Kota Mati Part 10

Sambungan dari kota mati part 9. Kini Yandi tertinggal sendiri didalam rumah angker tersebut, sedikit syok menyaksikan keadaan didalam rumah itu yang begitu pengap dan gelap, dilihatnya serpihan kaca dan sebagian perabotan rumah yang sudah hancur, ruangan itu berbau amis, amis darah yang berceceran dimana-mana. Dengan keadaan seperti itu, Yandi semakin penasaran untuk melihat kearah sekelilingnya.

Ketika tatapannya berada disalah satu kamar, tiba-tiba Yandi merasa ada seseorang berdiri dibelakangnya. Yandi langsung berbalik badan kebelakang dan ketika dilihat tiada siapa-siapa, masih dalam posisi berbalik badan tiba-tiba dia melihat sosok bayangan hitam samar-samar diujung tembok sebelah kirinya. Dengan cepat yandi menoleh dan berbalik badan kesebelah kirinya, ketika dilihat masih tetap tak ada siapa-siapa.

Dia merasakan lagi ada sesuatu dibelakanganya, dia menoleh lagi dengan cepat dan tak ada siapa-siapa, Yandi terdiam dan semakin penasaran siapa yang kini berada didalam rumah bersama dirinya. Tiba-tiba “*dug, dug, dug, dug!”. Yandi dikejutkan dengan suara yang berasal dari dalam salah satu kamar. Dengan mengumpulkan keberaniannya, dia mencoba membuka pintu kamar tersebut secara perlahan-lahan.

Ketika pintu dibuka, yandi memeriksa kesekeliling ruangan, dari sudut satu kesudut yang lain, ketika pandangannya mengarah kesebelah kanan, dia mendengar asal suara itu berasal dari situ. Ketika dia mendekati asal suara itu, Yandi terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, diujung kamar tersebut terdapat lemari coklat yang lumayan besar. Lemari itu bergoyang-goyang dengan sendirinya. “*Dug, dug, dug”.

loading...

Yandi menelan ludah sambil melangkahkan kakinya perlahan-lahan mendekati lemari itu. Ketika sudah mendekat dia mencoba mengulurkan tangan untuk membuka pintu lemari yang masih bergoyang-goyang tersebut, tangannya gemetar, keringat dingin kini membasahi sekujur tubuhnya. Matanya tak henti-henti menatap tanpa berkedip menyaksikan apa yang ada didepannya itu.

Rasa penasarannya kini mengalahkan rasa takutnya. Dengan nafas yang tersenggal-senggal akhirnya tangannya berhasil menempel digagang pintu lemari itu, ketika gagang pintu sudah digenggamnya, tiba-tiba saja keluar darah segar mengalir dibawah pintu lemari yang masih tertutup itu, darah itu keluar dari dalam lemari, semakin lama darah segar semakin banyak keluar.

Yandi terkejut dan refleks mundur kebelakang, matanya tidak berkedip menyaksikan kejadian yang mengejutkan dirinya itu. Kini Yandi merasa takut, sampai dia lupa dengan rencananya untuk membuka pintu lemari itu. Tiba-tiba saja dia teringat dengan berita live televisi yang mengabarkan bahwa terdapat mayat seorang gadis yang disimpan didalam lemari sampai membusuk. “Apakah ini lemarinya?” gumam Yandi . “*Tok, tok, tok” belum reda rasa takutnya, tiba-tiba Yandi dikagetkan kembali dengan suara diluar kamar.

Yandi langsung bergegas keluar kamar ingin mengetahui siapa yang membuat suara itu lagi. Ketika berada disebuah ruang tengah, dia menemukan sebuah dapur yang ruangannya hanya dibatasi gorden putih. Samar-samar dia melihat ada seseorang sedang beraktivitas didapur. Bayangan seseorang digorden tersebut semakin jelas. Dan semakin yakin kalau memang benar ada seseorang disana. Perlahan-lahan yandi mendekat dan mengulurkan tangannya untuk membuka kain gorden tersebut dan *hap!

Ketika dibuka ternyata tiada seseorang pun didapur itu. Yandi menoleh kanan kiri sambil mencari cari seseorang yang membuatnya semakin penasaran itu. “*Haha, hihi, haha, hihi”. Suara keras melengking tiba-tiba terdengar menggelegar ditelinganya. Suara tertawa seorang wanita, terdengar seperti tertawa senang dan tak lama suara itu seperti suara orang menangis sambil tertawa.

Yandi berusaha menutupi telinganya dengan kedua telapak tangannya sambil mencari-cari asal suara tersebut. Sambil berputar-putar ditempat, dia akhirnya menyerah dalam ketakutan yang kini sudah memuncak didalam hatinya. Merasa sudah tidak kuat lagi akhirnya Yandi langsung berlari menuju kepintu keluar rumah, dan setelah mendekati pintu, tinggal 3 langkah lagi tiba-tiba “*jedar!”.

Pintu rumah tersebut tertutup sendiri dengan sangat keras. Akibat terkejut, Langkah yandi langsung terhenti, tak lama dia kembali berlari kepintu itu dan mencoba untuk membukanya. Dan ternyata pintu itu telah terkunci, kini dia berusaha mencari cara untuk keluar dari rumah sumber mimpi buruknya ini.

Di tarik, ditendang dan didorongnya pintu tersebut bertubi-tubi tetapi tiada hasil, pintu belum juga terbuka. Kini Yandi semakin takut luar biasa. Bagaimana Yandi keluar dari rumah angker itu? Dan apakah Yandi akan selamat? Ikuti terus ya di kota mati part 11.

Yain

Fitri Yain Anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yainwa : 081280410615makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri Yain Anrola has write 35 posts