Kost Seram Yogyakarta

Namaku Yuda, adikku sudah lulus SMA sekarang dan dia berencana ingin kuliah di luar kota. Hal ini mengingatkanku saat aku juga kuliah di luar kota. Dulu aku kuliah di Yogyakarta, aku tinggal disana di sebuah kostan. Pertama kali aku berada di kostan itu membuatku mempunyai cerita seram yang tidak bisa terlupakan.

Aku di terima di Universitas Seni di Yogyakarta, aku memutuskan tinggal lebih awal di Yogyakarta agar bisa beradaptasi. Aku tinggal di sebuah kostan, memang kosan ini terlihat lumayan untuk aku beristirahat. Setelah membereskan barang-barang pindahan, aku pun mencoba untuk bersosialisasi tapi sayangnya tidak ada siapa-siapa disini.

Mungkin lagi pada di luar, Aku pun segera menuju kamar mandi. Aku melewati sebuah kamar yang jendelanya terbuka dan terlihat barang-barang tersusun rapi, namun sayangnya tidak ada orang disana. Lanjut, aku pun segera mandi di kamar mandi yang berada di sebelah kamar itu. Malamnya aku berjalan-jalan di sekitaran Yogyakarta, banyak hal yang menarik disini sampai aku pun lupa waktu dan hampir jam 12 malam aku baru pulang.

Kostanku pun masih dalam kondisi yang sama, sepi. Aku beranjak ke kamar, dan baru saja aku duduk. Aku merasa perutku mulas, aku pun bergegas ke kamar mandi. Sampai di depan kamar mandi, aku mendapati pintu kamar mandi tertutup. Aku coba ketuk, awalnya tidak ada jawaban namun tidak lama ketukanku itu di balas dari dalam.

loading...

“Tok”. Oh, ada orang di dalamnya, aku menunggu beberapa saat didepan kamar mandi sambil menahan sakit perutku. Anehnya, di dalam tidak ada suara sama sekali sangat sepi dan senyap. Tiba-tiba ada suara orang sedang mandi, sepertinya orang itu sedang mandi. Beberapa saat aku menunggu, tak lama pintu pun akhirnya terbuka dan keluarlah seorang laki-laki berbadan agak gemuk dengan memakai kaos oblong putih dan rambutnya agak keriting.

Dia tersenyum kepadaku, aku pun membalas senyumannya. Dia pun berjalan masuk ke kamarnya yang ternyata ada di sebelah kamar mandi yang tadi aku lewati. Aku tidak sempat berkenalan dengannya malam itu. Besoknya aku terbangun agak siang, aku melihat jam menunjukan pukul 1. Suasana di luar masih sangat sepi sekali, aku keluar dari kamarku dan di teras aku melihat seorang pria cukup tua sedang menjemur pakaian.

Aku mengenalnya, namanya Mas Diro penjaga kostan ini. Aku bertanya padanya, kenapa kostan ini sepi sekali. Dia pun menjawab kalau yang kost disini, rata-rata jarang pulang ke kost. Mas Diro pun pamit, dan tidak berapa lama aku mendengar suara seorang laki-laki yang sedang bersenandung. Sepertinya ini melantunkan syair dengan bahasa jawa. Namun bahasanya tidak begitu jelas, aku coba telusuri ternyata suaranya berasal dari kamar yang berada di samping kamar mandi.

Di dalam terduduk seorang laki-laki yang sepertinya aku lihat semalam. Dia menembangkan lantunan jawa sambil duduk bersila menghadap ke tembok. Bersila membelakangiku, pintu kamarnya terbuka jadi aku bisa melihat dengan jelas. “Permisi mas!” ketika aku sapa laki-laki itu berhenti bernyanyi. “Saya warga kost baru disini, nama saya yuda” kataku padanya, namun dia tidak menjawab malah melanjutkan bernyanyi.

Aku pun pergi kembali ke kamar, menurutku dia juga jurusan musik karena memang daerah sini dekat dengan kampus seni. Waktupun berlalu, aku mencari makan di luar dan kembali jam 9 malam. Hari itu, Yogyakarta cukup panas dan membuatku ingin mandi malam itu. Aku bergegas ke kamar mandi dan saat aku lewati kamar itu, kamar itu terlihat gelap. Aku pun lanjut ke kamar mandi dan mulai membersihkan badanku sampai terdengar seseorang mengetuk pintu kamar mandiku.

Aku pun menjawab “ya sebentar ya!” namun orang di depan kamar mandiku ini malah terus mengetuk. “Iya, sebentar. Tanggung sebentar lagi selesai” kataku, tak lama ketukan itu berhenti dan aku mendengar ada pergerakan kecil di depan pintu kamar mandi ini. Sepertinya orang itu menungguku di luar dan tidak lama terdengar.

Suara lantunan jawa lagi, berarti dia yang menungguku. Orang yang berada di kamar sebelah, dan ini ternyata adalah orang yang berada di depan kamar mandi ini. Setelah selesai, aku bergegas keluar kamar mandi dan lantunan itu masih terdengar. Ketika aku buka pintu kamar mandi ini, astaga di luar tidak ada siapa-siapa.

Aku mencari-cari orang itu namun tidak ada, tidak mungkin badan sebesar itu dengan cepat berlari dan menghilang dari pandanganku. Aku cari di kamarnya pun tidak ada, dan kamarnya sangat gelap sekali. Esok paginya aku bertanya pada Mas Diro bahwa semalam aku mengalami kejadian aneh, aku pun bertanya siapa laki-laki di kamar sebelah kamar mandi itu.

Baru Mas Diro pun menjawab, di kamar itu tidak ada siapa-siapa. Kamar itu kosong sudah lama, dulu penghuni kamar itu namanya Andi dan dia meninggal setelah kecelakaan. Tapi kejadian itu sudah lama, sekitar 2 tahun yang lalu. Memang barang-barang Andi masih ada di kamarnya sampai sekarang karena tidak ada keluarganya atau siapapun yang menjenguknya dan membawa barangnya. Aku pun hanya bisa terdiam dan esoknya aku memutuskan untuk pindah kostan ke kost yang lain.

KCH

Yuda

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Yuda has write 2,670 posts