Kuntilanak di Perumahan Kosong

Hai namaku jenita umurku 9 tahun, aku akan menceritakan pengalamanku yang nyata ini. Saat itu aku sedang makan malam di cafe bersama keluargaku, aku makan malam di cafe karena aku sedang merayakan ulang tahunku yang ke sembilan. Saat itu sedang turun hujan deras, menambah suasana semakin menyenangkan.

loading...

Saat itu jam sudah menunjukan pukul 20.00 malam, aku dan keluargaku akan segera pulang dari cafe tersebut. Saat itu jalanan sangat sepi, jadi jalanan tidak akan macet dan ayahku bisa menyetir mobilnya lebih cepat. Hujan pun reda sedikit demi sedikit, saat itu suasana sangat gelap dan hening menambah kesan menakutkan.

Lalu aku pun melewati sebuah perumahan tanpa berpenghuni dan tidak ada seorang pun yang menempati rumah tersebut. Dan rumah rumah yang berderet deret itu pun juga sudah mulai rapuh dan aku berpikir mungkin rumah rumah ini sudah lama di bangun. Sehingga semua rumahnya sudah mulai rusak dan tiba tiba aku melihat wanita memakai pakaian putih.

Karena wanita itu terlihat jauh, jadi aku berpikir itu adalah pemilik perumahan tersebut yang sedang menunggu hujan deras. Saat semakin dekat wanita itu semakin jelas dan akhirnya aku benar benar melihatnya dengan sangat jelas. Ternyata itu bukanlah seorang wanita melainkan kuntilanak dengan wajah yang rusak dan penuh darah. Tanpa aku sadari aku meneteskan air mata dan tiba tiba pingsan.

Dan saat aku sadar aku sudah berada di rumah sakit dengan infus di tanganku dan juga kompres di dahiku. Di sampingku sudah ada oma dan bundaku, omaku bertanya “kenapa kamu pingsan sayang?”, dan aku pun menjawab “tadi aku melihat kuntilanak di perumahan kosong”. Lalu oma ku berkata “tapi oma ngga liat ada kuntilanak sayang”.

Lalu aku bertanya “kenapa aku ada di rumah sakit?”, lalu omaku menjawab “kamu terkena demam tinggi sayang”. Dan bundaku pun memelukku dengan erat dan berkata bahwa aku tidak boleh lagi melihat ke jendela mobil saat melewati rumah rumah yang angker. Dan setelah 2 minggu akhirnya aku boleh pulang, dan aku pun sembuh. Lalu kata ayahku, hantu kuntilanak itu adalah pemilik rumah itu yang meninggal karena tertimpa kayu. Sekian cerita dari aku, semoga kamu yang membaca ceritaku ini tidak mengalami hal yang sama denganku.

Share This: