Kota Mati Part 14

Sebelumnya kota mati part 13. “Kia!” teriak Yandi sambil terduduk bangun dari tidurnya, nafasnya tersenggal-senggal, keringat dingin kini membasahi tubuhnya. Tanpa berpikir panjang dia langsung mengecek Kia yang tadi tidur disampingnya, ternyata Kia sedang tidur pulas. Yandi merasa lega ternyata tadi semua hanyalah mimpi. Di peluknya Kia dengan erat dan kembali untuk tidur. Esok harinya Dwi sudah berada dirumah sakit untuk menjenguk keponakan kesayangannya.

“Kau dan anak-anak harus keluar dari rumah itu” kata Dwi.

(Nurul terdiam).

“Apa kau masih ingin menuruti suamimu?”.

(Nurul masih terdiam, bingung dengan keputusan yang harus dipilih).

“Suamimu memang egois, ingat! Ibu meninggal gara-gara dia!” bentak Dwi sambil terisak membayangkan masa lalu bersama ibu tercintanya.
“Berhenti! Berhenti menyalahkannya! Ini semua memang sudah takdir kak”.

loading...

“Takdir? Seandainya saja kau tak menikah diam-diam dengannya? Andai saja kau tak hamil? Andai saja kau menuruti kata ibu dan kakakmu ini, andai saja”.
“Stop! Sekarang yang harus kita pikirkan bagaimana jalan keluarnya kak?”.

Merekapun diam sejenak, Dwi mengambil nafas panjang dan kembali berkata.

“Tinggalkan suamimu, meskipun akhirnya kau harus cerai dengannya”.
“Tidak! Itu tak akan terjadi”.
“Terserah padamu, aku dan ibu lebih tahu dibanding kamu”.

(Diam sejenak).

“Apakah kau ingat? Sebelum ibu meninggal sempat mengatakan bahwa pernikahanmu tidak akan bertahan lama”.

Nurul terdiam, sorot matanya menerawang jauh, lalu dia kenang kembali peristiwa 13 tahun yang lalu, dia mengingat-ingat lagi cuplikan-cuplikan dari perkataan ibunya yang tidak pernah merestui hubungannya dengan Yandi.

“Ibu tidak sudi memiliki menantu miskin seperti dia”.
“Jangan kau dekati anakku!”.
“Jangan kau temui anakku!”.

Itulah larangan Ibu ketika Yandi datang menemuinya. Ketika sudah menikah.

“Apa? Ternyata kalian sudah menikah? Teganya kau menyakiti ibumu!”.
“Kau harus minta cerai dengannya!”.
“Hah? Kau sudah hamil? Gugurkan kandunganmu! Gugurkan bayimu!” lalu di ingatnya perkataan Yandi kepada ibunya.

“Saya tidak akan mengijinkan Nurul menggugurkannya, saya mampu memenuhi kebutuhan anak dan istriku kelak, saya sanggup merawat mereka”.

Ibu langsung terserang kembali penyakit jantungnya dan tak lama akhirnya meninggal. Nurul menangis mengingat-ingat kejadian itu, kejadian yang tak pernah terlupakan dalam memori kehidupannya, kini ibunya telah menjadi korban dalam keegoisannya. Nurul langsung beranjak pergi dan Dwi mengikutinya.

“Kau mau kemana?”.
“Pulang” jawab Nurul sambil terus berjalan dan Dwi menemai Nurul untuk pulang kerumah.

Sesampai dirumah, Kia menyambut Auntynya dengan senang. Lalu kedapur menemani ibunya memasak. Sementara itu, Dwi berkeliling sendiri melihat keadaan rumah Nurul yang begitu rapi dan mewah. Tidak lama melihat-lihat rumah Nurul, Dwi seperti tertarik ingin memasuki salah satu kamar. Dwi berjalan perlahan masuk kedalam kamar dan dilihat-lihatnya ruangan bernuansa pink itu.

“Ini kamar Kia” tebaknya dalam hati. Ketika tatapannya menuju kepada salah satu lemari, Dwi melangkah menuju lemari itu dan membuka pintunya “*krek” pintu lemari terbuka diiringi dengan lembaran kertas-kertas didalam lemari yang berjatuhan kelantai. Dwi sedikit terkejut dan diambilnya lembaran kertas-kertas itu, banyak coretan ballpoint didalam kertas itu, Dwi perhatikan satu-persatu secara teliti coretan-coretan gambar didalam kertas tersebut.

Ada gambar rumah berlantai 2 berpagar tinggi, ada gambar lemari besar yang dirantai dengan gembok, ada juga gambar cangkul, dan gambar seorang anak kecil dengan wajah yang dihitamkan seolah-olah wajahnya hancur, dan kertas terakhir dilihatnya gambar seorang pria dengan seragam rapi dan memakai properti seperti seorang satpam.

Dan dikertas lainnya dilihatnya banyak sekali coretan gambar manusia, gambar seorang laki-laki dan perempuan. Dwi merasa heran melihat-lihat gambar keponakannya itu, “apa maksud dari gambar-gambar ini?”. Bersambung ke kota mati part 15.

Yain

Yain

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yainwa : 081280410615makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Yain has write 35 posts