Lantas Tangan Siapa yang Aku Tarik?

Assalamualaikum true friend KCH. Ketemu lagi denganku Bismi dari Aceh, by the way aku sangat senang serta suka dengan cerita kak gina dan kak dwi, yang lain juga senang kok. Jadi aku harap KCH ini semakin banyak penggemarnya amin. Di cerita ke 43 ini aku akan menceritakan kejadian yang ku alami semalam bersama dengan abang sepupuku.

Tadi malam tepatnya pukul 20.05, aku dan abang akmal (sepupu) pergi ke toko penjualan ponsel. Aku bingung dengan bang akmal ini, ponselnya masih bagus tapi sudah mau beli lain, dasar lelaki boros (abaikan). Aku hanya beda satu tahun dengan bang akmal. Dia kelas 11 SMK sedangkan aku kelas 10 SMA. Lanjut, toko penjualan ponsel ini letaknya lumayan jauh dari desaku, ya sekitar 25 menit lah kalau pergi.

Saat itu aku menunggu bang akmal tepat di bawah pohon mangga, sedang asyik-asyiknya menunggu, ku dengar suara langkah kaki di belakangku. Pasti itu bang akmal, kataku dalam hati. Tanpa pikir panjang aku pun langsung menarik tangannya dan pergi menuju ke parkiran untuk mengambil motor kami. Parkirannya agak jauh dari pohon mangga yang ku tunggu tadi.

loading...

Tapi ada yang aneh dengan tangan bang akmal, tangannya sangat dingin dan dia pun tak memarahiku jika aku menarik tangannya. Biasanya dia paling marah kalau aku menarik apalagi pegang tangannya, ya katanya hanya istrinya lah yang boleh pegang tangannya (abaikan). Lalu aku pun berhenti, perasaanku sudah tidak enak, tiba-tiba bang akmal sudah muncul didepanku.

“*Woi mipop kok lo tinggalin aku sich, lo tuli ya gak dengar dari tadi aku itu manggil-manggil lo”, tanyanya. “Abang bukannya yang aku tarik tadi?” tanyaku. “Eh aku tanya kok lo balik tanya!” jawabnya. Astagfirullah apa ini, tanyaku dalam hati, aku pun memalingkan wajahku kebelakang, tapi anehnya tidak ada siapa-siapa. Lantas tangan siapa yang ku tarik tadi? Saat diperjalanan pulang aku merasa seperti ada yang mengikuti.

“Lo tadi gak nyadar yang lo tarik siapa?” tanya bang akmal membuatku kembali teringat akan hal tadi. Sobat KCH bang akmal aku ini merupakan anak indigo, jadi bang akmal pun bisa melihat mereka. “Jadi bang akmal tahu siapa yang ku tarik tadi” tanyaku. Tapi bang akmal tak menjawabnya. “Kalau lo takut, peluk saja pinggangku biar aku bisa ngebut”, kata bang akmal mengejutkanku.

“Ih modus lu” jawabku. “Dari pada diikutin mulu” kata bang akmal. “Iya juga sich” kataku. “Sudahlah cepat” katanya lagi. Dengan terpaksa aku pun memeluk pinggangnya agar bang akmal bisa ngebut. Sampai dirumah pun aku masih bingung dan terheran-heran tangan siapa yang ku tarik tadi. Sepertinya aku memang harus mendesak bang akmal agar memberitahukanku. Sekian, wassalamualaikum.
Fb: Bismi jasein

loading...
Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi has write 77 posts