Lantai 4

Aku pegawai baru di salah satu perusahaan swasta. Gedung di tempatku bekerja adalah gedung tua yang memiliki 12 lantai, yang aneh dari gedung ini adalah tidak memiliki Lantai 4. Jadi setelah lantai 3 langsung lantai 5. Aku sih tak terlalu memikirkan hal itu. Hari itu adalah hari pertama aku bertugas, kebetulan aku bertugas di shift malam. Setelah memarkirkan motor di parkiran basement aku langsung menuju lift belakang.

Sebenarnya gedung ini memiliki 3 lift, yang dua berada di depan gedung dan yang satu berada di belakang, aku memilih lift belakang karena jaraknya yang tidak jauh dari parkiran basement. Tak lama menunggu pintu lift terbuka, aku pun segera masuk ke dalam dan menekan angka 5 karena tempatku bekerja berada di lantai 5. Di dalam lift kepalaku menunduk dan fokus ke layar hapeku.

Maklum anak zaman sekarang lebih memperhatikan gadgetnya dari pada memperhatikan lingkungan sekitar. Tak lama kemudian lift berbunyi dan pintu terbuka, itu pertanda aku sudah sampai di lantai 5. Pikirku lift akan berhenti otomatis di lantai yang sesuai dengan angka yang aku tekan sebelumnya. Jadi Tanpa lihat sekeliling karena masih fokus dengan hape aku keluar dari lift dan melangkah menuju ruangan kerjaku.

loading...

Setelah sampai di ruangan kerjaku aku memperhatikan sekeliling, “aneh sekali tempat ini, jamnya tidak ada yang berfungsi, cat temboknya terkelupas dan lantainya sangat licin. Perasaanku tiba-tiba tidak enak, badanku merinding dan bulu kudukku berdiri, tapi aku mencoba berfikir positif, aku melihat office boy (OB) yang sedang mengepel di depan lift yang tadi aku gunakan.

Padahal ketika aku keluar dari lift tadi aku tidak melihat dia di situ, ah mungkin aku terlalu fokus dengan hapeku tadi. Kemudian aku menghampiri OB tersebut untuk meminta tolong mengepel lantai di ruanganku agar tidak licin. “mas jika sudah selesai disini, nanti tolong ruangan saya di pel juga soalnya lantainya agak licin”. Lalu dia menjawab “Baik pak”. Setelah itu tak sengaja pandanganku mengarah ke atas pintu lift, aku terdiam dan sangat terkejut, ternyata perasaanku tak salah.

Aku melihat angka 4 tepat di atas pintu lift yang tadi aku gunakan. Aku bingung harus berbuat apa. Badanku gemetar karena saking takutnya. Tak lama OB tersebut menghampiriku dan bertanya “kenapa gemetaran pak?” Aku tak bisa menjawabnya tubuhku makin gemetar. Kemudian OB tersebut mendekatkan mulutnya ke telingaku dan berbisik “di lantai 4 ac nya memang dingin pak”. Aku pun berteriak dan jatuh pingsan.

KCH

Alkahfi fadilah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Alkahfi fadilah has write 2,704 posts

Please vote Lantai 4
Lantai 4
Rate this post