Lapangan Merah

Perkenalkan nama saya dini, dan saya masih kelas 3 SMP. Di desa tempat saya tinggal, ada sebuah lapangan merah yang cukup luas. Konon katanya lapangan itu berwarna merah karena banyak dilumuri oleh darah para pejuang yang membela tanah air indonesia, sejak 70 tahun yang lalu.

loading...

Para pejuang, salah satunya yang gugur bernama H. Asbuloh, dia dibunuh oleh sekelompok gerombolan prajurit penjajah ditengah-tengah lapangan itu. Hal itu terjadi dulu 70 tahun yang silam, kini lapangan itu disebut lapangan merah. Rumah nenek ku tidak jauh dari lapangan itu. Setiap malam jumat sering terdengar suara-suara jeritan, ada yang mengetuk-ngetuk pintu dan jendela.

Saat itu aku menginap dirumah nenek ku kebetulan malam jumat. Aku tidur di kamar depan. Di rumah nenek ku banyak kejadian aneh saat itu di kamar yang aku tiduri. Ada sebuah Lemari besar yang terdapat kaca besar, saat jam 06.30 aku tengah asik belajar tiba-tiba “Hiks… hiks…” terdengar suara orang yang sedang menangis muncul dari dalam lemari.

Aku pun mengabaikan nya, aku sangka itu halusinasi. Aku pun bersandar lalu berbaring menatap langit-langit kamar. Tiba-tiba, awalnya ada rambut panjang sehelai jatuh ke muka. Aku merasa aneh, aku pun berdiri lalu menatap langit-langit kamar. Rambut sehelai demi sehelai bermunculan lalu membentuk seperti kepala. Aku pun langsung lari keluar kamar.

Share This: