Kuburan yang Aneh

Assalamualaikum dan selamat sore para pembaca. Salam sejahtera bagi non muslim. Dan selamat bersibuk ria kakak john. Cerita ke 44 ini adalah cerita sewaktu dwi masih sekolah SD. Dulu para anak-anak TPA sore setiap menjelang bulan ramadhan tiba, selalu membersihkan makam. 2 hari sebelum hari ramadhan anak-anak ramai sibuk di area TPU. Tidak lupa guru ngaji yang membimbing dan beberapa orang dewasa serta juru kunci makam ikut serta di TPU, sehingga anak-anak merasa tidak takut di area TPU, apalagi dengan suasana hati gembira.

Para anak-anak mulai membersihkan makan saudara/simbah/family masing-masing. Ketika sudah selesai, mereka membersihkan makam-makam lain. Teman saya yang kebetulan belum selesai bersih-bersih pun kami bantu (maklumlah makam keluarga besarnya lebih banyak dalam 1 pagar/petak). Setelah usai, kami melanjutkan ke area tengah TPU hingga tidak ada yang belum di bersihkan dari sampah daun atau bunga kamboja yang kering.

Tiba-tiba di tengah TPU ada 2 atau 3 makam yang sudah di beri kijing/rumah-rumahan. Tapi kijing ini berbentuk seperti rumah post gardu/ronda yang ukurannya 1 petak makam. Dan di dalam rumah itu ada seperti gundukan tanah yang tidak jelas. Seperti rumah binatang rayap tapi itu bukan rumah rayap. Ya pokoknya semacam gundukan tanah yang tinggi hampir memenuhi makam itu.

loading...

Mbah gatul (juru kunci) dan salah 1 orang dewasa mendekati makam-makam itu. Tidak terasa saya dan yang lainnya menyapu dekat makam yang sedang di lihat mbah gatul. Tiba-tiba mereka duduk dekat pintu di salah 1 makam yang mempunyai gundukan tanah itu dan seolah-olah sedang berbicara dengan orang yang ada di depannya. Kami yang melihatnya pun di buat takut dan enggan menyapu di depannya.

Setelah mereka berdua selesai berinteraksi, tiba-tiba terkejut melihat kami berada di sampingnya. “Lho yang nyapu malah sudah sampai sini to” kata mbah gatul. Seolah-olah tidak mengetahui/menyadari kami sejak tadi berada di situ. Kami yang berada dekat situ pun hanya bengong tanpa kata. Lalu mbah gatul bilang ke temannya bahwa makam tersebut meminta sesuatu sehingga tanahnya tidak wajar, samar-samar kami dengar dari obrolannya.

Kami yang was-was pun cepat-cepat menyapu area itu dan segera pindah ke ujung makam yang lain. Tapi karena mbah gatul dan temannya sudah pergi akhirnya kami berhenti dan segera berkumpul memanggil teman yang lain untuk segera pulang. Akhirnya teman saya yang bernama wati mengajakku dan lainnya segera meninggalkan TPU. Dan mencuci tangan serta kaki di rumah mbah/kakek nenekku.

Kebetulan rumahnya 50 meter dari TPU. Dan di perjalanan pulang kami membahas tentang makam tadi, kami ingin bertanya pada juru kunci (yang kebetulan mbahnya eka) tapi kami takut. Sejak itu misteri makam itu tidak pernah kami ketahui apa maunya. Karena kata eka anak kecil tidak boleh tahu. (Itu kata mbahnya eka atau juru kunci, ketika eka bertanya padanya), sekian.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 116 posts