Kuburan Angker

kenalin namaku m.ridwan biasa di panggil omen, aku menjalani profesiku sebagai operator alat berat di sebuah perusahaan depo container. Sudah hampir 7 tahun berlalu kujalani seperti biasa, karena perusahaan ini buka 24 jam, itu membutuhkan 3 shift yang berakhir di jam 6 pagi. Seperti itulah keseharianku melayani langsung dilapangan. Ditahun 2011 setelah menikah aku memutuskan untuk hidup mandiri dan pindah untuk ngontrak, pisah dari orang tua.

Memang awalnya banyak sekali pertimbangan tapi ini harus aku lakukan. Akhirnya aku dan istri mendapatkan kontrakan di Bekasi babelan. Namun akses untuk masuk ke perumahan yang kami kontrak itu harus lewat kuburan yang lumayan luas, warga sekitar pun sudah banyak cerita tentang kuburan angker itu. Tapi aku enggak terlalu memikirkannya karena saat itu aku masih fokus ke suasana kehidupan baruku.

Sudah dua minggu aku jalani hari-hari seperti biasa, tapi saat aku mulai naik ke shift 2 yaitu pulang jam 11 malam, waktu malam kamis suasana habis hujan. Aku tiba di babelan jam 00:10 maklum perjalanan dari cakung ke babelan sekitar 45 menit waktu itu jalanan msih belum sebagus sekarang. Nah malam itu aku lewati kuburan seperti biasa, tapi sewaktu hampir melintasi pohon besar di kanan jalan tiba-tiba aku punya perasaan aneh.

Aneh banget, seperti berganti suasana tanpa suara atau kebisingan apapun seolah hanya aku di dunia ini. Ingin aku fokuskan pandanganku tetap ke jalan, tapi mata selalu ingin lihat pohon itu. Akhirnya kupasrahkan mata untuk lihat pohon itu. Memang sih gak ada apa-apa cuma pemandangannya itu ranting-ranting yang menjulur, tetesan sisa air hujan dan sulit di tulis pokoknya.

Nah setelah lewati pohon itu aku mulai masuk wilayah kuburan. Aku hafal banget batu nisan pertama adalah warna putih, konon itu kuburan yang sudah lama. Ya, disitu jugalah kejadiannya, tiba-tiba sepeda motorku mati! Sumpah suasana benar-benar sepi banget, lampu motor pun gak ada. Hati ini kacau rasanya cuma berharap tidak ada hantu yang nongol, aku coba starter berkali-kali tetap gak bisa nyala. Pandangan mulai iseng nengok kanan kiri, hadeh padahal tinggal 100 meter lagi.

Setelah ngucap kata-kata cacian makian sampai nyebut. Baru deh motorku mau hidup lagi, pas sudah hidup ada suara cewek ketawa, dalam hati sudah yakin kalau itu bukan manusia, langsung tancap gas top speed di jalan rusak pikiran sudah bodo amat. Sampai rumah pun masih gelisah, itu baru awal dari sebulan pertama pindah ke bekasi, lama-lama aku terbiasa dengan ini.

loading...

Sampai sekarang pun masih suka di tegur sapa atau perasaan yang engga asyik. Selang 2 tahun aku ada rejeki mengambil rumah di perumahan itu juga dan sekarang sudah di buka jalan lain akses masuknya tanpa lewat kuburan itu lagi, alhamdulillah.

Share This: