Kunci Gembok Sebuah Gudang

Ayahku yang baru saja pensiun dari pekerjaannya dan memiliki banyak waktu sehari-harinya, mengatakan “Kita bisa menggunakan ruangan itu dengan mengubahnya menjadi sebuah gudang” dan kemudian dia membuatnya sendiri. Seperti seseorang yang tengah kesurupan, dia terus menyelesaikannya dan kurang dari sehari dia berhasil membuat gudang dengan rak dan pintunya.

Keesokan harinya ketika saya pulang ke rumah, ayah saya yang seharusnya berada di rumah, tidak kutemukan di manapun, jadi saya bertanya-tanya apakah dia mungkin masih mengerjakan gudang itu. Saya pergi ke koridor tapi dia tidak berada di sana. Saya hanya melihat sebuah gembok tergantung di pintu gudangnya. Hari itu ayah sama sekali tidak pulang.

Esok malamnya ketika ayah masih belum pulang, ibu sangat khawatir dan mengatakan hal ini padaku, “Ayo rusakkan gembok itu dan lihat apa yang ada dalam gudang itu”. Saya juga penasaran apa yang telah disembunyikannya di dalam hingga dia melindunginya sedemikian rupa. Aneh sekali dia bahkan menguncinya dengan gembok ketika dia pergi. Saya lalu merusak gembok itu.

Di dalamnya, kami akhirnya menemukan ayah sedang duduk di dalamnya sambil memeluk kedua lututnya, menatap kami, dengan senyuman yang dipaksakan dan tatapan kosong. Kenapa bisa pintu itu terkunci? Kenapa ayah bisa ada di dalam? Saya belum mendengar jawaban yang masuk akal darinya karena dia sering pikun sejak itu. Kini dia masih duduk dalam gudang itu, menatap ruangan-ruangan kosongnya dan tertawa sendiri.

loading...

Share This: