Kost Sepupuku

Malam itu tiba-tiba aku dikagetkan oleh suara sepupu aku yang menggedor pintu kamar kost, segera saja aku bangun dari tempat tidur dan membuka pintu kamar. Sepupuku berdiri dengan muka pucat dan bergegas masuk kedalam kamar dengan nafas ngos-ngosan seperti orang yang lari dikejar setan. Segera aku menyuruhnya meminum air putih biar dia bisa lebih tenang.

Setelah meminum air dan mengatur nafasnya, dengan duduk bersila didepanku dan beberapa teman kost yang datang kekamar karena mendengar suara ribut-ribut akhirnya dia bercerita. Sebelum itu aku mau menceritakan tentang kost sepupuku. Sebenarnya dia kost tidak jauh dari tempatku kost jaraknya kurang lebih cuma 200 meter. Sebenarnya dia mau kost ditempatku tetapi karena kamar sudah penuh dan aku pun satu kamar berdua dengan sepupuku yang lainnya akhirnya dia mencari kost ditempat lain.

Setelah mencari beberapa lama akhirnya dia menemukan sebuah kamar kost yang cukup luas dan masih kosong karena memang belum ada yang menyewanya. Tentunya dia senang karena mendapatkan kamar kost yang luas dan disana dia tinggal sendiri pula. Awalnya dia heran karena dalam kondisi sulitnya mencari kamar kost, dia menemukan kamar kost yang bagus dan lokasinya berada didekat kampus pula.

Tanpa pikir panjang dia pun akhirnya mau tinggal disana dan kejutannya lagi ternyata kamar seluas itu harga sewanya setengah dari harga sewa kamar yang lainnya. Tentunya dia sangat senang tanpa berpikir macam-macam akhirnya dia segera membereskan barangnya dan mulai membersihkan kamar kostnya. Kembali kesepupuku yang mulai bercerita.

Saat itu, sepupuku merasa lega karena sekarang kamarnya sudah rapi dan bersih, kemudian dia segera membersihkan diri dan berniat untuk segera beristirahat untuk menghilangkan rasa penatnya. Setelah itu dia kemudian merebahkan badannya ditempat tidur, dengan tersenyum puas dia melihat sekeliling kamar kost tanpa ada perasaan curiga atau merasa ada hal aneh pada kamar ini.

Beberapa saat kemudian dia pun tertidur karena sudah kecapekan sampai akhirnya tengah malam dia terbangun karena ingin kekamar mandi untuk buang air kecil. Segera saja dia bangun dan menuju kamar mandi, kemudian dia kembali kekamarnya (kamar mandinya ada diluar kamar). Saat itulah dia terkejut karena melihat meja tempat dia menaruh buku-buku dan peralatannya berserakan, padahal sebelumnya dia yakin sudah merapikannya.

Beberapa saat merenung dia pun akhirnya membereskan kembali peralatan kuliahnya dan kembali tidur diranjang dan berpikir mungkin itu ulah kucing yang kebetulan masuk kedalam kamarnya. Beberapa saat setelah mulai terlelap dia merasakan seperti ada yang menarik selimutnya awalnya pelan saja tetapi lama kelamaan selimutnya ditarik secara kuat hingga jatuh kelantai.

Sepupuku tersentak dan dia segera duduk diatas ranjang, tetapi belum hilang rasa kagetnya tiba-tiba ranjangnya bergetar hebat, dia memperhatikan sekeliling dipikirnya ada gempa bumi tetapi ternyata cuma ranjangnya saja yang bergetar, segera saja dia berpikir untuk turun dari ranjang dan berlari keluar, belum sempat dia menginjakkan kakinya dilantai tiba-tiba ranjangnya mengambang naik keatas sampai ketinggian kurang lebih satu setengah meter.

Dia pun mengurungkan niatnya untuk turun dan ditengah ketakutannya dia mencoba berteriak tetapi rasanya suaranya cuma menggema didalam kamar saja dan tidak ada satu penghuni kost yang lain mendengar teriakannya. Rasa takut yang memuncak membuatnya nekat meloncat dari tempat tidurnya dan bersamaan dengan dia menyentuh lantai, tempat tidurnya pun ikut turun dengan kerasnya tetapi tidak bersuara disaat menyentuh lantai.

Tanpa pikir panjang dia pun segera berlari keluar kamar dan bergegas berlari kekost tempatku tinggal. Akhirnya malam itu dia menginap dikostku, baru pagi harinya dia kembali kekamar kostnya dan mendapati kamarnya masih tertata rapi tepat seperti saat sebelum dia tidur. Sebenarnya saat itu juga dia mau pindah kost tetapi orang tuanya melarang karena sulitnya mencari kost pada saat itu dan dia pun akhirnya bertahan, dia juga sempat bertanya pada anak kost yang tinggal dikamar sebelah tetapi mereka tidak mengetahui sejarah kamar itu karena sama-sama baru tinggal disana.

loading...

Pernah dia mencoba bertanya kepada penjaga kost, tetapi sang penjaga mengatakan itu cuma perkenalan saja. Karena masih takut hal serupa terjadi lagi, saat malam datang dia tidur berpindah-pindah tempat, terkadang dikostku atau ditempat kost temannya. Hal tersebut dia jalani sampai beberapa bulan sampai akhirnya libur semester tiba dimana aku dan hampir semua teman kost pulang, sedangkan dia harus tinggal karena harus mengikuti kuliah antar semester.

Mau tidak mau dia pun harus tidur dikamarnya lagi apapun yang terjadi. Libur semester pun berakhir dan saat kembali kekost, aku pun berinisiatif menemuinya ditempat kostnya. Saat aku tanya apakah gangguan dikamar kostnya masih terjadi, dia berkata masih tetapi sekarang sudah jarang. Saat kutanya apakah dia masih takut dia berkata kalau sekarang dia sudah terbiasa dengan gangguan itu dan sudah tidak takut lagi.

Akhirnya sampai selesai kuliah dia tinggal disana walaupun dengan sedikit gangguan yang makin jarang terjadi. Selama dia tinggal ditempat kostnya itu tidak pernah ada satu orang teman pun yang berani menginap disana termasuk aku. Sekian.

Yandi Lalu

yandi

Facebook - Yandi Lalu ┬╗Instagram - @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts