Kota Mati Part 2

Cerita sebelumnya kota mati. Perjalanan berjalan dengan lancar, hari menjelang sore, setelah 9 jam perjalanan akhirnya mereka sampai ketempat tujuan, ketika mulai memasuki depan kompleks terdapat Gapura warna putih dengan tulisan perumahan Bougenville. Tampak palang pintu jalan dibawah gapura itu, disampingnya terdapat pos satpam dan seorang satpam. Ketika mobil berhenti menunggu pintu palang jalan dibuka, satpam tersebut berjalan menuju mobil, Yandi membuka kaca mobilnya.

“Saya Yandi pak, yang telah membeli rumah disini, kami baru pindah”.
“Oh, pak Yandi, iya pak silahkan masuk”.
“Terima kasih pak, oh ya kemarin yang jaga bukan bapak ya?”.

Yandi bertanya sambil melirik deretan huruf yang tertempel dibagian dada kiri satpam tersebut, tertulis Zaenal.

loading...

“Iya benar pak, kemarin teman saya, Rafa namanya, tapi sekarang gantian shift, giliran dia yang jaga malam *hehe”.
“Oh begitu, saya langsung saja ya pak”.
“Silahkan pak”.

Lalu pak Zaenal berjalan kedepan membuka pintu palang jalan setelah palang dibuka, dia menengadahkan tangan kearah dalam perumahan sambil tersenyum sebagai tanda mempersilahkan masuk, Yandi hanya mengangguk tersenyum. Tak lama kemudian mereka akhirnya sampai didepan rumah, rumahnya besar berwarna abu-abu dengan dua lantai, didepan rumah tersebut terdapat taman dan ada ayunan didalamnya.

“Alhamdulilah akhirnya sampai juga, tapi sudah sore jadi kita bisa mulai besok pagi untuk bersih bersih rumah” kata Nurul. Mereka masuk kedalam rumah dengan membawa barang masing-masing, hanya membawa pakaian saja karena selama ini mereka menggunakan barang milik Dwi selama dirumah Dwi. *Krek. Ketika membuka pintu mereka pun masuk kedalam rumah. Nurul tercengang, dia tak sangka mendapat surprise ini dari suaminya, begitu juga dengan Yain dan Kia.

Mereka tercengang dan takjub melihat isi rumah yang sudah lengkap dengan segala peralatannya, begitu bersih dan rapi. Mereka semua bersorak kegirangan. Yandi menunjukkan kamar Kia yang berdekatan dengan kamarnya, ketika pintu kamar Kia dibuka dan lampu dinyalakan, aneka warna pink menghiasi kamarnya, Kia sangat senang sekali. Lalu Yandi menunjukan kamar Yain yang ada dilantai atas, Yain sangat senang karena kamarnya benar-benar bernuansa ungu, warna favoritnya.

“Terima kasih ayah!” jawab Yain dan Kia bersamaan.
“Sama-sama sayang” ucap Yandi yang sedari tadi senyam-senyum melihat istri dan anak-anaknya merasa senang dengan surprise yang dia berikan. Nurul dan Yandi saling menatap dan tersenyum, kini lengkap kebahagiaan dengan rumah idaman mereka.

“Pantas saja ayah lama pulang, ternyata sedang buat surprise buat kita. Jadi malam ini kita mandi dulu dan langsung istirahat ya, semua sudah bersih, besok pagi kita tinggal merapikan baju saja kedalam lemari. Setelah itu, kita akan ke sekolah untuk mengantar kalian mendaftar!” kata Nurul dengan semangat. “Siap komandan!” jawab Yandi, Yain dan Kia bersamaan sambil mengambil posisi hormat layaknya seorang prajurit, disusul dengan tertawa karena tidak menyangka kalau apa yang mereka lakukan dan ucapkan sama.

Nurul ikut tertawa menyaksikan tingkah suami dan anak-anaknya. “Bapak dan anak sama saja *hehe” kata Nurul sambil menggelengkan kepala sembari tersenyum. Mereka pun akhirnya mandi dan menuju kedalam kamar masing-masing untuk istirahat. Bersambung di kota mati part 3.

Yain Bidadari Angkot

Fitri yain anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yain wa : 081280410615 makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri yain anrola has write 34 posts