi. Konon jalan ini memang angker, diki langsung periksa mesin mobil dan memeriksa apa yang membuat mobil ini mogok. Setelah diperiksa mesin mobilnya gak ada yang salah semuanya baik-baik aja.

loading...

“Gimana kalo kita dorong aja” kata ku, dan kami mulai mendorong mobil itu agar dapat hidup namun hasilnya sia-sia, mobil tetap tidak bisa dinyalakan. Udara malam begitu dingin, dan jam sudah menunjukan 11.30 malam, kami semakin putus asa tapi hal yang cukup aneh terjadi tak lama setelah itu. Ketika tiba-tiba saja kami semua terdiam melihat kabut berwarna hitam yang datang dengan cepat ke arah kami.

Aku langsung berteriak “bro, mending kita masuk mobil deh, itu lihat ada kabut” kami semua berlari sambil panik masuk ke dalam mobil tapi pintu mobil diki tiba-tiba tidak bisa dibuka. Bukan hanya satu pintu mobil, tapi semuanya terkunci. Anehnya kunci mobil sedang di pegang oleh diki, kami semua panik sambil terus mencoba membuka pintu mobil. Kabut hitam itu semakin lama semakin mendekat, aku dan teman-temanku mulai berteriak kepada diki agar cepat membuka pintu mobil.

Dan tepat beberapa centi meter kabut itu sekarang berada dekat dengan kami. Akhirnya diki berhasil membuka pintu mobilnya, kami berhamburan masuk kedalam mobil secepatnya dan setelah berada didalam mobil kami hanya bisa terdiam. Yang terdengar hanya suara angin menakutkan yang berasal dari luar mobil. Wajah temanku semua terlihat tegang dan ketakutan, aku coba melihat keluar tapi percuma tidak terlihat apapun.

Kabut hitam itu menyelimuti mobil kami, padahal malam ini cukup cerah dan dari posisi kami berada. Kami dapat melihat lampu rumah warga di seberang bukit sana. Didalam kebingungan kami bertanya-tanya, kabut hitam itu apa dan tiba-tiba astaga mobil ini bergoyang dengan sendirinya. Seperti ada seseorang yang menggoyangkan mobil kami dari luar, kami semua berteriak didalam mobil. Aku yang ketakutan hanya bisa berdoa agar tidak terjadi hal yang buruk, lalu diki menekan klakson mobil dengan sekencang-kencangnya.

Tiba-tiba saja kabut hitam itu menghilang begitu saja, dan cahaya bulan mulai terlihat kembali. Kami hanya bisa saling berpandangan, diki mencoba menghidupkan kembali mobilnya dan akhirnya mobil diki menyala. Tapi saat diki menyalakan lampu mobil depan, aku berteriak ketakutan ketika aku melihat sosok laki-laki sedang berdiri tepat didepan mobil kami. Diki dengan sigap langsung menginjak pedal gas mobil dan mobil langsung melaju kencang.

Akhirnya kami semakin jauh dari tempat tadi, sepanjang perjalanan menuju daerah subang kami semua terdiam. Beberapa saat setelah itu aku bertanya pada teman-temanku, apa sebaiknya kita pulang ke bandung lagi atau meneruskan perjalanan. Tapi satu-persatu temanku menyetujui untuk meneruskan perjalanan ini, kurang lebih 30 menit kemudian. Akhirnya kami sampai di pemandian air panas yang menjadi tujuan kami.

Sesampainya di tempat pemandian air panas, kami langsung parkir kendaraan dan berjalan masuk ke area pemandian. Namun ada yang aneh dengan tempat pemandian ini, karena tidak ada petugas jaga yang memungut bayaran untuk tiket masuk. Setelah ganti baju kami langsung masuk ke kolam. Aku sebenarnya merasakan hal yang aneh, kenapa tempat pemandian ini sangat sepi. Hanya kami berlima saja yang ada disitu, tapi sepertinya temanku tidak menyadari hal itu. Dan mereka juga sepertinya sudah lupa dengan kejadian tadi.

Tempat pemandian air panas ini seperti tutup dan tidak ada siapa-siapa. Beberapa saat kami bercanda sambil berendam air panas, tiba-tiba saja kami dikagetkan oleh suara orang yang menyapa kami. “Maaf adik-adik tadi kalian belum bayar saat masuk” aku kemudian menjawab, “pak, boleh nggak kami bayarnya nanti aja setelah kami semua mau pulang”. Dia hanya tersenyum dan pergi begitu saja, tapi kenapa aku sepertinya pernah melihat sosok bapak tadi.

Badannya tinggi besar dan dia menggunakan baju hitam. Aku baru ingat dan sadar itu kan tadi sosok yang aku lihat saat mobil mogok. Aku terdiam dan bulu kuduk ku berdiri, bagaimana mungkin dia bisa secepat itu berada disini. Diki menepuk punggungku dan bertanya kenapa dengan diriku, aku mulai bercerita dan wajah diki mendadak pucat. Belum selesai kami membahas itu tiba-tiba angin bertiup kencang dan pohon mulai bergoyang, padahal sebelumnya tidak ada angin kencang dan dari balik pohon yang tinggi.

Kabut hitam yang sempat kami lihat tadi, kini muncul kembali dan mulai mendekat ke arah kolam pemandian air panas. Kami semua berlarian keluar kolam, namun kami kalah cepat dari kabut itu. Kabut mulai menutupi kolam pemandian air panas dan kami semua mulai berpegangan tangan satu sama lain. Kabut hitam itu seperti mau menarik kami semua, kabut hitam ini sangat gelap dan pekat sekali.

Sehingga kami semua tidak bisa melihat wajah satu dan lainnya. Kali ini seperti ada yang menarik kakiku secara perlahan, kami semua berteriak sambil panik. Pelan-pelan kabut hitam itu mulai menghilang, kami semua berlari menuju ruang ganti dan buru-buru kembali menuju mobil. Saat sampai di parkiran, diki mulai ketakutan lagi. Pintu mobil kami mendadak tidak bisa dibuka lagi, saat teman-temanku mulai panik.

Aku mencoba menelpon salah satu temanku dan ketika aku melihat ke arah kiri. Astaga, sosok laki-laki yang tadi aku lihat kini terlihat berjalan mendatangi kami. Sambil panik aku meminta diki secepatnya membuka mobil dan setelah terbuka kami semua masuk kedalam mobil. Laki-laki itu sudah berada didepan mobil kami, wajahnya terlihat marah. Dia berjalan memutari mobil kami sambil menggedor kaca mobil.

Wajah yang terlihat ramah tadi kini sudah hilang, dia terus menggedor kaca mobil dari satu sisi ke sisi lainnya. Kami yang berada didalam mobil hanya bisa berteriak ketakutan. Akhirnya sosok itu mulai menghilang berjalan mundur perlahan. kami semua saling menatap, belum selesai aku bicara. Tiba-tiba disisi kiriku muncul wajah laki-laki itu, kini wajahnya penuh darah yang mengalir keluar dari hidung.

Aku langsung menutup wajahku sambil berteriak ketakutan “pergi.. pergi”. Diki langsung menghidupkan mobil dan menginjak pedal gas dengan kencang, dan mobilpun keluar cepat dari daerah pemandian air panas itu. Sampai akhirnya kami memutuskan berhenti di sebuah warung yang berada di jalanan. Disana kami turun dan mulai beristirahat, di sela-sela obrolan kami, sang pemilik warung ternyata menyimak obrolan kami.

Dan kemudian dia bertanya tentang kejadian yang tadi kami alami, dan dari situlah kami tau sosok laki-laki itu ternyata memang makhluk halus yang sering muncul menunggu pengendara yang melintas. Dan pemilik warung itu pun berkata konon sosok itu adalah seorang laki-laki yang meninggal karena tabrak lari ketika sedang menyebrang dan hati-hatilah ketika kamu mulai memasuki daerah hutan itu.

Share This: