Kuntilanak Penunggu Rumah Murah

Assalamualaikum semua. Nama saya Fauzan. Langsung ke cerita ya. Cekidot. Aku dan Dita berkemas untuk menempati rumah kontrakan yang baru. Kami senang mendapatkan harga yang sangat murah untuk rumah sebesar itu. Kami berdua baru saja pindah ke kota ini. Aku yang sudah bekerja mendapatkan amanah dari ibu Dita untuk menjaga Dita yang baru saja akan mulai kuliah.

Aku: sedikit aneh, kenapa dengan harga semurah itu kita bisa menempati rumah besar ini?.
Dita: kita lagi beruntung kali, bagus dong. Malam itu aku sedang bekerja lembur, tinggal Dita sendiri di rumah baru. Tadi siang Dita sempat mengobrol dengan para tetangga, tentang rumah kontrakan murah itu ternyata angker.
Dita: ah, sepi banget, jadi merinding nih. Saat malam, Dita pun tertidur pulas. Tanpa disadarinya perlahan ada sesosok perempuan seram, berambut panjang yang muncul dari atap kamar.

loading...

Kuntilanak: Dita, bangunlah, ayolah temani aku disini, kita akan menjadi sahabat sejati selamanya. Dita pun terbangun karena suara yang terus memanggil namanya, betapa terkejutnya ketika Dita melihat sosok wanita melayang di atas tempat tidurnya.
Kuntilanak: Dita, ayo ikut ke duniaku, aku sudah lama menantikan seorang teman.
Dita: siapa kau? Keesokan harinya Dita bercerita padaku tentang peristiwa menakutkan yang dialaminya tadi malam. Juga omongan tetangga yang menyebut rumah itu angker.
Aku: Dita, kau yakin itu bukan cuma mimpi? lagi pula, uang kita sudah habis, tak akan cukup untuk mencari kontrakan baru lagi.

Malam berikutnya, saat Dita ke dapur untuk mengambil minuman. Tiba-tiba saja muncul sebuah kepala menyeramkan, dengan rambut panjang terurai di mana-mana. Hantu wanita berambut panjang itu pun terlihat sangat marah dan makin menakutkan, ia menyeringai pada Dita yang telah jatuh terduduk dilantai. Karena merasa ditolak terus oleh Dita, hantu itu sangat marah dan menghempaskan tubuh Dita ke atas.

Dita merasa tubuhnya bagaikan kertas ditiup angin. Lalu Dita seperti tersadar dan segera berdoa agar terbebas dari cengkraman hantu murka itu. Kemudian, Dita seakan mendapat sebuah kekuatan untuk bisa melepaskan diri. Setelah kejadian mengerikan malam itu, Dita sudah tidak mau lagi masuk untuk tinggal dirumah besar tersebut. Dia memutuskan pindah pada besok pagi harinya. Esoknya, aku minta maaf pada Dita karena tidak percaya dengan cerita Dita. Padahal aku sepatutnya curiga saat aku mendapat harga murah buat rumah angker itu. Wassalam.

Share This: