Kuntilanak Berdarah

Hai nama ku djulisyfa bisa di panggil ufa, aku akan menceritakan pengalamanku tentang kuntilanak berdarah. Pada hari senin aku pulang sekolah bersama teman temanku dan ada dua orang, yang satu bernama areta, dia perempuan dan yang satu bernama nabil dia laki-laki. Saat aku pulang sekolah aku melewati rumah kosong dan konon disitu ada kuntilanak berdarah.

Aku melewati rumah kosong itu dengan teman-temanku, temanku yang bernama nabil tiba-tiba kesurupan dan aku meminta pertolongan, lalu ada yang menolongku dan orang yang menolongku segera memanggilkan ustadz, setelah semuanya selesai aku pun pulang kerumah. Pada saat malam, aku tidur dan aku mendengar suara kuntilanak. Aku membaca al fatihah dan suaranya pun hilang.

loading...

Ayah mengajak aku untuk beronda malam dan aku melewati rumah kosong itu lagi. Tiba tiba, aku melihat ada yang memakai baju putih melewati jendela dan aku mencium bau bunga melati. Aku pun kabur dan kembali kerumah dan aku tidur kembali, keesokan harinya adalah hari minggu. Aku masuk kedalam rumah kosong tersebut dan aku melihat kuntilanak dengan mukanya yang penuh dengan darah.

Aku pun lari dan kabur dari rumah kosong itu, aku tidak mau kerumah kosong itu lagi. Temanku pun sangat penasaran, temanku pergi ke rumah itu dan melihat kuntilanak. Aku pun segera menyelamatkan temanku dan teman ku lari sangat kencang. Kuntilanak itupun masih mengejarku dan teman ku. Aku baca surat al ikhlas, lalu kuntilanak nya pun kabur. Saat aku sampai dirumah aku menceritakan semua kepada orang tua ku.

Tapi orang tua ku tidak percaya, aku segera menunjukan kepada orangtua ku bahwa aku mengambil foto kuntilanak berdarah itu dan kuntilanak itupun selalu mendatangiku, untung keluarga ku sering mengaji dan rajin sholat jadi kuntilanak itu tidak mengejarku lagi.

Share This: