Legenda Hantu Kemamang

Hay sahabat KCH. Ketemu lagi dengan saya Dwi dari Lampung Tengah. Sebelumnya saya bercerita tentang kisah nyata yang berjudul ”Siapa Ya?”. Dan kali ini saya akan bercerita ”Legenda Hantu Kemamang” ala desaku. Saya tinggal di desa berkelurahan Simbarwaringin.

Dahulu sewaktu masih usia remaja, aku dan kawan-kawan sering belajar mengaji di rumah guru yang termasyhur di masyarakat kami. Entah kenapa malam itu, usai guru kami mengajar malah mengajak ngobrol horor pada kami. Banyak yang beliau ceritakan, dan salah satunya adalah yang akan ku ceritakan sekarang. Dahulu, sewaktu pak yai masih remaja, beliau selalu pergi ke surau (mushola) yang dulu adalah satu-satunya di desa kami.

Tempatnya di pinggir perkampungan warga dan dekat area persawahan. Dahulu masih banyak jenis dedemit yang ngehits hingga sekarang. Pak yai seusai mengaji dan hendak pulang selalu menggunakan oncor (obor yang terbuat dari bambu dan bahan bakar minyak tanah). Maklumlah belum ada listrik masuk desa. Seperti biasa pak yai pulang melewati jalan persawahan, entah kenapa malam itu beliau melihat hantu kemamang dari kejauhan yang akan mendekatinya, tapi sebelum hantu kemamang mendekat.

Segera pak yai meniup oncor supaya padam. Dan kebetulan malam itu terang bulan, sehingga jalan tidak terlalu gelap. Hantu kemamang mulai mendekat tapi pak yai diam saja di tempat sambil mengambil posisi jongkok. Tiba-tiba hantu kemamang pergi menjauh. Dan suatu hari, ada seorang kakek yang terkenal cerdik di desa kami. Namanya tidak saya sebutkan karena sudah almarhum. Dahulu ia pernah iseng dengan mengelabui si hantu kemamang. Ia membawa lampu petromak (penerangan zaman dulu) berbentuk bulat.

Ia menancapkan lampu itu di tengah persawahan, selepas itu ia diam-diam meninggalkannya. Dan melihat dari kejauhan ada hantu kemamang mendekati lampu itu dan memutari karena di sangka temannya. Setelah puas mengamati si hantu kemamang ia pulang. Konon hantu kemamang berbentuk seperti bola api dan kepalanya seperti burung atau angsa putih, dia sering terbang di area persawahan.

Jika dia melihat manusia pasti akan berubah wujud menyeramkan dan akan menerkamnya hingga tewas. Sehingga banyak orang tua pada zaman dulu sering menasihati kami supaya lari jika bertemu hantu kemamang. Ada juga yang bilang, jika bertemu dengan hantu kemamang harus t*lanjang, supaya tidak di kejar. Tapi entahlah, dan setelah pak yai selesai bercerita, saya dan kawan-kawan pamit untuk pulang, karena hari telah larut malam. Sebelum pulang, pak yai berpesan seolah-olah menakut-nakuti jahil.

Beliau berpesan supaya ”hati-hati, nanti salah satu hantu yang bapak ceritakan menemui mu” ujarnya sambil tertawa senang. Dalam jantung kami berdegub kencang dan merasa was-was. Tapi demi sampai di rumah, kami hiraukan itu. Di perjalan pulang kami satu per satu berpisah karena gang rumah kami terpencar. Dalam hati, saya penasaran dengan hantu kemamang. Setelah saya masuk gang arah rumahku, tidak lupa salam berpisah dengan yang lainnya.

Tiba-tiba saya ingin sekali menengok ke arah belakang. Di seberang jalan sana ada gang lagi menuju persawahan. Dan saya berjalan mundur, supaya bisa melihat sesuatu yang membuatku penasaran. Dan tiba-tiba ada sekelebat bola api terbang melintas dari kejauhan di area persawahan sana. Dan sejak saat itu, saya percaya hantu kemamang masih ada hingga sekarang.

loading...

Konon hantu kemamang rumahnya di pohon pisang atau kebun pisang di area persawahan. Dan hingga saat ini, pohon pisang itu masih ada. Sehingga masih bisa ditemui jika beruntung melihat hantu kemamang. Sekian dari saya. Jika ada yang ingin berteman denganku. Cari saja nama saya di fb: DWY DWI DANDWI, salam kenal.