Kucing Jadi-jadian

Pengalaman ini terjadi pada tahun 2001 di daerah Mojokerto, Trowulan disana memang terkenal wingit (angker) sehingga hampir setiap sudut pasti merinding, ini ceritanya di Pendopo Agung Trowulan (disana kayak pendopo dan dibelakangnya ada petilasan Gajah Mada, sama kuburan kuburan gitu). Nah kejadian itu, ketika aku masih ikut pramuka nih, saat itu kami senior orang berlima dan sudah diwanti-wanti (di ingatkan) sama pembinanya untuk menjaga anak-anak yang lain (maklum ketika itu aku sudah SMA).

loading...

Saat itu malam jumat kliwon, kondisinya hujan gerimis sedikit gambaran jika kita memasuki lokasi pendopo agung kita bakalan disambut 2 pohon beringin besar, tapi disebelah kiri ada satu lagi beringin yang masih kecil. Ok dilanjut, malam itu hujan gerimis sehingga kami mengungsikan semua anak-anak SMP untuk berteduh didalam pendopo, kami berlima bertugas dilapangan untuk menjaga barang barang mereka.

Saat semua siswa sudah masuk pendopo aku melihat ada wanita yang berteduh dibawah pohon beringin kecil, dia sambil mengayunkan bayi disampingnya (bodohnya saya ketika itu tidak pakai logika dan mengerti kenapa bisa mengayunkan bayinya ya). Nah maksud hati saya bersama teman mendekati wanita itu untuk menawari tempat berteduh dan minuman hangat, dari jarak 30 meter perasaan sudah merinding tapi karena niat baik kenapa tidak.

jarak 20 meter mulai kelihatan jelas wanita itu beserta anaknya, dari jarak 10 meter kami sudah tidak bisa berkata apa-apa. Wanita itu memakai baju putih walaupun di kegelapan tetapi warnanya bisa menyala gitu, wajahnya pucat putih tersenyum (lebih cocok nyengir, pokoknya tidak bisa dituliskan ngeri sekali) rambutnya terurai kedepan sebagian dan anak yang diayunan nya itu ternyata pocong.

Tanpa ada yang mengajak, kami langsung balik kanan berusaha jalan dengan tenang walaupun hati ini tidak karuan, jarak 30 meter kami lihat ibu itu ternyata sudah tidak ada dan dilangit terdengar tawanya yang seram. Bayangin 10 meter bro bisa liat dengan jelas mukanya, wah bener-bener tidak bisa tidur dan tidak bisa makan waktu itu. Belum selesai disitu ternyata banyak kucing yang berkeliaran disekitar tenda kami, karena sibuk mengusir kucing kami sempat lupa tentang kejadian barusan, walaupun aneh juga jam 1 malam banyak kucing disekitar tenda.

Apa yang terjadi saat aku menyorot wajah kucing tersebut dengan senter, wajahnya lagi nyengir bro. Nyengir kayak kita manusia dan wajah itu berubah, saat itu benar-benar cobaan paling berat bagi kami. Akhirnya kucing tersebut berhasil diusir saat ada adzan subuh, perjuangan 4 jam melawan kucing jadi-jadian, atau hantu jadi kucing, tidak tau deh itu apa? terima kasih.

KCH

Tio

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Tio has write 2,694 posts