Kota Mati Part 24

Sebelumnya kota mati part 23. Dengan perlahan lahan Dwi melangkahkan kakinya menuju ke samping sofa dan berjalan lurus kedepan untuk melihat sosok itu dari samping. ketika melihat sosok itu dengan jelas, ekspresi Dwi yang tadinya tegang tiba-tiba saja terkejut.

“Yain!” tak disangka kalau ternyata Yain yang ada di sana, dia duduk termenung dengan pandangan lurus ke depan, tak ada reaksi sedikitpun ketika Dwi memanggil namanya. “Yain” Dwi kembali memanggil dengan lembut “apa kau baik-baik saja?” tanyanya untuk memastikan bahwa keponakannya itu baik-baik saja. Tetapi Yain tidak merespon sama sekali.

“Mengapa kau tidak tidur?” tanyanya lagi. Lalu terdiam sejenak menunggu jawaban Yain yang sedari tadi tidak mengucap sepatah kata pun. “Apa yang kau lakukan disini sayang?” lagi-lagi tak ada jawaban, Dwi mulai terlihat gelisah, entah mengapa malam ini begitu mencekam, cuaca malam yang tadinya terasa dingin tiba-tiba saja berubah menjadi panas, padahal hujan deras, angin kencang dan suara petir masih saling bersahutan diluar sana. Dwi mulai mencoba untuk menenangkan hatinya. Tak lama kemudian, Yain berdiri tegak dari duduknya lalu menghadap dan memandang Aunty-nya dengan tatapan mata kosong.

“Aku tidak ingin tidur” jawab Yain dengan nada datar. Dwi yang sedari tadi memperhatikannya merasa curiga dengan sikap Yain yang tidak seperti biasanya, “siapa kau?” tanya Dwi tiba-tiba yang sudah menebak dan seperti telah terbaca di pikirannya kalau dihadapannya sekarang itu bukan keponakannya. Tangan Dwi kini mulai sedikit gemetar menahan perasaan takutnya.

“Bismi” jawab Yain dengan nada datar. “Hah” Dwi terkejut dan akhirnya mengetahui bahwa arwah Bismi masuk ke dalam raga Yain, rupanya Yain kesurupan.
“Apa yang kau lakukan terhadap tubuh keponakanku?”.
“Aku ingin meminjamnya sebentar”.
“Untuk apa?”.

“Untuk menemuimu”.
“Apa yang kau inginkan dariku?”.
“Aku ingin meminta tolong. Tolong balaskan dendamku pada orang yang telah membunuhku?”.
“Siapa yang telah membunuhmu?”.
“Ku kira kau sudah mengetahuinya” ucap Bismi yang tahu jika Dwi telah mengetahui kronologi pembunuhannya lewat mimpi.
“Pria bertopeng yang tinggal di suatu tempat” ucapnya kembali.
“Di mana?” Dwi mulai penasaran.
” di Langit-Nan-Biru”.

Merekapun diam sejenak, Dwi mulai berpikir dan mengatur nafas, lalu berkata dengan tenang.

“Aku tahu kamu dendam, aku tahu kamu sakit hati. Tapi ingat, balas dendam adalah suatu hal yang tidak terpuji, kau, aku , dan siapapun itu tidak boleh melakukannya, dan tidak akan melakukannya”.
“Aku tidak peduli dengan hal apapun itu, aku hanya ingin membalas dendam terhadap orang yang telah menyakitiku, biar dia bisa merasakan apa yang aku rasakan”.
“Kau harus iklas dan memaafkannya”.
“Aku tak bisa lakukan itu”.
“Berusahalah! Dengan keikhlasan maka kau akan pergi dengan tenang”.
“Kau haru balaskan dendamku! Aku ingin kau balaskan dendamku!” jeritnya dengan mata terbelalak tajam.

Dwi menghela nafas panjang sejenak, lalu berkata.

“Maaf, aku tidak bisa menolongmu! Aku tidak ingin membalaskan dendammu!” tegas Dwi dengan nada tinggi.
“Apa kau yakin?” tanyanya sambil memperlihatkan wajahnya yang begitu sedih. “*Huhu” tak lama kemudian dia mulai menangis sesenggukan, suara tangisannya begitu pilu dan menyayat hati.
“Aku sangat yakin” jawab Dwi dengan tegas.
“*Hahaha! Baiklah, Aku akan membuatmu menyesal!”.

Wajahnya yang tadi terlihat sedih tiba-tiba saja berubah menjadi tertawa senang, matanya pun terbelalak dengan lebarnya sambil tersenyum menyeringai jahat. Dia langsung melangkah menuju pintu keluar, baru berapa langkah Dwi langsung menghentikannya. “Berhenti! Mau di bawa kemana keponakanku? Silahkan kau pergi! Tapi tanpa membawanya!” Yain langsung menghentikan langkahnya. Dwi melanjutkan ucapannya.

“Kau harus keluar dari tubuhnya!”.

Yain yang dirasuki arwah Bismi langsung berbalik lalu berjalan mendekati Dwi perlahan lahan. Setelah mendekat.

“Ini akibat kau tak ingin menolongku, anak inilah sebagai gantinya, aku pinjam dulu raga ponakan kesayanganmu ini! *Ha-ha-ha”.
“Dan kau, juga akan mati di tangannya!”
“Hah!” Dwi terkejut, tanpa aba-aba tangan Yain tiba-tiba saja langsung mencekik lehernya. Dwi berusaha untuk berteriak meminta tolong, “*ergh” hanya suara itu yang keluar dari mulutnya. Suara, dan aliran darah sudah terhambat di batas tenggorokannya. Semua sudah terlambat, Dwi berusaha meronta dan mencoba melepaskan tangan Yain yang dikendalikan oleh Bismi.

loading...

“*Argh” Dwi mulai kehabisan tenaga, cengkeraman Yain begitu sangat kuat sehingga badannya pun mulai terangkat naik. Tak lama, aliran darah pun mulai terhenti. Dwi tewas seketika dengan lidah menjulur keluar. Yain yang masih dikendalikan oleh Bismi langsung melepaskan cengkeramannya dari leher Dwi. Dwi langsung jatuh dan tergeletak di sofa yang berada di belakangnya. Yain pun langsung berjalan menuju pintu untuk keluar rumah.

Peristiwa inilah yang disaksikan Kia di malam mencekam itu, mengapa tidak? Semenjak Aunty-nya turun dari tempat tidur dan keluar kamar, diam-diam Kia mengikuti Aunty-nya sampai ke pintu ruang tengah, dia mengendap-endap dan bersembunyi di balik pintu. Kia merasa begitu ketakutan selama melihat kejadian tragis itu. Nafasnya pun tersenggal-senggal. Saat ini Kia masih berdiri disana. Tatapannya masih ke dalam ruang tengah yang terlihat Aunty-nya mati tergeletak di sofa.

Tak lama kemudian, Kia merasakan ada sesuatu di belakangnya, sesuatu itu semakin lama semakin mendekat, suara langkah kakinya pun juga terdengar, semakin dekat suara langkah kaki itupun juga semakin jelas terdengar di belakangnya. menyadari akan hal ini, Kia menutup matanya dengan gemetar menahan rasa ketakutan yang sedari tadi menyelimuti hatinya. Bagaimana kelanjutan dari cerita ini? Ikuti terus ya di kota mati part 25, oke.

Yain

Yain

MALAIKAT BAYANGAN
konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.

informasi lebih lanjut kunjungi
Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib
http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1

(facebook : Yain
)

(wa : 081280410615
)

makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Yain has write 37 posts

Please vote Kota Mati Part 24
Kota Mati Part 24
2.3 (46.67%) 6 votes