Kunjungan Seorang Sahabat

Aku mendengar cerita ini dari seorang teman. Ada 2 orang sahabat sebut saja namanya Hasan dan Ali, mereka sudah bersahabat sejak SMA dan berlanjut hingga bangku kuliah. Walaupun mereka tidak satu kampus, namun mereka masih menjalin komunikasi dengan baik. Suatu hari Hasan mengajak Ali pergi mengikuti acara tabhlig akbar yang di adakan oleh kampusnya, namun karena Ali sibuk mengerjakan tugas kuliah, dia tidak bisa pergi bersama dengan Hasan.

Akhirnya hari itu Hasan pergi sendiri dengan mengendarai sepeda motor ke kampusnya. Dia mengikuti acara tabhlig akbar hingga selesai dan bermaksud untuk pulang ke rumahnya. Saat itu hujan mulai turun rintik-rintik namun Hasan tak menghiraukan dan tetap melajukan motornya. Perjalanan berlangsung lancar hingga di persimpangan dia berpapasan dengan sebuah truk yang melaju cukup kencang dari arah berlawanan, dia kaget dan langsung menginjak rem.

Namun naas, karena jalanan yang licin, ban motornya slip lalu terpelanting masuk ke dalam kolong truk dan Hasan meninggal seketika. Warga yang melihat kejadian itu segera berkumpul untuk menolong korban. Hasan berhasil di keluarkan dari kolong truk dan segera dilarikan ke rumah sakit. Ali yang sore itu mendapat kabar kecelakaan yang menimpa sahabatnya, segera meluncur ke rumah sakit. Namun, sampai di sana dia menemukan sahabatnya sudah terbujur kaku di kamar mayat.

Hal yang paling membuat Ali sedih adalah jenazah sahabatnya dalam keadaan tidak utuh, karena bagian pergelangan dan kaki kanannya tidak ada, kemungkinan terpental saat dia terperosok ke kolong truk. Setelah dicari berjam-jam di TKP namun tetap tidak menemukan bagian tubuh yang hilang. Jenazah Hasan terpaksa dimakamkan dalam kondisi tidak utuh pada keesokan harinya. Malam itu diadakan doa bersama untuk mendoakan almarhum.

loading...

Sejak saat itu, Ali yang saat itu tinggal di kos mulai sering merasa diawasi seseorang dari balik jendela kamar dan juga nampak seperti ada bayangan orang di balik korden. Namun saat di lihat tak ada seorang pun. Hal itu terus berlangsung hingga hari ketiga kematian Hasan. Saat itu Ali yang sedang bergadang karena mengerjakan tugas kuliah sudah merasakan hal yang tidak enak, bulu kuduknya pun mulai berdiri dan udara di sekitarnya terasa lebih dingin dari biasanya.

Ali berusaha acuh dan fokus pada tugasnya. Namun tiba-tiba lampu mati dan suasana menjadi mencekam. Ali sedang berusaha mencari senter, saat tiba-tiba dia mendengar ada suara orang yang memanggil namanya. Ali terdiam dan tiba-tiba muncul sosok Hasan di balik jendela kamarnya. Wajahnya pucat dan bibirnya membiru.

Ali yang melihat hal itu hanya diam terpaku dan badannya tak bisa digerakkan, dia hanya membaca doa dalam hati. Hasan masih ada di balik jendela dan dengan bibir yang bergetar dia berkata, “Ali tolong carikan kakiku yang terlepas, kakiku ada di rerumputan yang ada di pinggir jalan tempat aku mengalami kecelakaan. Tolong aku Ali”.

Setelah mengatakan hal itu Hasan pun menghilang, lampu kembali menyala dan Ali pun bisa menggerakan tubuhnya lagi. Keesokan harinya Ali pergi ke TKP dan mencari kaki Hasan di rerumputan, dan setelah cukup lama mencari dia menemukannya di balik rerumputan yang tinggi. Ali segera menemui keluarga Hasan dan menguburkan potongan kaki itu bersama jenazah Hasan. Malam itu Hasan kembali menemui Ali dalam mimpi untuk mengucapkan terima kasih dan salam perpisahan pada sahabatnya itu.

loading...