Lewat Depan TPU Seklatak Part 2

Hay guys, pastikan kalian baca part sebelumnya di “lewat depan TPU Seklatak” nah kali ini aku benar-benar ketemu nih guys sama makhluk yang dimitoskan sering keluar, di TPU Seklatak. Nah karena hal ini benar terjadi, jadi aku sebut saja fakta, bukan mitos lagi.

Nah jadi hari itu kami berenam (Aku, Budi, Yoga, Haqi, Khafid, dan Arif) berencana jalan-jalan ke desa sebelah, nah dari pada nganggur kami lewat TPU Seklatak lagi, selain untuk jalan pintas, kami sekalian uji nyali *hehe. Kali ini Aku dan Budi berada dipaling depan berboncengan, lalu dibelakangku ada arif dan Yoga dan paling belakang Haqi dan Khafid sebelum lewat TPU, arif menghentikan kita.

“Eh guys benar nih kita mau lewat sini?” ucapnya.
“Iya, kenapa memang, kamu takut?” jawabku.
“Enggak”.
“Halah kelihatan kali, raut wajahmu” sahut Budi.

“*Haha iya tuh, lagian kenapa sih pakai takut segala, percaya deh kalau kamu nggak takut hantu. Karena hantu nggak bakal ganggu kamu kok” ucapku.
“Benaran nih”.
“Iya sudah nggak apa-apa ah, ayo berangkat” sahut Haqi.

Lalu kita berangkat lagi, saat sampai di depan TPU.

“Eh, *njr*t” teriak Budi.
“Ada apa Bud?” ucapku.
“Tuh ada kucing, lewat seenaknya saja”.
“Masa sih, mana? Nggak ada kok” ucapku.
“Iya nih nggak ada, kamu salah lihat kali” ucap Haqi.

(Kami kebingungan).

loading...

“Nah tuh, tuh kucingnya” ucap budi sambil menunjuk kesalah satu makam.

Aku melihatnya dengan teliti.

“Itu bukan kucing g*bl*k, itu kelinci” sahutku.
“Masa sih, oh iya, itu kelinci, kita kabur yuk, itu kan kelinci yang disebut warga itu”.
“Ya kabur. Kita tangkap saja” ucap Haqi.
“Benar tuh” ucapku.

“Aku ikutan tangkap saja ah” sahut Arif.
“Ya sudah deh kita tangkap”.

Lalu kita mengejar kelinci itu, tiba-tiba kelincinya ngilang.

“Loh mana kelinci tadi, kayaknya disini” ucapku dalam hati.
“Nah tuh kelincinya, eh itu juga”.
“Yang itu juga”.

Kelincinya jadi empat, kami terus saja mengejar kelinci-kelinci tadi. Tapi tak satupun yang kena, namun kejadian terus berulang, kelinci hilang lalu jumlahnya bertambah hingga ratusan. Kami pun mundur dan saling tatap.

“Eh guys kayaknya ini bukan kelinci biasa deh” ucapku.
“Iya nih masa kelinci kembang biaknya cepat” sahut khafid.
“Kalau gitu, kita kabur”.

Kita semua lari meninggalkan area TPU Seklatak, kali ini kita tahu hantu kelinci itu benar adanya, bukan mitos. Selesai, jangan lupa add dan follow.
Facebook: Adymas Art
Instagram: @adymas_art

Adymas Art

Adymas Art

Seorang yg suka ngedit foto ,tapi sering diganggu setan ,,....... suka nonton anime (Naruto,Boruto,Boboiboy Galaxy),suka baca/tulis cerita Fb: Adymas Art Instagram:@adymas_art

All post by:

Adymas Art has write 78 posts