Kota Mati Part 8

Cerita sebelumnya kota mati part 7. Langsung terdengar bunyi pintu kamar sangat keras sekali, suaranya mengagetkan Yain sehingga dia relfeks berhenti untuk berteriak, tiba-tiba hening, Yain masih dalam keadaan menutup matanya, tak ada suara. Dia berusaha melepaskan kedua tangannya yang menutupi matanya itu perlahan-lahan, ketika dilihat tak ada siapa-siapa.

Yain melihat ke sekelilingnya, suasana sangat gelap, tak ada suara, tak ada teman-temannya. Kini dia tak peduli lagi dengan teman-temannya itu, sekarang yang dia pikirkan bagaimana caranya bisa selamat dari situasi ini, dengan terburu-buru Yain mencari ponsel yang tadi terbanting, setelah itu dia berlari cepat membuka pintu kamar, pintu rumah dan pintu gerbang rumah angker tersebut. Lalu dia terus berlari menuju rumahnya dengan gemetar. Setiba dirumah, Yandi dan Nurul yang sedang berada diruang tengah bingung melihat Yain pulang terburu-buru seperti ketakutan.

“Yain!” Teriak Yandi. Nurul yang duduk disamping Yandi langsung memegang tangan Yandi, mereka saling beratatap, Nurul sedikit menggelengkan kepala dan sorot matanya mengisyaratkan bahwa biarkan Yain beristirahat. Yandi pun menyetujuinya, paginya ketika Nurul, Kia, Yandi dan Yain sedang sarapan dimeja makan. “Apa yang kau lakukan semalam Yain?” Yandi membuka pembicaraan. Yain kaget mendengar pertanyaan ayahnya, lalu membenarkan duduknya, seperti belum siap untuk menjawab pertanyaan ayahnya itu.

“Dari mana kamu semalam?” tanya ayahnya lagi.
“Semalam aku masuk kedalam rumah itu” jawab Yain sedikit ketakutan.

Yandi dan Nurul langsung terkejut mendengar pengakuan Yain.

loading...

“Apa yang kau lakukan disana?” tanya Yandi sedikit berteriak, Yain masih terdiam menunduk.
“Jangan pernah kau masuk kedalam rumah itu lagi!” bentak Yandi menahan amarahnya.

Yain hanya menggangguk menyetujui perintah ayahnya,

“Semalam aku melihat hantu” kata Yain.
“Apa? Hantu?” tanya Yandi, yain mengangguk meyakinkan.
“Kau benar-benar sudah jadi gila!” kata yandi. Yain yang sedari tadi duduk lalu berdiri dan menatap ayahnya dengan tajam.

“Aku tak gila, aku melihatnya sendiri!”.
“Tidak mungkin! beraninya kau berbohong!”.
“Aku tak berbohong ayah, aku sungguh-sungguh”.
“Prak”.

Tamparan keras dari Yandi tiba-tiba mendarat dipipi Yain, membuat Yain berhenti menjelaskan tentang apa yang dia lihat semalam didalam rumah itu. Nurul langsung memeluk Yain, Yain melepaskan pelukan ibunya dan dengan emosi dia langsung keluar rumah meninggalkan ayah, ibu dan adiknya.

Malam harinya, pukul 22.00 suara anjing milik Unchi tak henti-hentinya menggonggong, Yandi duduk sendiri didepan televisi sambil menunggu Yain yang belum kunjung pulang sejak kejadian pagi hari tadi. Dia menyalakan televisi dan AC yang ada didepannya, AC itu secara otomatis akan menuju dimana ada sesuatu yang bergerak atau manusia berada. Ketika dinyalakan, tiba-tiba AC yang tadinya mengarah kepadanya itu bergerak kearah jendela yang berada disamping kanan Yandi, jendela itu jaraknya 7 meter dari tempat Yandi.

Yandi heran dengan AC yang bergerak tiba-tiba kearah jendela, padahal disekitar jendela itu tidak ada siapapun. Dan dia sendirian diruangan itu, Nurul dan Kia sudah tidur dikamar. Yandi mengatur kembali AC-nya untuk diarahkan kepadanya, tak lama AC tersebut mengarah kembali kearah jendela, dan begitupun seterusnya. Yandi yang begitu penasaran, dia berusaha melirik kearah jendela. Kepalanya masih menghadap kedepan, diliriknya sesuatu yang membuat dia penasaran itu, ketika dia tahu apa yang dia lihat, nafasnya semakin memburu.

Samar-samar dalam gelap dia melihat seseorang sedang berdiri dipojok dekat jendela, seketika itu Yandi langsung melirik kearah senter diatas meja yang ada disampingnya, dia ambil senter tersebut perlahan-lahan. Ketika senter itu sudah ada ditangannya, dia langsung menyorot lampu senter kearah jendela, sosok yang terkena cahaya lampu senter itu tiba-tiba bergerak dan langsung berlari mendekati Yandi, ditangannya ada sebilah pisau.

Pisau itu diarahkan ke Yandi seolah-olah ingin menusuk kepalanya. Yandi yang begitu terkejut melihat penampakan aneh dan menyeramkan itu langsung berdiri dan berlari, sambil dilihatnya kebelakang, siapa yang berbuat? Yandi terperanjat dengan apa yang dilihatnya, sosok itu mukanya merah dan hancur tak beraturan, mulutnya menganga, matanya melotot, salah satu bola matanya menempel dipipinya seperti terjatuh dari matanya.

Setelah dekat sosok itu langsung menusuk kearah kepala Yandi, tapi pisau itu langsung melesat hampir mengenai matanya, dengan cepat ditangkisnya tangan yang memegang pisau tersebut, akhirnya terjadilah perkelahian diantara keduanya. Saat Yandi memegang wajah sosok itu, ternyata itu topeng, dan dilihat dari postur tubuhnya, sosok itu adalah pria. ternyata dia pria bertopeng! Ketika pria itu tengah lengah, Yandi langsung berlari kearah dapur, pria itu kembali bergerak dan terus mengejarnya dan sesampai didapur pria itu masih menyerang Yandi dengan pisau ditangannya, tapi Yandi selalu berhasil menangkisnya, yang terdengar hanya suara pukulan.

Lalu dengan cepat Yandi mengambil salah satu pisau daging yang terbesar dimeja dapur dan menodong kearah pria tersebut. Pria itu terhenti dan langsung berlari menuju pintu luar, seketika itulah Yandi langsung mengejarnya tetapi pria itu berhasil melarikan diri. Yandi kini berada didepan rumah, menghentikan pengejarannya terhadap pria aneh bertopeng tersebut. Tak lama kemudian Yandi melihat Rafa, satpam kompleks.

Rafa sedang berjalan lewat didepan rumahnya. Sedangkan diseberang jalan depan rumahnya, suara anjing milik Unchi masih menggonggong tiada henti. “Rafa! Rafa! Kau dari mana saja, tadi ada perampok memasuki rumahku!” teriakan Yandi tak sedikitpun digubris oleh Rafa. Terlihat Rafa terus berjalan lurus dengan tatapan kosong lengkap dengan pakaian seragam satpamnya. “Aku harus memiliki sebuah senjata, disini sudah tidak aman lagi” gumamnya dalam hati sambil berlalu masuk kedalam rumah. Bersambung ke kota mati part 9.

Yain Bidadari Angkot

Fitri Yain Anrola

MALAIKAT BAYANGAN konsultasi mengenai ghaib jarak jauh dengan Pak Dul.informasi lebih lanjut kunjungi Blog : Pemusnah Ilmu Ghaib http://pusat1lmu.blogspot.co.id/2014/10/pemusnah-ilmu-ghaib-pengobatan.html?m=1facebook : Yain wa : 081280410615 makasih sudah baca ceritaku

All post by:

Fitri Yain Anrola has write 33 posts