Lalu Tadi itu Apa?

Assalamualaikum para penghuni KCH. Nurul lagi ini, semoga gak bosan ya. *Hehe. Kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya dulu waktu saya masih duduk dibangku sekolah MTs atau sederajat dengan SMP, saya sudah lupa hari, bulan dan tahunnya. Maklumlah sudah lama ditambah lagi sekarang sudah tua, tapi belum nenek-nenek lho ya. Jadi belum pikun-pikun banget, *hehe.

Dulu disamping rumah saya itu ada rumahnya mbak saya, anak pertama dari ibu saya. Rumah mbak saya itu baru setengah jadi, masih belum ada pintu, jendela, hanya bangunan tembok setengah badan dan yang bagian atasnya papan biasa, sementara bagian dalamnya baru tembok setengah badan, belum diberi papan. Rumahnya itu ada dua kamar, satu didepan dan satu dibelakang, dan kamar belakang ini persis berhadapan dengan pintu keluar belakang.

Nah disamping rumah mbak saya itu adalah kamar mandi kami sekeluarga, ya letaknya memang diluar rumah, jadi kalau harus kekamar mandi ya pasti melewati rumah mbak saya ini. Dan belakang rumah saya ini masih belum ada bangunan, masih semak-semak luas dan pohon bambu.

Di sinilah dulu saya mengalami hal aneh, saat itu kebiasaan saya shalat isya agak malam, sekitar jam 22:00, saya biasa shalat isya bersama bapak dan ibu, berjamaah gitu lah pokoknya. Kalau sekitar jam 7 sampai jam 22:00 itu biasanya saya masih asyik nonton televisi, dan bapak pun sudah terbiasa sehingga kadang bapak tidur dulu untuk menunggu saya mengajak berjamaah.

Soalnya kalau lagi asyik nonton televisi terus diajak jamaah kadang saya ngedumel gitu, kebiasaan buruk memang *hehe, makanya bapak yang ngalah nunggu saya yang ngajak. Malam itu saya sudah selesai nonton televisi dan seperti biasa saya membangunkan bapak dan mengajak bapak dan ibu untuk shalat, karena waktu itu saya sudah kebelet pengen buang air kecil, saya lari duluan kekamar mandi.

Saat saya melewati rumah kosong mbak saya itu, saya melihat benda putih seperti menggantung ditembok kamar belakang rumah itu. Saat itu saya tidak menghiraukan, karena saya kira itu karung yang digantungkan disana, soalnya kadang memang biasa digunakan untuk menaruh karung atau baju. Waktu itu keadaan rumah mbak saya itu gelap, belum dikasih lampu.

loading...

Setelah saya selesai dengan hajat saya, lalu saya berwudhu, selesai berwudhu bapak dan ibu saya baru sampai dikamar mandi. Setelah selesai saya bergegas kembali, tapi setelah saya menengok lagi kerumah mbak saya, benda putih tadi sudah tak ada disana, padahal saat itu jelas-jelas benda itu menggelantung disana, karena kamar belakang berhadapan dengan pintu jadi terlihat sangat jelas, tapi herannya kemana benda putih itu tadi? Berarti tadi bukan karung, lalu apa itu tadi?

Saya bertanya-tanya sendiri didalam hati sambil masuk kedalam rumah saya dan menunggu bapak ibu yang sedang berwudhu. Saya tidak bercerita apapun kepada mereka, kadang saya masih bertanya tanya, apa itu? Tapi ya sudah lah, saya berusaha tak menghiraukannya, selama dia tidak menunjukan wujudnya secara gamblang biar saja. Dan setelah itu saya jadi gak berani nyelonong duluan kalau mau kekamar mandi, pokoknya harus ada yang menemani gitu lah. Maaf kalau gak seram. Sekian, wassalamualaikum.

Nurul Chayang Ifand

nurul

Hay, sy lahir d desa terpencil di daerah blora, saya biasa di panggil mahmud sama author lain,salam kenal ya

All post by:

nurul has write 23 posts