Kost Bambu

Introduce, nama saya yusuf, saya dari Cianjur. Sebetulnya ini cerita dari teman saya yang saya akan share. Saya share cerita ini karena pengalaman saya yang sering ngobrol sama teman dari a~z dan saya menemukan cerita yang menurut saya ini yang paling seram. Cerita ini berasal dari teman saya yang bernama Ri**a.

loading...

Awal lulus SMA, begitu banyak sekali rasa penasaran tentang pengalaman kerja hingga aku dan teman-temanku melamar kesana kemari dari tempat satu ketempat lain, dari kota sini sampai ke kota lainnya. Beberapa hari kemudian dan yups akhirnya aku dapat panggilan dari pabrik yang berada di Sukabumi, *hemh dan kebetulan besoknya harus interview.

Hari dimana aku akan mempersiapkan diri untuk besok berangkatpun dimulai, dari siapin seragam dan lain-lain, hingga laporan ke orang tua. Namun, orang tua bersikeras tidak mengijinkanku untuk berangkat. Tapi, aku tak akan dapat kesempatan pengalaman ini jika aku mendengarkan orang tua. Lalu aku pergi tanpa meminta izin/pamitan. Perjalanan pun dimulai dengan naik angkot. Hingga angkot terakhir menuju tujuan yang berhubung si abangnya agak bersahabat abang tersebut tanya-tanya.

Abang angkot: mau kerja ya neng?
Aku: iya bang, kok tahu?
Abang angkot: oh, memang mau kerja dimana neng?
Aku: dipabrik ini bang (lupa sekaligus sensor).

Abang angkot: awas neng hati-hati disitu, *bla bla bla bla, dan eneng harus eling (sadar/beriman) kalau memang mau kerja disitu.
Aku: ah abang. Zaman sekarang masih saja percaya hal-hal kayak gitu “*hemh masih ada saja orang yang percaya akan hal-hal kayak gitu (gumamku dalam hati)” oke deh bang.

Dan akhirnya aku sampai tujuan. Interview lancar dan akhirnya aku pun cari kostan bersama temanku yang tidak jauh dari pabrik hingga akhirnya aku dapat sebuah kost bambu yang jaraknya kira-kira kurang lebih 1 KM dari pabrik ya lumayan lah yang penting dekat dan bisa ditempuh jalan kaki. Tapi anehnya kostan tersebut sangat sedikit sekali penghuninya. Mungkin karena fasilitasnya kali ya yang kurang bagus sudah tempatnya sempit, lampunya saja kuning (bohlam) dan toiletnya juga kumuh, mana mungkin ada yang mau tempatin. Aku dan temanku bertiga fix tinggal di kost tersebut. Oh iya temanku itu namanya dian dan fanny (sebut saja itu).

Hari pertama kerja sampai hari kelima lancar-lancar saja walaupun ada atasan yang resenya minta ampun namanya Desi. Hingga hari keenam aku sudah gak tahan sama si Desi. Hingga hari ke-7 aku dapat shift malam dan sialnya aku satu shift sama si Desi. Aku pun mulai beraktivitas kerja hingga sialnya malam itu juga aku dapet haid “duh *apesnya” aku pun meminta ijin ke si Desi meminta istirahat kekamar kecil (WC), dan si Desi pun tak mengijinkannya.

Hingga darah haid tembus kedalam celana aku pun menangis kecil. Hingga aku memutuskan untuk pulang tanpa menghiraukan Desi. Dan aku langsung pulang ke kostan kira-kira sekitar jam 1 malam dengan keadaan bocor (haid). Tanpa berpikir panjang pulang dengan melewati kebun bambu dan terasa ada sesuatu yang mengikutiku dari belakang, namun keadaan kesal yang kubawa dari pabrik tak menghiraukan keadaan horor tersebut.

Hingga aku sampai dikostan sendiri aku masuk ke kostan dan kostan tersebut sepi sekali (oh iya dua temanku beda bagian kerja). Aku ke toilet dan langsung telungkup dikasur dengan keadaan capek, namun, terasa berat dari pundak sampai kaki seperti ada yang menindih hingga aku tak bisa menoleh kebelakang dan jelas sekali ada bayangan yang menutupi tubuhku yang tersinari lampu, jelas sekali.

Aku meronta-ronta hingga baca doa namun itu semakin membuatku pengap dan tekanan tersebut kuat sekali hingga membuatku pasrah. Jam sepertinya menunjukan pukul 2.30 terdengar ada tahrim (orang yang bangun waktu subuh untuk membacakan shalawat di masjid) namun terasa lama dan makhluk yang menggencetku seperti tertawa lalu aku mengingat wajah ibu dan aku langsung menyebut nama lengkap ibuku.

Seketika tekanan tersebut semakin renggang dan sepertinya menghilang mungkin karena ada ikatan kuat antara ibu dan anak, dan aku baru menyadari bahwa ibuku punya sesuatu yang istimewa selama ini seperti “indigo” mungkin itu yang membuat makhluk tersebut hilang. Lalu aku pun menelepon ibu, dan ibuku menyuruhku pulang cepat. Waktu pun menunjukan pukul 4 subuh dan aku merasa tenang. Hingga esok hari aku bergegas pulang meninggalkan kostan kerjaan dan teman kost tanpa kata-kata.

Selang 3 hari aku mendapat telepon dari kedua temanku yang akhirnya mereka pun mengalami gangguan-gangguan makhluk halus sama denganku dan mereka pun satu persatu pulang. Itulah kisah teman ku Ri**a. Ya kurang lebih seperti itu ceritanya dan mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan, dan itu kisah nyata yang paling seram menurut saya.

Yousuf Maulana

a guy who love ghost stories

All post by:

Yousuf Maulana has write 1 posts

Please vote Kost Bambu
Kost Bambu
Rate this post