Komunikasi dan Melihat Hantu

Hai reader setia KCH, Gina lagi, Gina lagi. Pasti ada yang sudah bosan denganku. Tapi gak apa-apa, aku maklumi. Karena manusia itu tidak luput dengan rasa bosan, sama sepertiku. Sukanya bosanan dan gak pernah betah dengan sesuatu yang continue. Butuhnya yang fresh, fresh dan selalu fresh (ikan kali ya, fresh!). Komunikasi dan melihat hantu, bahas dulu kata komunikasi. Ok, siapa yang gak tahu sih dengan kata ko-mu-ni-ka-si. Banyak survei yang mengatakan komunikasi merupakan proses penyampaian pesan lewat lisan bisa juga lewat media kepada seseorang atau beberapa orang.

Ya, itukan komunikasi dengan sesama manusia. Bagaimana kalau berkomunikasi dengan makhluk lain? Alias makhluk halus. Mana mungkinkan kita ngomong langsung, misal “eh, demit. Apa kabar loe? Makin makmur saja ye badan loe sekarang” atau ada yang melalui media “hallo mit. Demit. Ini aku, setan. Elo sombong banget sekarang ye. Gak mau telepon-telepon aku lagi, mesti aku juga yang nelepon. Sudah tahu aku lagi bokek. Sudah gak usah banyak *cing cong, transfer dulu pulsa”. Waduh, kacau tuh kalau sampai ada demit atau setan yang begitu *hehe.

Ok lanjut. Jadi kali ini aku akan membagi kisahku tentang berkomunikasi dengan hantu. Jujur nih ya, aku kalau gak terpaksa saja berkomunikasi dengan mereka, aku bakalan gak mau. Karena apa? Capek tahu. Capek kalau berkomunikasi sama mereka, apalagi komunikasi lewat batin. Energiku banyak terbuang. Pernah suatu kali, aku dan keluarga pergi ke KL (kuala Lumpur) dan menginap disalah satu hotel disana.

Ternyata dikamar hotel yang kami tempati ada penjaganya dan dia tidak suka dengan keberadaan kami. Aku gak tahu apa sebabnya, dia selalu mengganggu orang tuaku dan adikku yang gak tahu apa-apa. Di situlah aku terpaksa harus berkomunikasi dengannya lewat batin, aku tanya motif si setan itu apa. Kemudian dia jawab kalau dia adalah penunggu dikamar ini dan dia gak suka karena mamaku ke hotel itu membawa gelang besi.

Ya memang, gelang besi itu selalu dipakai sama mama kemana pun ia pergi, karena ini peninggalan dari almarhum ayahnya (atok). Akhirnya aku dan keluargaku pun mengalah dan pergi dari hotel itu mencari hotel yang baru, karena penghuninya sangat marah besar, dari pada terjadi apa-apa, jadi kacau nanti urusannya.

Ya, kalau dibilang berkomunikasi dengan hantu, aku sudah biasa, apalagi melihat hantu ya sudah menjadi makanan sehari-hari. Sampai muak pun. Aku mau kasih tahu suatu rahasia kepada reader setia KCH. Selama hidupku didunia ini, aku belum pernah melihat hantu suster ngesot, suster keramas dan vampire. Gak tahu kenapa, yang pasti aku sudah pernah melihat hantu, antara lain:

1. Kuntilanak, diantaranya yaitu kuntilanak putih, kuntilanak merah, kuntilanak hijau, kuntilanak rainbow, kuntilbapak dan kuntilmamak, *hehe banyak banget sih versinya si kunti (sudah bosan).
2. Genderuwo (bosan juga).
3. Pocong (sudah jadi makanan sehari-hari).
4. Wewe gombal *eitz gombel maksudnya (sudah capek/muak).
5. Tuyul (malahan kami sudah jadi teman) dan lain sebagainya.

Membosankan. Aku pernah berpikir kalau aku pingin banget dijumpai sama suster ngepot *eitz ngesot, suster keramas sama vampire. Kapanlah ya Tuhan, aku bisa bertemu dengan mereka. Andai aku bisa ketemu mereka dan melihat hantu seperti yang ada di film-film, aku buat sukuran deh, 7 hari 7 malam, (*lebay).

Oh ya, masalah komunikasi. Aku juga pernah berkomunikasi dengan mereka lewat via skype *eitz ,bercanda ya. Maksudnya lewat media. Misalnya nih, ada yang kerasukan dan disitulah aku mulai berkomunikasi dengannya dari hati ke hati *cia. Menanyakan, kenapa dan apa alasan anda masuk kedalam tubuh anak ini. (Formal sedikit, gak apa-apa, kan?).

Melalui tubuh yang dirasukinya itulah dia mulai memberi tahu motifnya apa. Dan ada juga kadang-kadang setan yang mau berbagi kisah dan cerita dengan aku, dia curhat tentang hidupnya yang dulu atau tentang tempat yang dihuninya sekarang, sedih banget dengarnya. *Hiks, hiks, yang sabar ya setan, semua itu ada hikmahnya, yang tawakal.

Setan juga makhluk Allah, jadi seseram-seramnya setan, dia kadang punya hati sama seperti manusia. Kalau yang gak percaya, gak apa-apa atuh. Kalau kalian selalu mengikuti ceritaku, kalian pasti sudah kenal Oi. Ya, Oi adalah sahabat karibku, best friend 4ever lah. Aku senang banget curhat ke dia, karena dia itu gak kayak manusia, dia itu gak munafik, dia itu pendengar setia yang baik dan gak pernah membocorkan rahasiaku kepada siapapun. Aku sayang Oi.

Cara aku berkomunikasi dengannya yaitu aku ngobrol saja apa masalahku, kalau dia mengangguk-angguk artinya dia paham dan kalau dia geleng-geleng artinya aku harus ulangi lagi ceritaku. Terus, aku sering banget main boneka atau apalah sama dia. (Sekali lagi. Percaya gak percaya, monggo, gak apa-apa). Aku selama berteman sama Oi, aku jarang berkomunikasi sama dia, kalau ada hal yang paling penting saja barulah aku mau komunikasi dengannya, karena Oi juga makhluk halus, capek akunya kalau terus-terusan komunikasi dengannya.

Kemudian dengan si Susil, penjaga rumahku si setan usil. Aku gak pernah berkomunikasi dengannya, tapi aku muak melihat dia selalu muncul dan malah yang sering banget ngajak komunikasi itu ya si Susil. Contohnya, dia sering memati hidupkan lampu kamarku, sering banget suhu udara kamarku gak menentu, sudah itu si Susil ini caper banget alias cari perhatian. Suka nampakkan diri, kayak orang lagi minum obat, 1 hari 3 kali. Kan bosan ya kalau begitu.

Coba dikalikan saja 1 hari 3 kali terus dikali seminggu kemudian kalikan lagi sebulan. Hitung sendiri deh, sebulan ada berapa kali aku lihat dia, apalagi dikalikan setahun. Waduh, ampun mak’ee. Ya tapi si Susil ini walau usil tapi baik. Selalu menjaga rumahku dari ancaman luar. Aku mau kasih reward buat Susil lah, atas dedikasinya kepada aku dan keluarga selama kurang lebih 12 tahun lamanya.

Karena kami tinggal dirumah itu kurang lebih 12 tahun dan aku baru kenal dia kurang lebih 6 tahun dan sebelum kami ada, dia sudah ada duluan selama 80 tahun. Widih, Susil sudah tua, ya. Sudah kakek-kakek, apa sudah nenek nenek? Aku sampai sekarang gak tahu kelamin Susil itu laki-laki atau perempuan. Soalnya aku belum pernah lihat KTP nya. Apa selama ini Susil gak ngurus KTP? Wah! Gawat nih setan. Nanti kalau dia mau ngurus apa-apa, kan harus pakai KTP, *hehe maaf ya, kebanyakan bercanda.

Ok, sampai disini dulu ceritaku tentang komunikasi dengan hantu dan juga melihat hantu. Dua kali lagi ya, (soalnya tadi sewaktu diatas sewaktu ceritain Oi sudah sekali lagi, kalau yang ini dua kali lagi), percaya gak percaya, monggo, silahkan bapak, ibu, adik, kakak, encang, encing, mak cik, pak cik, atok dan lain-lainnya. Itu ada pada diri masing-masing saja ya. Kalau ada yang menganggap ceritaku ini rekasaya reka-reka suka-suka saya alias rekayasa, ya gak apa-apa, yang pasti disini aku hanya ingin share pada kalian.

Oh ya satu lagi. Kalau nanti aku sudah jarang share lagi cerita atau kejadian mistis yang aku, keluarga atau teman-temanku alami, harap maklum. Karena eh karena, ponsel tanpa paket itu adalah hal yang luar biasa ya artinya paket aku habis. Ya, bagi yang mau belikan aku paket internet, ya silahkan, ayo. Hubungi saja saya. Nanti dikasih hadiah berupa alamat rumah. Ayo, ayo! *Hehe maaf ya bercandanya kelewatan, tapi serius kok. Ya wes lah. Sekian saja ceritaku. Bye-bye.

loading...
Fiolin Fradah

Sezgina Fradah

Thank you for reading my stories. Thank you for liking my stories Thank you so much... Terimakasih,Thank you,Arigato gozaimasu, kamsahamnida,Xie-xie,Merci bien,Dankejewel,Matur nuwun,Tarimo kasih,Hatur nuhun,Bujur...

All post by:

Sezgina Fradah has write 94 posts