Kuntilanak Merah di Sekolah

Cerita ini berawal waktu aku masih duduk di bangku SMA tepatnya salah satu sekolah negeri di kota asalku Makassar. Waktu itu sedang di adakan porseni dan aku kebetulan menjadi salah satu koordinator panitia porseni di sekolahku, sehingga tugas dan kelengkapan acara diselesaikan sampai petang datang.

Aku dan temanku masih sibuk mengurus kelengkapan acara porseni tapi salah satu temanku yang bernama Hera tiba-tiba memanggilku untuk menemaninya ke kelasnya katanya sepatu dan tasnya masih ada di dalam kelas, kebetulan kelas itu berdekatan dengan base camp PMR, toilet siswa dan ada sumur tua di belakang kelasnya yang sudah di tutup.

Ketika melewati base camp PMR perasaan aneh mulai menghinggap. Hera berbicara padaku “dew, kok seram sih perasaan tadi ngak gini-gini amat” aku mencoba menenangkan Hera “mungkin cuma perasaan kamu aja ra, yu masuk kelas sana” padahal ketika melewati toilet di dekat base camp PMR aku juga merasakan sudah ada yang mengganjal.

Aku dan Hera sudah memasuki kelas sebelum masuk kelas aku sudah berdoa lebih dulu sebab aku juga agak takut hal aneh ada di kelas karena sekolah aku ini sering terjadi kesurupan massal. Aku dan hera dengan sigap mengambil sepatu dan tas kami, hera sudah berjalan lebih dulu dan aku tepat berada di belakang hera.

Belum sempat aku keluar tiba-tiba mataku melihat salah satu sosok bayangan berdiri di atas meja paling pojok kelas bayangan itu kurang jelas berambut panjang tetapi bajunya berwarna merah mukanya kurang jelas karena tertutupi rambut panjangnya. Kakiku terasa berat dalam hatiku “ya tuhan makhluk apa itu” aku bergegas mengambil langkah seribu berlari menuju hera.

loading...

Ketika aku bertemu dengan hera dan teman-teman yang lainnya aku ceritakan semuanya kepada temanku ternyata di situ juga sudah ada seniorku yang memang sudah mengetahui hal-hal di sekolahku ini. Kata seniorku ternyata itu memang sosok kuntilanak merah yang sering menggangu di sekolahku bahkan katanya dialah ketua dari semua makhluk kasat mata di sekolahku ini.

Untung aku tidak kesurupan karena siapapun siswa yang pernah melihatnya akan tidak sadar dan terjadilah kesurupan. Kata seniorku itu pertanda bahwa kita harus segera pulang karena kalau tidak, akan ada hal yang tidak diinginkan terjadi di sekolah ini contohnya kesurupan massal itu. Aku dan teman-teman secepat mungkin menyelesaikan tugas porseni tersebut dan cepat-cepat keluar dari sekolahku ini.

Share This: