Kuntilanak itu Menarik Selimutku

Perkenalkan namaku Astri Yunita bisa di panggil Ita. Cerita ini aku alami ketika masih kuliah di kota Jogja. Waktu itu aku sudah menyelesaikan kuliahku dan sudah mengikuti yudisium. Karena tinggal menunggu wisuda aku menumpang di kost teman sekelompokku. Aku memang tidak memperpanjang kostku karena aku di Jogja tinggal seminggu lagi setelah itu aku akan pulang ke kota asalku.

Setelah yudisium memang semua teman-temanku pulang ke kota masing-masing. Aku memilih tinggal di Jogja seminggu karena ada urusan yang masih belum selesai. Singkat cerita pada waktu itu teman yang aku tumpangi kamarnya berubah pikiran untuk pulang segera. Karena rumahnya di Gunung Kidul dia berjanji akan kembali ke kost lagi keesokan harinya. Tinggal aku dan seorang temanku di kamar kost. Kami pun bersiap untuk tidur. Sebelum tidur seperti biasa kami mengobrol terlebih dahulu.

Temanku sudah menguap terus dan bilang padaku kalau dia sudah sangat mengantuk. Tetapi mataku masih terang dan tidak merasa mengantuk sama sekali. Aku mencoba untuk memejamkan mata sampai menghitung domba tetap saja tidak terlelap. Malam sudah semakin larut aku tetap belum bisa tidur. Entah mengapa udara Jogja malam itu terasa sangat dingin.

Aku pun mengambil selimut kain yang di bawakan ibu. Kain jarit (kain bercorak batik yang biasa dipakai wanita Jawa zaman dulu) peninggalan eyang putriku itu memang aku bawa kemana saja karena itu kenang-kenangan dari nenekku. Jarit itu memang jarangku pakai di kostku yang dulu karena temanku takut melihatku tidur berselimutkan kain jarut itu. Kata temanku seperti orang yang baru meninggal dan di selimuti Jarit.

Ketika mataku mulai mengantuk tiba-tiba ada yang menarik selimutku. Aku pikir itu teman sekamarku. Tanpa membuka mata aku tarik kembali selimutku. Beberapa saat kemudian selimutku di tarik lagi, dengan sedikit mengomel aku tarik selimutku sambil berkata.

loading...

“Kalau dingin ambil selimutmu sendiri dong far, aku ngantuk dan dingin banget ini jangan mengganggu!”. Tetapi temanku diam saja. Aku pun cuek dan melanjutkan tidurku. Takut di tarik lagi, aku tidur sambil memegang erat selimutku. Seperti yang ku duga, selimutku di tarik lagi. Aku pun balas menarik selimutku dan terbangun. “Nah. Jangan harap bisa ambil selimutku ya”.

Tetapi ternyata bukan temanku yang menarik selimutku. Tangan seorang perempuan berbaju putih dan sangat pucat memegangi selimutku dengan sangat kuat. Aku menoleh teman sekamarku tertidur di sampingku dengan lelapnya. Dan ternyata yang menarik-narik selimutku bukan temanku tetapi sesosok perempuan bermuka pucat, berambut panjang dan memakai baju putih.

Aku pun berteriak sangat kencang sampai teman sekamarku terbangun. Pintu kamar di ketuk oleh bu kost yang juga kaget mendengar teriakanku. Setelah kejadian itu esoknya aku langsung pindah ke bekas kostku yang dulu. Kost yang aman tanpa gangguan apapun. Aku masih tak habis pikir mengapa makhluk itu menarik selimutku? Ternyata kuntilanak itu menyukai selimut jarit peninggalan nenekku.

Inilah kisahku, semoga menjadi kisah yang menarik dan bisa jadi pengalaman bahwa makhluk halus seperti kuntilanak itu ada di sekitar kita.
Fb: Astri Yunita Wardoyo
Email: [email protected]

KCH

astri yunita wardoyo

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

astri yunita wardoyo has write 2,704 posts

Please vote Kuntilanak itu Menarik Selimutku
Kuntilanak itu Menarik Selimutku
Rate this post