Kota Mati Part 13

Sebelumnya kota mati part 12. Yain baru saja pulang dari sekolah, ketika sudah sampai didepan rumah tiba-tiba saja sapu tangan jingga yang dibawanya terbang terhembus angin, dan jatuh dihalaman rumah Andi. Yain langsung memasuki halaman rumah Andi untuk mengambil sapu tangannya. Sapu tangannya berada dibawah jemuran, dilihatnya kain-kain jemuran milik keluarga Andi yang sudah sangat lusuh akibat lamanya terkena debu, panas dan hujan.

Ketika Yain sudah dekat dengan sapu tangannya, dia mendengar suara langkah kaki, Yain membungkuk mengambil sapu tangannya, ketika membungkuk dia semakin mendengar langkah seseorang berjalan mendekatinya. Ketika melirik kedepannya, ada sepasang kaki melangkah karena dilihatnya dari celah-celah bawah jemuran dan masih dalam posisi membungkuk, tak lama sepasang kaki wanita yang berjalan tidak menggunakan sandal atau alas kaki itu sudah berada tepat didepannya.

Yain heran mengapa tiada suara seseorang. Yain yang belum mengetahui peristiwa yang terjadi dikeluarga Andi, begitu ketakutan dan memberanikan diri untuk mulai berbicara “Maaf bu. Aku lancang memasuki rumah ibu, aku hanya ingin mengambil sapu tanganku” masih dalam posisi membungkuk yain masih melototi sepasang kaki yang ada didepannya sambil bergumam dalam hati “mengapa wanita ini tidak menjawab?”.

Karena penasaran Yain membenarkan posisinya untuk berdiri tegak dan menoleh kearah wanita yang ada didepannya itu dengan perlahan-lahan, dan ketika sudah berhadapan dengan sosok yang ada didepannya, tiba-tiba “*argh!” Yain teriak histeris. *Ngiu, ngiu, ngiu, ngiu, ngiu, suara ambulans berjalan dengan cepat menuju rumah sakit. “Tolong! Jangan ganggu aku! Tolong! Yain meronta-ronta ketakutan”.

Yandi, Nurul dan Kia sangat panik dengan kondisi Yain yang begitu ketakutan dan terus berteriak minta tolong, tangan dan kakinya diikat. Nurul menangis menyaksikan tingkah laku anaknya dan Yandi bingung apa yang harus dia lakukan. dengan menghubungi rumah sakit ini lah satu-satunya ide yang ada dibenaknya. Setelah masuk keruang ICCU, dokter menyarankan agar kerabat pasien tidak dibolehkan dulu untuk menemani pasien masuk kedalam ruangan.

loading...

Yandi, Nurul dan Kia kini menunggu diluar ruangan. “Kau lihat sekarang! Ini semua akibat perbuatanmu!” kata Nurul dengan penuh emosi. Yandi terdiam dengan Kia yang masih dalam gendongannya. “Kepala keluarga yang tidak berguna! Tidak bisa melindungi keluarga, apa harus ada yang mati dulu baru kau menyesal?” diam sejenak, Nurul masih mengatur nafas dan emosinya, air matanya tiada henti mengalir deras membasahi pipinya.

“Kau memang keras kepala! Egois! Kau tak berguna! Lihat Yain sekarang! Ini semua karena ulahmu! *Huhu, huhu”. Nurul menangis sejadi-jadinya. Yandi hanya terdiam, tak lama mereka menunggu, dokter pun keluar ruangan untuk memberi keterangan mengenai Yain. Ternyata Yain mengalami sedikit gangguan psikologis, jadi harus menjalani rawat inap dan untuk beberapa hari. Mereka pun berharap tidak akan terjadi apa-apa dengan Yain.

Karena sudah terlalu malam, Nurul menyarankan Yandi untuk pulang bersama Kia, sementara dirinya yang akan menemani Yain dirumah sakit. Ketika Yandi sudah sampai dirumah, dia pun langsung menidurkan Kia didalam kamarnya, Kia pun langsung tertidur disamping ayahnya dengan posisi membelakangi ayahnya, tak lama kemudian mata Kia yang tadinya terpejam langsung terbuka dan menatap kearah samping bawah tempat tidurnya, ada Bayu disana.

Bayu sedang berjongkok dibawah samping tempat tidur Kia, menatap Kia dengan tersenyum. Lalu Kia menempelkan telunjuk tangannya kedepan bibirnya pertanda dilarang berisik, Kia pun akhirnya memejamkan matanya kembali. “*Gluduk, gluduk!” suara petir disertai hujan deras membuat Yandi terbangun dari tidurnya, ketika bangun Yandi meraba-raba anaknya yang tidur disampingnya, Yandi merasa tidak ada seseorang disampingnya, kemana Kia? Di lihatnya selimut bantal dan guling Kia yang berantakan. Tapi kemana Kia? “*gluduk, gluduk!” suara petir menyambar-nyambar menambah kepanikan Yandi disaat itu.

“Kia! Kia! kia!” Yandi mancari cari Kia disegala penjuru ruangan tetapi tidak ditemukan. Akhirnya Yandi memutuskan untuk mencari Kia kedalam rumah angker digang 4. Setelah sampai dan masuk kedalam rumah angker tersebut, Yandi mendapati sebuah lemari yang bergoyang dengan sendirinya, lemari yang pernah dia temui disalah satu kamar dirumah tersebut. Tetapi ada yang lain dengan lemari ini, waktu itu lemari ini tidak terkunci, sedangkan saat ini dia temukan lemari ini dalam keadaan dirantai dengan gembok raksasa yang terkunci.

“Kia! Kia!” Yandi memanggil-manggil anaknya sambil berusaha membuka gembok yang terkunci, berharap Kia ada didalam lemari itu. Karena tidak ada suara yang terdengar didalam lemari dan lemari tidak berhasil dibuka, akhirnya Yandi menelpon Nurul. Di ambilnya ponsel didalam saku celananya dan menunggu jawaban dari Nurul. “Halo! apakah Kia bersamamu?” tanya Yandi tergesa gesa.

“Kia? bukannya tadi pulang bersamamu?”.
“Iya tetapi sekarang dia tidak ada! Aku pikir kau menjemputnya kembali”.
“Tunggu, aku akan datang untuk mencarinya!”.

Yandi kembali kerumah dengan kondisi basah akibat kehujanan. “*Guk, guk, guk!” terdengar suara anjing milik Unchi didepan rumahnya. Eh tunggu, bukannya anjing itu sudah mati aku tembak? Bersambung di kota mati part 14.

Yain

Yain

MALAIKAT BAYANGAN
konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.

informasi lebih lanjut kunjungi
Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib
http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1

(facebook : Yain
)

(wa : 081280410615
)

makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Yain has write 37 posts

Please vote Kota Mati Part 13
Kota Mati Part 13
Rate this post