Kuntilanak Kepala Merah

Cerita tentang hantu kuntilanak kepala merah ini aku alami ketika aku dan teman-temanku sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) disalah satu daerah di Jawa Barat. Namaku Ikhsan, aku adalah seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi jurnalistik dan ketika itu aku bersama beberapa perwakilan dari kelompok KKN sedang melakukan observasi di lokasi KKN dengan menyewa mobil.

Setelah siang hari, kami sampai disebuah desa yang suasananya asri dan nyaman. Kami langsung disambut pembimbing kami ibu Lisa yang sudah duluan tiba di tempat ini. Ibu lisa memperkenalkan kami kepada tokoh-tokoh yang akan membantu kami melaksanakan tugas selama kami disini dan salah satunya adalah bapak H.Otong yang mengantarkan kami menuju rumah tempat tinggal kami. Setelah itu Ibu lisa hendak pergi ke Bandung terlebih dahulu.

loading...

Akhirnya kami sampai didepan sebuah rumah yang sudah lama tidak ditempati, kami pun melihat kondisi rumah tapi aku mulai merasakan kejanggalan karena disetiap sudut pintu terdapat sebuah tulisan arab tertentu yang ditulis pada secarik kain putih. Mungkin itu hanya hiasan, begitu pikirku lalu kami akan melanjutkan observasi pada sore itu hingga bapak H.Otong secara tidak sengaja memberitahu kami rahasia rumah ini.

“Rumah ini, tolong dirawat dan jangan banyak berisik lalu siapkan mental kalian. Karena di daerah ini hati-hati, banyak kunti” kami langsung tertegun dan saling pandang dalam diam, pak H.Otong juga memberi pesan untuk tidak mendekati kamar yang bersebelahan dengan kamar laki-laki. Kami pun tidak tau sebenarnya tentang kamar itu, setelah itu kami pun pulang ke bandung.

Akhirnya hari KKN telah tiba, kami datang ke desa dengan anggota yang lengkap. Aku pun masih ragu untuk memberitahu anggota tentang apa yang H.Otong bilang. Namun aku mencoba untuk menahan diri dan tidak membuat kawan-kawan yang lainnya panik. Jam menunjukan pukul 3 sore, setelah kami sampai mendadak hujan turun dengan sangat deras.

Setelah membereskan barang-barang, beberapa orang lainnya beristirahat namun aku lebih memilih untuk bermain kartu diruang tengah. Tawa kami tidak henti bergulir, seketika ketua kelompok kami yang bernama indra kalah dan harus duduk jongkok. Temanku lina memotonya dengan kamera digital namun ketika kami melihat hasil foto itu.

Wajahnya mendadak pucat, tatapan ngeri muncul diwajahnya. Bibir lina bergetar, tangannya dingin dan matanya mulai berair. “Lina, kamu kenapa?” tanyaku sambil keheranan, aku lalu mengambil foto itu dan astaga di foto itu. Aku melihat sesosok bayangan wanita, berdiri dibelakang indra sambil menatap ke arah jendela dan sangat menyeramkan.

Lalu yang lebih menyeramkan lagi, kepala wanita itu berwarna merah dan bentuknya lonjong. Wanita itu juga berambut panjang sampai ke lantai dan giginya bertaring. Jangan-jangan ini yang disebut kunti oleh pak H.Otong saat itu. Semua anggota kelompok langsung heboh, semua anggota ingin melihat foto hantu tersebut namun tiba-tiba saja foto itu tidak ada langsung menghilang.

Aku tekan tombol kiri dan kanan di kamera itu berulang-ulang mencari foto yang menyeramkan tadi tapi tetap tidak ada. Fotonya mendadak hilang, lina yang sempat melihat foto tadi itu hanya bisa menggelengkan kepala dan menatapku kebingungan. Lalu ketua kelompok kami, indra mencoba menenangkan kami dan bilang nanti ketika jam 6 sore kita semua harus sholat maghrib berjamaah.

Maghrib pun tiba lalu kami semua sholat berjamaah diruang tengah rumah ini. Sementara lina yang sedang berhalangan lebih memilih berdiam diri dikamar agar tidak mengganggu. Baru saja bait pertama surat yasin dilantunkan, tiba-tiba terdengar suara misterius. Suara itu adalah suara yang membuat ciut hati, suara tertawa yang begitu nyaring dan sangat menyeramkan. Suara itu terdengar dari arah kamar lina, kami semua langsung berlari kesana dan kami mendapati lina sedang menghadap cermin sambil menyisir rambutnya.

Namun dia menyisir rambutnya seolah rambutnya sangat panjang sampai menyentuh lantai, padahal rambut lina hanya sebahu. Ketika kami semua datang, lina langsung melihat ke arah kami sambil tertawa terbahak-bahak. Lina kesurupan, indra bergegas keluar memanggil pak H.Otong sambil kami semua menjaga lina.

Tak lama indra datang dengan pak H.Otong dan beliau langsung menangani lina. Lalu badan lina dibaringkan diatas kasur namun tiba-tiba lina terguling dan merangkak seperti binatang. Kami semua tampak khawatir, Jari-jari lina menggaruk lantai sambil menggeram ke arah kami. Pak H.Otong bergegas membaca doa sambil memegang dahi lina, dan tak lama lina pun mulai sadar.

Indra memberikan air putih untuk lina yang tampak terlihat lemas, pak H.Otong memberitahu kami bahwa kuntilanak ini memang jahil. Dia sering menampakan wujudnya ke orang-orang dan merasuki orang yang melihat wujud sosoknya. Dan yang melihat foto itu selain lina adalah aku, belum sempat pak H.Otong bercerita, aku merasakan ada yang aneh dengan badanku.

Kepala, leher dan punggungku terasa berat dan aku mendengar diriku tertawa terbahak-bahak namun aku tidak bisa mengontrol diriku. Karena ada kekuatan yang entah dari mana munculnya, aku pun hampir tidak sadarkan diri. Kata-kata terakhir yang aku dengar adalah pak H.Otong bilang aku kesurupan, akhirnya aku tersadar diruang tengah.

Rupanya mereka membawaku ke ruang tengah sini, dan mereka bercerita kalau sebelum sadar aku juga menggaruk-garuk lantai sambil menggeram. Lalu terdengar ketua kelompok kami berniat mencari rumah yang lain, dan pak H.Otong pun menyanggupinya dan beliau berkata akan mengurus kuntilanak berwajah merah itu dan berusaha keras agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Singkat cerita kami satu kelompok pindah rumah ke ujung desa yang lain dan saat KKN kami selesai, tidak ada lagi diantara kami yang diganggu dengan penampakan kuntilanak kepala merah itu.

KCH

Ikhsan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Ikhsan has write 2,694 posts