Lalu Siapa itu Tadi?

Namaku dyah. Ini kisahku waktu aku masih bekerja dulu. Saat itu pagi hari aku datang ke kantor seperti biasanya kantor masih tutup dan gelap. Ya, kantorku berada di lantai paling bawah seperti di bawah tanah sampai sinyal pun terkadang sulit dengan pusat perbelanjaan fashion di atasnya. Tempat kerjaku terdiri dari 4 lantai. Pagi itu seperti biasanya aku membuka kunci pintu kantorku dan membersihkannya menyalakan lampu lampunya lalu mulai mengerjakan tugasku di depan komputer.

Hari ini aku datang terlalu pagi karena aku tinggal di mess di lantai 3 jadi cepat untukku pulang dan pergi ke kantorku. Suasana masih sepi meskipun tepat di depan kantorku terlihat mess para pria, mungkin mereka masih tidur pikirku. Karena toko diatas buka jam 8 dan aku datang jam 6 pagi. Jam 7 aktivitas mulai terlihat toko mulai buka dan para pegawai banyak yang sudah berada di toko.

loading...

Jam 8 kurang 5 menit kulihat arlojiku entah kenapa suasana sangat sepi teman temanku pun belum datang. “Ah, mungkin mereka masuk jam 9” pikirku. Kebetulan ditempat ku bekerja ada 2 jam pilihan masuk. Jam 7 dan jam 9 pagi. Tiba tiba kudengar ada suara deru sepeda motor turun dan lewatlah seorang temanku yang bernama dimas dan berhenti di depan pelataran gudang (sebelah mess pria adalah latar kosong sebagai gudang) dan aku buru-buru mengabsen kedatangannya.

Aku bekerja seperti biasa hingga siang hari boss ku melihat absen yang kupegang dan dia menanyakan kedatangan semua karyawan kantor hari itu ku jawab semua datang. Tiba-tiba seorang temanku yang lain berkata “mas dimas gak mlebu, ijin kyok.e” (mas dimas gak masuk, ijin sepertinya lalu kujawab) “isuk maeng aku ngerti wonge parkir ning ngarep e gudang kok gawe klambi batik coklat” (tadi pagi saya lihat dia parkir di depan gudang pake baju batik coklat).

Saya dan teman saya pun beradu argumen hingga akhirnya saya telepon yang bersangkutan dan saya pun terduduk diam di depan telepon mendengar jawabannya dia bilang hari ini dia tidak pergi ke kantor karena ada suatu urusan. Sambil menutup telepon aku hanya bisa bertanya lirih “terus siapa tadi yang parkir yang kulihat pakai batik coklat”, sekian. Tunggu ceritaku selanjutnya ya.

Share This: