Lalu Yang Kemarin Duduk Bersamaku Siapa?

Hai perkenalkan nama ku silvia, aku akan menceritakan kisah nyata yang sangat mengerikan yang pernah ku alami. Saat itu aku sedang bermain dirumah saudaraku bernama lia, karena dirumahnya ada pesta jadi aku menginap dirumahnya, di depan rumahnya ada serumpun pohon pisang dan pohon sawit. Awalnya aku merasa baik baik saja, tapi lama kelamaan aku merasa aneh, seakan akan dari tadi ada yang melihat kami dan seakan akan dia ada dibelakang ku. Usai acara pesta tersebut selesai kami pun tidur. Nah dimulai dari sinilah kisah mengerikan itu terjadi.

Dalam tidur aku bermimpi kami sedang melihat pesta, (pesta dirumah saudara) lalu aku merasakan keganjilan saat melihat muka lia saudaraku, mukanya begitu pucat, dan tak bicara sedikit pun, lalu aku berkata : “lia kayaknya ada yang aneh” kataku. “lia kok kau diam aja dari tadi” (sambil melirik kearah lia). Tiba tiba aku melihat sosok yang sangat mengerikan berada disampingku, dia menggunakan baju merah bersimbah darah dan berbau amis banget, lalu rambutnya gondrong dan panjang hingga mukanya tertutup.

Lalu aku ketakutan dan teriak “aaa, hantu. Tolongg” kataku, lalu aku pergi ke depan jalan yang ada di dekat hutan, karena rumah saudara ku di dekat hutan. Lalu aku berlari dan terus berlari, tapi seakan akan aku tidak berlari. Aku pergi ke jalan besar, disana sangat gelap dan kagetnya lagi didekat tiang listrik aku melihat seseorang yang telah hangus tersetrum listrik, untuk yang kedua kalinya aku teriak hingga terbangun.

Lalu lia bertanya “kau kenapa? mimpi buruk ya?” tanya lia, ” iya lia, aku bermimpi (menceritakan mimpi)”. Lalu aku menceritakan semua yang ku alami pada lia, lalu dia berkata “iya, itu benar di dekat pohon pisang itu emang ada hantu, sama di dekat jalan besar juga ada tapi itu orang yang dulu meninggal karena memperbaiki kabel, tapi dia malah kesetrum hingga hangus lalu tewas seketika” ujar lia “oh, tapi gimana kalo dia menghantui aku lia?” ujar ku. “ya gak lah. Oh iya tadi siang lo kemana aja? gua pusing nyari lo kemana mana!”

loading...

“lahhhh, bukan nya kita berdua semalam duduk berdua disitu? di dekat pohon angker itu?” kataku “ah, ngawur lo ya, kan gua di belakang siang tadi” ujar lia “lah kok ini semua kayak mimpi ku ya, kayak nyata banget” ujar ku. Lalu yang kemarin duduk bersama ku siapa? Sekian kisah dari ku, kalo ada kekurangan atau kurang seram mohon dimaafkan. Wassalamualaikum wr wb.

Share This: