Kuntilanak Merah

Hai pembaca KCH, jumpa lagi dengan saya Salma. Kali ini aku mau berbagi cerita lagi tentang kuntilanak merah yang terjadi saat aku berumur 6 tahun tapi sekarang sudah usia 10 tahun. Kejadian ini terjadi ketika di rumah yang dulu. Oke! silahkan membaca. Suatu hari, aku dan saudara-saudariku baru pindah rumah, rumah itu sangat besar tingkat 3. Aku satu kamar dengan mamah dan adikku yang perempuan masih bayi. Hari pertama, malamnya bibiku seperti selalu ada yang terus mengawasinya tapi bibi tak peduli.

Karna saudaraku tidur jam 10 malam kecuali anak-anak tidur jam 9 dan bibi yang sudah usia 30 tahun jam tidurnya sama seperti anak-anak (jam 9) hari ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-5 bibi selalu terus diawasi oleh wanita. Saat hari ke-6 malamnya sewaktu bibi mau tidur dia melepas kacamata terlebih dahulu (karna bibi matanya tidak bisa melihat yang jauh kalo tidak nanti buram).

Dia tak sengaja melihat ke kaca jendela ada pohon dan wanita tetapi karna tak memakai kacamata, mata jadi buram penglihatannya, bibipun memakai kacamatanya kembali dan saat lihat wanita itu, dia sudah hilang dan bibi pun melepas lagi kacamatanya dan tertidur. Esok siangnya bibi bercerita kepada semua saudara terkecuali aku, karna aku lagi main sepeda bersama teman jadi aku tak dengar apa yang diceritakan bibiku tapi tetehku memberitahuku tentang yang dialami bibi, aku kaget ketakutan.

loading...

Tepat jam 10 malam semua saudaraku sudah tidur kecuali aku, Aa dan papahku. Akupun iseng mandi malam-malam jam 10. Saat aku lagi disabun dibelakangku seperti ada wanita melayang dan ketika aku melihat kebelakang wanita itu lenyap dan aku langsung cepat-cepat mandinya lalu keluar dari kamar mandi sesudah itu aku berpakaian baju tidur dan sehabis itu aku mau tidur karna rasa kantuk.

Saat aku mau tidur, tiba-tiba adikku bangun dan menangis. Mamaku juga jadi bangun karna suara tangisan adikku mama langsung menggendongnya tapi adikku masih terus menangis sambil menunjuk ke arah kaca jendela. Saat aku dan mamah mau lihat ke jendela tiba-tiba muncul kuntilanak merah dari luar jendela. Aku menangis karna takut dan tidur di kamar tetehku. Siangnya aku cerita kepada semua saudara dan bibi tentang kejadian semalam, ternyata aku mengalami kejadian yang sama dengan bibiku.

hari ke-7 saudara lelakiku yang mengalaminya (sebut saja namanya Evan) tepat waktu jam 8 malam awalnya dia ingin ke kamar mandi buang air kecil sesudah itu dia tak sengaja melihat ke kaca, di kaca itu ada dia dengan kuntilanak merah. Dia langsung kaget dan keluar dari kamar mandi lalu menceritakan kepada semua saudara. Lalu saudaraku pun ketakutan karna sudah mendengar tentang kuntilanak merah. Semua saudaraku ketakutan karna takut mengalami kejadian yang sama dan semuanya pindah rumah lagi karna takut bertemu dengan kuntilanak merah.

Akhirnya ditemukan rumah besar merekapun menempati rumah itu. Setelah beberapa hari tidak ada kejadian mengerikan lagi dan mamaku pergi keluar rumah untuk cari bahan makanan. Ketika pulang dari membeli bahan makanan, ada seorang pria yang bertanya.

Pria: Maaf boleh nanya bu, apa ibu pernah menempati rumah besar tingkat 3 yang dekat sawah dan kebon jagung?.
Mamah: Ya, saya pernah menempati rumah besar itu, tapi sekarang sudah pindah lagi, memang kenapa pak?.
Pria: Apa ibu sudah tau tentang rumah besar itu?.
Mamah: Oh, belum tau pak.

pria: Jadi ibu belum tau. Ya sudah saya kasih tau aja sama ibu dan kasih tau pada orang-orang. Dulu pernah ada korban pembunuhan wanita dan wanita itu mayatnya ada di dalam tanah dekat pohon itu dan tidak ada yang boleh menempati rumah itu karna kalo tidak mereka akan dihantui selama-lamanya dan pelaku korban pembunuhan wanita itu adalah teman wanitanya sendiri, karna wanita itu sedang depresi sampai membunuh temannya sendiri.
Mamah: Oh jadi begitu, sudah dulu ya pak, nanti saya akan beritahu orang-orang agar tidak ada yang menempati rumah itu.

Sudah sampai disini dulu yah nanti aku akan kirim cerita hantu lagi, terima kasih sudah baca ceritaku yang berjudul kuntilanak merah, sekian dan bye.

Share This: