Kutukan Kucing Hitam

Kisah ini berasal dari negara Vietnam, suatu kisah tragis yang dialami oleh keluarga Kim. “Pa, tidak sarapan dulu?” Hann, istri Kim, bertanya saat melihat kim sudah keluar. “Tidak, aku sudah terlambat. Tuan Joo meminta kita semua berkumpul jam 7 pagi. soalnya ada meeting!” Kim berkomentar seraya memakai sepatunya.

loading...

Hann hanya bisa manggut-manggut mendengar penjelasan Kim, dia juga kurang paham apa yang dikatakan kim. Dia hanya bisa melihat suaminya terburu-buru, tidak seperti biasanya. Kim langsung pergi dengan motornya, dia memacu motornya dengan kencang walau masih berada di dalam gang rumahnya. Akibatnya, begitu seekor kucing hitam meloncat turun dari pohon tepat didepan motor kim. Kim langsung terkejut dan menginjak rem. Namun, terlambat kucing hitam itu sudah terlindas oleh motornya dan kucing hitam itu telah mati.

Melihat isi perut kucing hitam yang sudah terburai dijalan, kim terdiam ragu. Di dalam benaknya muncul untuk menguburkan kucing hitam tersebut atau melanjutkan perjalanan menuju kantornya. Akhirnya dia memilih menguburkan kucing hitam tersebut dan menelpon atasan mengenai apa yang baru saja dialaminya.

“Halo, Tuan Joo!” Kim menelpon.
“Ya ada apa Tuan Kim?” sahut boss-nya.
“Maaf tuan sepertinya hari ini saya akan terlambat masuk kantor”.
“kenapa memangnya?”.
“saya baru saja menabrak kucing, dan mau saya urus dulu”.
“dimana memangnya?”.
“di gang keluar rumah”.
“oh, baiklah kamu urus dulu saja urusanmu”.
“iya, terima kasih tuan”.

Sesampainya di kantor, kim memang terlambat. Meeting telah selesai, dia hanya bisa mengabsen dirinya dan melanjutkan jalan ke toko. Sewaktu hendak keluar, kim bertemu dengan miss lee, karyawan paling senior di bagian sales. Ternyata pada saat meeting tuan joo sempat memberitahu bahwa kim menabrak seekor kucing.

Miss lee pun bertanya, “Terus apa yang kamu lakukan dengan kucing tersebut?”.
“Ya aku kuburkan, karena itu aku terlambat”.
“Baguslah kalo begitu, kamu sudah melakukan hal yang benar” komentar miss lee.
“Eh, tapi kamu menguburkannya dengan baju yang kamu pakai saat menabraknya kan?” ujar miss lee.
“Tidak, Aku menguburnya dengan kain bekas” jawab kim dengan santai.
“Kenapa tidak dengan salah satu pakaian yang kamu pakai saat menabrak?” lanjut miss lee.
“Yang benar saja, bajuku baru dibelikan oleh istriku. kenapa harus aku pakai untuk mengubur kucing!” ucap Kim.

“Bukan begitu masalahnya. Menurut mitos, kalau ada orang yang menabrak kucing sampai mati, memang harus mengubur bangkai kucing itu secara layak dan dibungkus dengan salah satu pakaian orang yang menabraknya. Kalo tidak, yang menabraknya akan mendapat musibah” jelas miss lee.
“Masih saja percaya dengan mitos seperti itu, aku menguburnya karena merasa kasihan” ujar kim.
“Ya, aku hanya memberitahu kamu kalau adatnya memang seperti itu” ujar miss lee.

Akhirnya keduanya berpisah untuk pergi ke toko masing-masing, dalam hati kim ‘mana ada mitos seperti itu! masa kucing yang sudah mati bisa menuntut balas’. Baru jalan sekitar 5 menit, Kim merasakan handphone yang ada didalam saku celananya bergetar tanda ada seseorang yang menghubunginya. Sebelum mengangkat handphone, dia melihat layar dan disitu tertera nama istrinya, Hann.

“Halo, Ma” Sapa Kim. Dari seberang telepon, terdengar suara Hann sedang menangis.
“Ma, ada apa?” tanya kim kebingungan.
“Ayah sudah tidak ada” tangis istrinya.
“Tidak ada bagaimana?” Kim makin penasaran. Karena, tidak ada kabar yang mengatakan jika ayahnya itu sakit keras sebelumnya.
“Bapak meninggal tadi” ucap istri kim.
“Apa!?” degup jantung kim serasa berhenti sejenak mendengar pernyataan istrinya.
“Kapan?” ujar kim.
“Belum lama, katanya ditabrak motor karena mau menyelamatkan kucing” kata istrinya.

Pikiran Kim langsung terlintas pada pagi tadi, sewaktu dia mau berangkat kerja dan omongan miss lee barusan sebelum dia jalan ke toko.

“Paa…” Panggilan hann memecah lamunan kim.
“Ya?”.
“Ya sudah, cepat pulang. kita kerumah ayah”.
“Ya, papa langsung pulang. ini mau izin dulu ke kantor. kamu tunggu sebentar ya”. Kim segera mengurungkan niatnya untuk pergi ke toko dan menghubungi kantor untuk minta ijin. Kemudian, dia mengarahkan laju motornya, pulang.

Share This: