Kota Mati Part 4

Cerita sebelumnya kota mati part 3. Tak terasa sudah 3 hari mereka menempati rumah tersebut, seperti biasa dipagi hari Nurul selalu sibuk menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya. Yain sudah mendapat sekolah baru dan dia akan berangkat ke sekolah diantarkan oleh ayahnya yang juga kebetulan arah jalan ke sekolah searah dengan kantor ayahnya. Kini tinggalah dirumah berdua, yaitu Nurul bersama Kia yang selalu terus bermain. Ketika Nurul sedang sibuk membaca buku majalah diruang tamu, tiba tiba.

loading...

“Ayuk kita main petak umpet!” terdengar suara anak kecil laki-laki dihalaman depan rumahnya, Nurul terperanjat, terbesit tanya dalam hati.
“Siapa yang menemani Kia bermain?”.

Nurul mengintip lewat jendela kaca ruang tamu, dilihatnya Kia sedang bermain riang dengan seorang anak laki-laki. Jika dilihat mereka seumuran, anak laki-laki itu sangat lucu, kulitnya putih matanya sipit dan pipinya tembem, terlihat mereka sedang bermain bersama. “Siapa anak itu?” gumam Nurul dalam hati. “Bayu. Bayu ayo kita main ayunan saja yuk!”.

“Ayo!” jawab anak lelaki imut itu.
“Oh namanya Bayu” gumam Nurul masih mengintip.

Tiba tiba ada yang memanggil “Bayu sini nak, ayo kita makan dulu!” teriak seorang wanita didepan rumahnya memanggil anaknya dengan panggilan Bayu itu. Nurul langsung beranjak keluar dan mengajak mereka makan dirumah, kebetulan juga hari itu Nurul sedang memasak, masakan padang kesukaan suaminya. Akhirnya wanita dan anak kecil itu mau diajak makan siang bersama.

Tak lama akhirnya mereka selesai melahap makan siangnya. “Aku tinggal didepan rumahmu, sudah dua bulan aku tinggal disini karena kerjaan suamiku, Andi. Selamat datang diperumahan Bougenville, semoga kamu betah ya disini”.

“Semoga saja *hehe.┬áMakasih ya sudah mau mampir kerumah” jawab Nurul singkat.
“Harusnya saya yang terima kasih, jangan sungkan mampir kerumah saya juga ya. Oh ya, saya biasa dipanggil putri”.
“Oh ibu putri, iya bu kapan-kapan saya akan mampir kerumah ibu” akhirnya bu Putri pulang kerumah bersama anaknya, Bayu.

Malam hariya, Nurul mendapat kabar secara tiba-tiba dari Putri bahwa ada kejadian yang mengerikan disekitar mereka. Kejadian yang berada disalah satu rumah mewah digang 4. Karena penasaran, Putri mengajak Nurul dan Kia untuk segera menuju ketempat kejadian perkara. Sedangkan Yandi yang berada didalam rumah sedang asyik menyaksikan siaran berita live ditelevisi.

“Pemirsa, kami sekarang berada dikota, khususnya daerah perumahan Bougenville digang 4, inilah rumah korban pemerk**an sekaligus pembunuhan secara sadis kepada seorang wanita. Menurut para saksi, mereka menemukan banyak serpihan kaca berserakan dilantai rumah dan menurut hasil pemeriksaan, polisi menemukan sebilah pisau yang ditemukan tak jauh dari korban dan diduga dipakai oleh pelaku untuk membunuh korban. Korban sudah ditemukan didalam lemari kamar dengan kondisi membusuk dan sangat mengenaskan. dari hasil otopsi dapat diperkirakan bahwa korban telah tewas seminggu yang lalu dan *pet!” televisipun dimatikan.

Yandi sedikit terkejut dengan apa yang dia lihat dan dia dengar dalam siaran live itu, teringat akan rumah yang dia lewati ketika berolahraga pagi, rumah ditelevisi itu sama dengan rumah yang dia datangi saat bertemu wanita yang sedang menyapu dihalaman. Dan dia juga bertemu dengan Rafa, si satpam kompleks. Dia juga teringat akan anjing yang terus melolong didepan rumah itu, dia baru menyadari bahwa ternyata rumah itu tidak berpenghuni. Lantas, siapa yang dia temui saat itu? Dan siapa sebenarnya wanita itu? Yandi tak habis pikir dengan semua ini, tapi hal macam ini hanya berlalu begitu saja dipikirannya.

Yandi seorang realistis, dia tak percaya dengan adanya hantu, atau apapun yang berbau dengan hal tak kasat mata. Sementara Nurul yang sedang menggendong Kia dan Putri masih berdiri didepan rumah digang 4 tersebut, rumah yang sudah dipalang kuning garis polisi. Banyak warga yang berkerumun disekitar situ, termasuk Zaenal dan para wartawan yang sedang mencari informasi mengenai kejadian tersebut kepada para saksi, semua orang merasakan ketegangan. Tiba-tiba.

“Nur, lihat anakmu! Kenapa dia tersenyum? Apa yang dia lihat?” Tanya Putri merinding. Nurul pun langsung melihat kearah Kia dan ternyata benar, Kia tersenyum sendiri sambil matanya fokus menatap kerumah itu, tersenyum sendiri dan matanya tidak berkedip sedikitpun. “Kia, Kia” Nurul memanggil Kia yang masih dalam gendongan itu, tapi tak ada reaksi, seolah-olah Kia sedang asik melihat pertunjukan badut yang lucu hingga pandangannya tak mau lepas untuk memperhatikan sesuatu yang dilihatnya sekarang. “Kita pulang saja yuk!” ajak Nurul. Putri hanya mengganguk dan mereka segera pulang kerumah masing-masing. Bersambung ke kota mati part 5.

Yain Bidadari Angkot

Fitri yain anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yain wa : 081280410615 makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri yain anrola has write 33 posts